GAYO LUES | Akses jalan utama menuju Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, hingga saat ini masih terputus akibat bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada 26 November 2025. Material longsor yang menimbun jalur utama mengakibatkan ruas jalan tak dapat dilalui kendaraan roda empat, bahkan untuk kendaraan roda dua hanya dapat melintas dengan penuh kehati-hatian. Kondisi ini menyebabkan distribusi bantuan logistik ke sejumlah desa terdampak belum berjalan secara maksimal.
Jalur utama yang biasa digunakan kini tertimbun longsor di sejumlah titik kritis, memaksa relawan dan petugas penyalur bantuan memilih jalur alternatif yang jauh lebih panjang dan ekstrem. Jalur melalui kawasan Babah Rot, Kabupaten Aceh Barat Daya menjadi satu-satunya opsi saat ini, meskipun waktu tempuhnya berlipat ganda dan harus melewati medan terjal. Sementara itu, jalur utama dari arah Takengon menuju Gayo Lues juga belum sepenuhnya pulih. Perbaikan jalan nasional Takengon–Gayo Lues yang terdampak banjir dan longsor masih terus diupayakan.
Berdasarkan laporan dari pengawas Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, sedikitnya terdapat lebih dari 50 titik longsor yang tersebar di jalan nasional tersebut. Titik longsor tersebar baik pada ruas utama maupun akses masuk ke sejumlah desa di pedalaman. Perbaikan secara menyeluruh dikabarkan baru dapat dimulai pada Februari mendatang, dengan prioritas pada penanganan kerusakan parah yang menyebabkan putus totalnya akses, termasuk jalan menuju Kecamatan Pining. BPJN juga mencatat bahwa beberapa ruas di jalur Takengon–Ise Ise telah dapat dilalui kembali oleh kendaraan roda dua dan roda empat dalam kondisi terbatas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues mengakui bahwa masih ada sejumlah desa yang hingga kini belum bisa dijangkau kendaraan roda empat karena akses jalan dipenuhi lumpur, bebatuan, dan patahan badan jalan yang menggantung di atas lereng. Distribusi bantuan ke wilayah-wilayah tersebut hanya mengandalkan sepeda motor, kendaraan berpenggerak empat roda, serta tenaga relawan yang berjalan kaki membawa logistik secara manual menembus hutan dan medan curam. Di beberapa titik, warga bahkan harus menyeberangi sungai dengan arus yang masih deras akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Pemerintah daerah memastikan bahwa kebutuhan dasar warga terdampak tetap menjadi prioritas meskipun distribusi terhambat. Bantuan logistik seperti bahan makanan, air bersih, obat-obatan, dan selimut masih terus diupayakan pengirimannya secara bertahap. Upaya komunikasi dan pemantauan juga diperkuat melalui pos tanggap darurat di sejumlah titik lokasi pengungsian serta di kecamatan-kecamatan penyangga. Pemerintah mengklaim bahwa kebutuhan mendesak warga sudah mulai teratasi meskipun akses fisik belum benar-benar pulih.
Sepanjang jalur menuju Kecamatan Pining, kerusakan bukan hanya terjadi pada jalan utama, tetapi juga jembatan yang ambruk dan gorong-gorong yang tersumbat material lumpur. Hal ini mempersulit pengerahan alat berat yang diperlukan untuk membuka kembali jalur secara maksimal. Pemerintah juga menyebut bahwa setiap upaya pengerukan material longsor harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena masih tingginya risiko longsor susulan. Kondisi tanah yang masih labil di sejumlah lereng menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi petugas di lapangan.
Mengingat pentingnya jalur tersebut sebagai penghubung utama antara pusat pemerintahan Kabupaten Gayo Lues dengan kecamatan-kecamatan di wilayah selatan, situasi ini menjadi perhatian serius. Selain menghambat alur logistik, kondisi ini juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, layanan kesehatan, serta pendidikan anak-anak yang sebagian tidak dapat mengikuti pembelajaran secara normal. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk mempercepat pemulihan infrastruktur dasar.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menjanjikan percepatan pemulihan akses jalan nasional yang terdampak bencana. Dalam waktu dekat, sejumlah alat berat tambahan akan diturunkan ke lokasi untuk mendukung pembukaan jalur yang tertimbun longsor. Pemerintah juga tengah mengidentifikasi titik rawan longsor untuk dilakukan penanganan darurat sementara guna meminimalkan risiko korban jiwa selama upaya perbaikan berlangsung.
Dengan kondisi medan yang berat dan kerusakan yang signifikan, pemulihan penuh jalur transportasi pada wilayah terdampak diyakini akan memerlukan waktu dan sumber daya yang besar. Namun, pemerintah menegaskan komitmen untuk terus menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana, serta memastikan Kecamatan Pining dan desa-desa sekitarnya tidak terisolasi lebih lama lagi. (RED)







































