Gayo Lues – Ketua Pengurus Daerah Indonesia Off-Road Federation (IOF) Aceh, Ahmad Haeqal Asri, resmi melantik Ketua Pengurus Cabang IOF Gayo Lues, Mansuruddin, beserta jajaran pengurus untuk periode 2025–2029. Acara pelantikan berlangsung Rabu (27/8/2025) dan menjadi tonggak kembalinya aktivitas organisasi yang sempat vakum beberapa waktu terakhir.
Haeqal mengakui bahwa kepengurusan IOF di Gayo Lues sempat mengalami masa vakum, namun ia optimis kepengurusan baru akan menyalakan kembali semangat kebersamaan dan solidaritas di kalangan anggota. Menurutnya, kegiatan Leuser Rainforest Explore (LEREX) menjadi titik awal dedikasi pengurus baru, bukan sekadar ajang menyalurkan hobi otomotif.
Selain sebagai komunitas hobi, kehadiran IOF Gayo Lues diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam, khususnya kawasan Leuser yang menjadi salah satu paru-paru dunia. Komitmen ini mencakup kegiatan pelestarian lingkungan serta aksi sosial, termasuk membantu evakuasi bencana alam dan longsor di wilayah Aceh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Usai dilantik, Ketua Pengcab IOF Gayo Lues, Mansuruddin, menyampaikan harapannya agar kepengurusan baru dapat berjalan solid dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Ia meminta dukungan dan arahan dari seluruh pihak untuk membangun kebersamaan dan solidaritas antaranggota.
“Kami butuh kebersamaan dan solidaritas agar bisa memberi manfaat nyata. Saya mohon arahan dan bimbingannya, kita di sini saling berbagi dan belajar,” ujar Mansuruddin.
Bupati Gayo Lues, Suhaidi, turut mengapresiasi pelantikan tersebut. Ia berharap kepengurusan IOF Gayo Lues aktif, solid, dan benar-benar memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan. Bupati menekankan bahwa organisasi ini tidak hanya berperan dalam hobi otomotif, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya pembangunan sosial dan pelestarian alam di Gayo Lues.
Pelantikan IOF Gayo Lues ini menjadi awal dari periode kepengurusan baru yang diharapkan mampu menyeimbangkan kegiatan rekreasi dengan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat, sekaligus memperkuat jaringan komunitas off-road di Provinsi Aceh. (*)








































