Lhokseumawe — Bea Cukai Lhokseumawe terus memperkuat perannya sebagai fasilitator perdagangan dan pendamping UMKM melalui sinergi lintas instansi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif Bea Cukai Lhokseumawe sebagai narasumber dalam kegiatan Meningkatkan Kemandirian UMKM, Hebitren, dan Klaster Pangan (MEUGANG) yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan Lhokseumawe, Rabu (11/2/2026), di Ruang Serba Guna Kantor Perwakilan BI Lhokseumawe.
Kegiatan koordinasi dan komunikasi dengan mitra binaan ini dibuka oleh Kepala Unit Pelaksanaan Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif dan Syariah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Riemas Anugrah Maulana. Forum tersebut bertujuan memperkuat engagement dengan mitra binaan BI sekaligus membahas rencana kolaborasi dan koordinasi pengembangan UMKM sepanjang 2026, termasuk perluasan akses pasar hingga ekspor.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Lhokseumawe, Vicky Fadian, menyampaikan materi mengenai isu strategis serta ketentuan ekspor bagi UMKM, hebitren, dan klaster pangan. Ia menegaskan bahwa Bea Cukai hadir tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai mitra UMKM dalam memastikan proses ekspor berjalan legal, aman, dan berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Banyak UMKM sebenarnya sudah siap dari sisi produk, namun masih terkendala pada aspek administrasi dan pemahaman regulasi. Melalui pendampingan sejak tahap awal, Bea Cukai mendorong pelaku usaha agar lebih siap menghadapi proses ekspor dan meminimalkan risiko di negara tujuan,” jelas Vicky.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan dokumen ekspor, ketepatan klasifikasi barang, serta pemenuhan standar, khususnya bagi produk pangan. Menurutnya, hambatan ekspor kerap terjadi bukan di pelabuhan, melainkan pada tahap persiapan yang belum optimal.
Selain Bea Cukai Lhokseumawe, kegiatan MEUGANG ini turut menghadirkan narasumber lintas sektor, yakni Muhammad Muharromi dari Otoritas Jasa Keuangan Aceh, Rudi Irwansyah selaku Area Micro and Pawning Manager Cluster Langsa, serta Alvi Syahril yang membahas penguatan akses pembiayaan dan strategi pengembangan usaha.
Melalui forum ini, Bea Cukai Lhokseumawe mendorong terbangunnya kolaborasi berkelanjutan antara Bank Indonesia, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan instansi terkait guna menciptakan ekosistem UMKM yang tangguh. Bank Indonesia berperan dalam pembinaan dan penguatan pembiayaan, sementara Bea Cukai memastikan aspek kepabeanan berjalan sesuai ketentuan.
“Ekspor adalah sebuah proses. Dengan sinergi yang terencana sepanjang 2026, kami optimistis UMKM binaan mampu naik kelas,” tambah Vicky.
Melalui keterlibatan dalam kegiatan MEUGANG ini, Bea Cukai Lhokseumawe menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang konsultasi dan asistensi bagi UMKM sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan daya saing produk lokal.





































