Gayo Lues, Baranews – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80 pada 17 Agustus mendatang, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues berencana menampilkan tari saman sebagai bagian dari rangkaian upacara bendera. Tarian khas ini tidak sekadar menjadi atraksi, tetapi juga dimaksudkan untuk membangkitkan semangat perjuangan 45 sekaligus melestarikan warisan budaya tak benda yang telah menjadi identitas Kabupaten Gayo Lues.
Bupati Gayo Lues Suhaidi, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa pagelaran tari saman akan melibatkan sekitar 3.000 hingga 3.500 peserta. Mereka berasal dari kalangan pelajar, seluruh aparatur sipil negara (ASN) pria, serta perwakilan masyarakat dari desa-desa di tiga kecamatan terdekat. Tak hanya warga sipil, TNI dari Batalion Yonif TP 855/RD Kompi Sangir juga akan ikut ambil bagian dalam tarian tersebut. “Teknisnya, untuk sekolah akan dikoordinir oleh Dinas Pendidikan dan Kemenag. Kemudian ASN dan non-ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Gayo Lues nanti akan berpartisipasi,” ujar Suhaidi saat memimpin rapat di Aula Setdakab Gayo Lues, Rabu (13/08/2025).
Bupati berharap semua pihak dapat bekerja sama mensukseskan peringatan kemerdekaan ini, sehingga momentum 17 Agustus menjadi sarana penguatan semangat kebangsaan dan kebanggaan atas identitas budaya daerah. Menyambut pelaksanaan tari saman, Dinas Pariwisata Kabupaten Gayo Lues telah menyiapkan video tutorial sebagai bahan pembelajaran bagi para peserta. Namun Wakil Bupati H. Maliki, SE., M.AP justru mengusulkan agar tari saman dilakukan secara spontan. Menurutnya, hampir seluruh masyarakat Gayo Lues sudah familiar dengan gerakannya sehingga pertunjukan bisa berlangsung alami. “Saya kira semua orang Gayo bisa menarikannya, jadi nanti biar dilakukan spontan saja,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk peserta dari TNI yang berasal dari luar Gayo Lues, Plt Kepala Dinas Pariwisata Mursidi menyatakan pihaknya telah menyiapkan pelatih khusus agar tarian dapat dilakukan dengan baik. Meski demikian, Asisten I Sekdakab Gayo Lues, dr. Nevirizal, M.Kes., MH.Kes., menegaskan bahwa Pemkab tidak menyediakan uang saku bagi peserta tari saman, mengingat kegiatan ini lebih bersifat pagelaran budaya dan ungkapan kegembiraan atas kemerdekaan, serta tidak terdapat anggaran khusus untuk membiayai kegiatan tersebut. “Kami sudah siapkan pelatih saman yang bisa melatih di sana. Sekarang pun kami siap,” jelas Nevirizal.
Dengan persiapan yang matang dan partisipasi luas dari berbagai elemen masyarakat, pemerintah kabupaten berharap peringatan HUT RI ke-80 dapat menjadi momentum untuk meneguhkan cinta tanah air sekaligus merayakan kekayaan budaya yang menjadi ciri khas Gayo Lues. (RED)








































