BPBD Bener Meriah Luncurkan Mitigasi Bencana Lewat Didong, Peringati Hari Didong Sedunia sebagai Refleksi Budaya Gayo

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 5 Agustus 2025 - 20:34 WIB

501,752 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENER MERIAH, BARANEWS – Seni tradisi Didong, yang telah menjadi denyut budaya masyarakat Gayo, mendapat panggung istimewa pada Selasa (5/8/2025) di halaman kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah. Dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, BPBD meluncurkan program mitigasi bencana berbasis kearifan lokal melalui seni Didong, bertepatan dengan peringatan Hari Didong Sedunia.

Meski tak tercatat peringatan ini sebagai edisi keberapa, momen tersebut menjadi ajang refleksi sejarah atas peran Didong dalam membentuk karakter dan menjaga identitas budaya masyarakat dataran tinggi Gayo. Bagi masyarakat setempat, Didong bukan sekadar hiburan malam; ia adalah media dakwah, sarana edukasi, wadah permainan kata, dan ruang penyampai pesan sosial yang telah ada jauh sebelum penjajahan Jepang.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Bener Meriah, Ir. Tagore Abu Bakar, hadir di sela kesibukannya. Duduk di barisan tamu, ia menikmati lantunan Didong dari berbagai kelompok, baik dari Kabupaten Bener Meriah maupun Aceh Tengah. Dalam sambutannya, Tagore mempertanyakan dengan nada penasaran, “Peringatan Hari Didong ini yang keberapa?” Pertanyaan itu diiringi pengakuannya bahwa Didong telah tumbuh seiring jiwa seni masyarakat Gayo sejak masa lampau. Ia mengajak pelaku seni untuk menguatkan eksistensi Didong, melestarikannya, dan mengembangkan kreativitasnya. “Didong adalah media dakwah, ure-ure, dan itik-itiken. Ia juga memperkuat bahasa Gayo dari kepunahan karena Didong adalah seni bermain kata,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Bener Meriah, Safriadi, memandang momentum ini sebagai terobosan. Menurutnya, mitigasi bencana tidak selalu harus disampaikan lewat forum formal atau simulasi teknis. Kali ini, edukasi diberikan lewat bait-bait Didong yang sarat makna. “Lewat lantunan Didong, kita mencoba mengedukasi masyarakat agar siap menghadapi bencana yang bisa datang tiba-tiba. Sentuhan seni tradisi diharapkan membuat pesan ini lebih mengena,” katanya.

Acara ini turut dihadiri maestro-maestro Didong seperti Ceh Daud Kala Empan, Ali Amran, Ama Ucak Ramasan, dan Ceh Kucak Nasirin dari grup Gelingang Raya. Sejumlah kelompok Didong ikut tampil, di antaranya Bujang Sentosa dari Belang Sentang, Bujang Arifa dari Pajar Harapan, Armija dari Digul, Bintang Angkasa dari Bintang Baru, Bujang Seriwijaya dari Kenawat, Buana Jaya dari Ujung Gele, Aliren Masa dari Delung Tue, Biak Cacak Ramasan dari Silih Nara, dan Tawar Bengi dari Kampung Reje Guru.

Hadir pula Plt. Kepala Dinas Pariwisata Sukri Tomstar, perwakilan bidang kebudayaan pada Dinas Pendidikan Yusri, Ketua Dewan Kesenian Bener Meriah T. Islah, Ketua Dewan Kesenian Bener Meriah Munawir Arloti, Ketua Persatuan Pedidong Bener Meriah Rahmandi, Ketua Didong Aceh Tengah Irmi Bukit, serta maestro bahasa Gayo Turham Ag. Keberadaan mereka menambah bobot acara yang memadukan semangat pelestarian budaya dengan misi kemanusiaan, mengingat bencana tak mengenal batas wilayah maupun waktu.

Di tengah lantunan Didong yang mengalun hingga senja, pesan inti kegiatan ini kian terasa: membumikan kesadaran mitigasi bencana melalui kekuatan budaya sendiri. Bagi masyarakat Gayo, Didong bukan hanya warisan, tetapi juga bahasa hidup yang mampu menyatukan, mengingatkan, dan menggerakkan. (Dani)

Berita Terkait

Ny. Fauziah Meutia Tagore Jenguk Nakes Korban Bencana, Serahkan Bantuan Pengobatan
Ditempa Kehilangan, Dikuatkan Pengabdian, Mulyadi Resmi Menjadi Camat Pintu Rime Gayo
Mengenal Sosok Candra Sasmita, S.STP., M.Si., Camat Timang Gajah
Sambut Ramadan, Sekolah Gelar Pesantren Kilat dan Simulasi TKA
Bupati Lantik 29 Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemkab Bener Meriah
Sengeral Gayo Ala Bunda Ema, Cita Rasa Dapur Kearifan Lokal dari Negeri Atas Awan
Adhin Abdul Hakim Resmikan Masjid Darurat Al Mukhlisin di Uning Mas
Pemkab Bener Meriah Akhirnya Salurkan 164 Ekor Sapi untuk 112 Desa Terdampak Banjir dan Longsor

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 12:31 WIB

*Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)*

Rabu, 25 Februari 2026 - 22:39 WIB

BAKORNAS LEPPAMI PB HMI Jalin Koordinasi dengan TNGL dan BKSDA Aceh, Perkuat Sinergi Pelestarian Lingkungan dan Kehutanan di Aceh

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:04 WIB

Kapolres Nagan Raya, AKBP Dr.Benny Bathara.,S.I.K.,M.I.K. Terima Penghargaan Dari Kapolda Aceh

Senin, 23 Februari 2026 - 01:02 WIB

Kolaborasi Strategis FRN Fast Respon Counter Polri Nusantara dan Dittipidter Mabes Polri, Siap Sikat Tambang Ilegal di Aceh

Minggu, 22 Februari 2026 - 00:45 WIB

Warga Aceh Berpuasa di Kemah Bantuan

Senin, 16 Februari 2026 - 23:59 WIB

Fatan Sabilulhaq Terpilih sebagai Ketua Umum HAMAS Periode 2026–2028, Diharapkan Hidupkan Kembali Organisasi

Senin, 16 Februari 2026 - 23:13 WIB

Pemulihan Pasca Bencana Banjir Hidrometeorologi Aceh Dinilai Sangat Lambat

Senin, 16 Februari 2026 - 22:35 WIB

Mengemban amanah sebagai Sekretaris PDP PAN Aceh Barat, Arham Targetkan Kemenangan Pemilu 2029

Berita Terbaru