Jakarta, 31 Desember 2025 — Kementerian Keuangan Republik Indonesia kembali menetapkan nilai kurs mata uang asing sebagai dasar pelunasan Bea Masuk, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Bea Keluar, dan Pajak Penghasilan untuk periode 7-13 Januari 2026. Ketentuan ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1/MK/EF.2/2026, yang ditandatangani oleh Direktur Strategi Stabilisasi Ekonomi, Noor Faisal Achmad, atas nama Menteri Keuangan.
Berikut nilai kurs yang berlaku selama periode tersebut:
1. Dolar Amerika Serikat (USD): Rp16.754,00
2. Dolar Australia (AUD): Rp11.199,88
3. Dolar Kanada (CAD): Rp12.217,96
4. Kroner Denmark (DKK): Rp2.634,89
5. Dolar Hongkong (HKD): Rp2.152,69
6. Ringgit Malaysia (MYR): Rp4.129,14
7. Dolar Selandia Baru (NZD): Rp9.677,97
8. Kroner Norwegia (NOK): Rp1.664,68
9. Poundsterling Inggris (GBP): Rp22.572,66
10. Dolar Singapura (SGD): Rp13.034,49
11. Kroner Swedia (SEK): Rp1.820,12
12. Franc Swiss (CHF): Rp21.161,74
13. Yen Jepang (JPY) 100: Rp10.701,58
14. Kyat Myanmar (MMK): Rp7,97
15. Rupee India (INR): Rp186,23
16. Dinar Kuwait (KWD): Rp54.394,87
17. Rupee Pakistan (PKR): Rp58,89
18. Peso Filipina (PHP): Rp284,68
19. Riyal Arab Saudi (SAR): Rp4.467,38
20. Rupee Sri Lanka (LKR): Rp54,20
21. Baht Thailand (THB): Rp532,41
22. Dolar Brunei Darussalam (BND): Rp13.011,20
23. Euro (EUR): Rp19.679,62
24. Renminbi Tiongkok (CNY): Rp2.399,50
25. Won Korea (KRW): Rp11,62
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bila mata uang asing tidak tercantum dalam daftar, maka kurs yang digunakan adalah kurs spot harian terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan hari kerja sebelumnya, kemudian dikalikan kurs rupiah terhadap dolar AS sesuai ketetapan keputusan ini. Keputusan berlaku selama 7-13 Januari 2026. (*)







































