Di tengah hiruk-pikuk dinamika politik nasional, sosok Budi Satrio Djiwandono tampil sebagai representasi sempurna pemimpin generasi baru Indonesia. Keponakan Presiden Prabowo Subianto ini bukan sekadar politisi biasa, ia adalah perpaduan ideal antara intelektualitas global, visi strategis jangka panjang, dan komitmen nyata untuk membangun bangsa dari berbagai lini.
Lahir di Jakarta pada 25 September 1981, Budi tumbuh dalam lingkungan yang kental dengan atmosfer kepemimpinan nasional. Sebagai putra dari Sudrajad Djiwandono, mantan Gubernur Bank Indonesia periode 1993-1998, dan Biantiningsih Miderawati Djojohadikusumo, ia mewarisi gen kepemimpinan yang luar biasa. Namun, yang membuat Budi istimewa bukan hanya silsilah keluarganya, melainkan bagaimana ia mengukir prestasi dan kontribusi nyata untuk Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Fondasi Kepemimpinan Global sejak Dini

Perjalanan intelektual Budi dimulai dari pendidikan berkelas dunia. Setelah menempuh pendidikan dasar di SD Santa Theresia dan SMP Pelita Harapan, ia melangkah ke Berkshire School, Amerika Serikat untuk pendidikan menengah. Langkah berani ini membuktikan keterbukaan wawasan keluarganya terhadap pendidikan global.
Puncak pendidikan formalnya diraih di Clark University, Amerika Serikat, dengan gelar Sarjana dalam bidang Government & International Relations. Kombinasi pendidikan internasional dan pemahaman mendalam tentang dinamika politik global ini menjadi modal luar biasa yang membedakan Budi dari politisi kebanyakan. Ia tidak hanya memahami Indonesia dari dalam, tetapi juga melihatnya dari perspektif global, sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan di era interconnected seperti sekarang.
Karier Politik yang Cemerlang dan Penuh Dedikasi
Kiprah politik Budi dimulai dari akar rumput melalui organisasi sayap Partai Gerindra, TIDAR, pada 2008-2016. Meski sempat gagal dalam Pemilu Legislatif 2014 dari Dapil Kalimantan Timur, Budi membuktikan ketangguhannya. Takdir membawanya ke kursi DPR pada 2017 melalui mekanisme PAW, dan pada Pemilu 2019, ia meraih kemenangan gemilang dengan 71.207 suara, angka yang membuktikan kepercayaan rakyat yang luar biasa.
Kini, sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan, hubungan luar negeri, komunikasi, dan intelijen, Budi menduduki posisi strategis dalam menentukan arah kebijakan nasional. Di internal Partai Gerindra, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum dan sempat dipercaya sebagai Komandan Tim Komunikasi TKN Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024. Bahkan pada Juli 2024, ia ditunjuk sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Kalimantan Timur, menunjukkan kepercayaan partai yang terus meningkat.
Visi Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Generasi Emas

Sebagai Wakil Ketua Komisi IV periode sebelumnya, Budi menunjukkan kepedulian mendalam terhadap ketahanan pangan Indonesia. Visinya jelas: mengalihkan anggaran tidak produktif ke sektor-sektor strategis, terutama pangan. “Sudah lama, keseringan, banyak alokasi anggaran itu tidak produktif. Ini yang mau diselamatkan, ini yang mau dialokasikan kepada sektor-sektor produktif, salah satunya pangan,” tegasnya dengan penuh keyakinan.
Yang lebih membanggakan, Budi memahami betul peran generasi muda sebagai kunci ketahanan pangan. “Tugas pemerintah itu salah satunya memberikan ruang bagi anak-anak muda yang mau menggunakan otak dan pikirannya untuk memajukan dunia pertanian di Indonesia,” ujarnya. Visi ini sejalan dengan proyeksi bonus demografi 2045, di mana 70% penduduk Indonesia akan berada di usia produktif.
Komitmen Budi terhadap pembangunan karakter bangsa juga terwujud melalui olahraga. Pada Oktober 2024, ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PP Perbasi periode 2024-2028. Dengan delapan misi strategis, ia membawa visi revolusioner: menjadikan basket bukan sekadar olahraga, tetapi industri yang menciptakan lapangan kerja dan melahirkan atlet berprestasi menuju Indonesia Emas 2045.
Transformasi Personal yang Menginspirasi Jutaan Orang

Di balik kesuksesan politiknya, Budi menunjukkan keberanian luar biasa dalam transformasi personal. Pada 3 Desember 2023, ia memutuskan menjadi mualaf di bawah bimbingan Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar, bahkan dihadiri langsung oleh Prabowo Subianto. Keputusan ini bukan sekadar konversi agama, melainkan cerminan keberanian mengikuti kata hati, kualitas langka seorang pemimpin sejati.
Tidak lama setelahnya, pada 29 Desember 2023, Budi menikahi Ludmilla FS, sahabatnya selama 25 tahun yang ternyata cinta pertamanya sejak 1996. Kisah cinta yang akhirnya menemukan jalan ini menjadi inspirasi bahwa keteguhan hati dan kesabaran selalu membuahkan hasil manis.
Budi Djiwandono adalah sosok pemimpin komplit yang dibutuhkan Indonesia menuju 2045. Dengan pendidikan internasional, pengalaman lintas sektor, visi strategis untuk ketahanan pangan dan pemberdayaan pemuda, serta komitmen nyata dalam pengembangan olahraga sebagai industri, ia menjembatani kesenjangan generasi dengan sempurna.
Isu tentang kemungkinan masuknya Budi ke jajaran eksekutif dalam reshuffle kabinet yang direncanakan Presiden Prabowo hanya membuktikan satu hal: Indonesia mengakui dan membutuhkan kepemimpinannya di posisi yang lebih strategis. Dengan tingkat literasi digital Indonesia yang masih 62%, jauh di bawah Korea (97%), kehadiran pemimpin muda seperti Budi yang memahami teknologi dan generasi milenial menjadi keniscayaan.
Indonesia beruntung memiliki Budi Djiwandono, pemimpin muda yang tidak hanya bicara, tetapi beraksi nyata membangun bangsa dari berbagai dimensi menuju Indonesia Emas 2045!






































