Bupati Gayo Lues Suhaidi Tegaskan Operasi Pasar sebagai Langkah Nyata Tekan Kenaikan Harga Beras

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 31 Juli 2025 - 18:28 WIB

50648 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues, Baranews – Di tengah gejolak harga beras yang kian mengkhawatirkan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues mengambil langkah intervensi dengan menggelar operasi pasar. Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd., M.Si, menyebut kegiatan ini bukan sekadar program musiman, tetapi bentuk kehadiran nyata pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat.

Operasi pasar yang digelar Rabu (30/7/2025) di Pasar Terpadu Buntul Tajuk itu merupakan hari kedua dari rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak awal pekan. Pemerintah daerah bekerja sama dengan Perum Bulog dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Aceh, menyalurkan beras premium dengan harga yang jauh di bawah harga pasaran—Rp56.000 per sak untuk ukuran 5 kilogram dan Rp112.000 untuk ukuran 10 kilogram.

Dalam pantauan di lapangan, warga mulai berdatangan sejak pagi hari, antrean mengular untuk mendapatkan jatah beras bersubsidi. Sebagian datang dari kecamatan sekitar, bahkan dari desa terpencil yang biasanya hanya dikunjungi mobil logistik seminggu sekali. Bagi banyak keluarga, harga pasar saat ini sudah terlalu tinggi. Beras yang sebelumnya bisa dibeli Rp10.000 per kilogram, kini merangkak hingga Rp13.000–14.000.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami tahu beban itu nyata. Karena itu pemerintah tidak tinggal diam. Operasi pasar ini adalah upaya bersama untuk menahan laju harga dan memastikan masyarakat tetap bisa makan dengan layak,” ujar Bupati Suhaidi dalam keterangannya.

Menurut Suhaidi, lonjakan harga beras tidak hanya terjadi di Gayo Lues, melainkan merupakan fenomena nasional akibat berbagai faktor, mulai dari musim tanam yang terganggu hingga distribusi pangan yang tersendat. Namun demikian, ia menegaskan bahwa keterbatasan itu bukan alasan untuk pasif.

Plt Kadis Perindagkop dan UMKM Gayo Lues, Samsul Bahri, menyampaikan bahwa operasi pasar ini bukan yang terakhir. Pemerintah menyiapkan kuota sebesar 9.800 kilogram untuk kabupaten, dan 4.900 kilogram khusus untuk Pasar Terpadu Buntul Tajuk. “Operasi pertama di Putri Betung sudah tersalurkan sekitar 5 ton. Kita terus pantau distribusi agar merata dan tidak menumpuk di pusat kota saja,” jelasnya.

Namun di balik data distribusi itu, muncul tantangan klasik: bagaimana memastikan beras benar-benar sampai ke tangan warga yang membutuhkan, dan bukan hanya ke para spekulan yang membeli dalam jumlah besar untuk dijual kembali. Sejauh ini, belum terlihat pengawasan ketat di lapangan.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Bulog Aceh Tenggara, Fahmi Siregar, menambahkan bahwa program ini bersifat ganda. Selain operasi pasar terbuka, Bulog juga menyalurkan beras bantuan dalam skema Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang menyasar seluruh kecamatan di Kabupaten Gayo Lues. Menurut Fahmi, hingga saat ini bantuan beras sudah menjangkau delapan hingga sembilan kecamatan, dan total beras yang disiapkan mencapai 200 ton.

“Program SPHP ini menjadi jaring pengaman terakhir masyarakat kita. Bantuan beras tidak hanya menjangkau daerah padat, tapi juga desa-desa terpencil. Kita salurkan bertahap, sesuai peta distribusi dan data dari Kementerian Sosial,” katanya.

Namun distribusi ke pasar umum belum dilakukan. Bulog masih melakukan tahap verifikasi pasar tradisional mana saja yang layak dan memenuhi syarat untuk penyaluran SPHP. “Setelah itu selesai, baru kita turunkan langsung ke pasar-pasar,” ujarnya.

Di sisi lain, tidak semua warga paham alur program ini. Sejumlah warga di luar kota mengaku tidak mendapat informasi cukup mengenai jadwal distribusi dan titik operasi pasar. Hal ini memperlihatkan bahwa keberhasilan program tak hanya bergantung pada stok dan niat baik pemerintah, tetapi juga pada transparansi, sosialisasi, dan pengawasan yang merata.

Pemerintah Kabupaten Gayo Lues sendiri mengaku akan terus mengevaluasi mekanisme pelaksanaan operasi pasar, termasuk kemungkinan menambah titik distribusi di kecamatan lain yang selama ini menjadi zona merah rawan pangan.

“Operasi ini bukan untuk gaya-gayaan. Yang kita kejar adalah dampak nyata. Kalau masyarakat masih mengeluh mahal, berarti masih ada yang perlu diperbaiki,” tegas Bupati Suhaidi.

Di tengah ketidakpastian harga pangan nasional, langkah Gayo Lues menunjukkan bahwa intervensi lokal bisa menjadi peredam ketegangan ekonomi rumah tangga. Namun seperti ditegaskan oleh berbagai pihak, efektivitas program akan sangat ditentukan oleh keberlanjutan, bukan hanya kehadiran sesaat. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Ganti Nama, Catatan Lama Tetap Melekat: PT Rosin Chemicals Indonesia Masih Dibayangi Sanksi, Teguran Gubernur, dan Jejak Pelanggaran yang Belum Selesai
Bertumpuk Sanksi, PT Rosin Dinilai Seolah Kebal Hukum, LIRA Mendesak Polda Aceh dan Mabes Polri Bergerak Cepat
Melalui Gerakan Indonesia Asri, Brimob Aceh Bersihkan Terminal Kuta Panjang
Plang Larangan Sudah Berdiri, Aktivitas PT Rosin Tak Tersentuh—Siapa yang Melindungi?
Wujud Apresiasi dan Motivasi, Kapolres Gayo Lues Berikan Penghargaan kepada Personel Terbaik, Terima Apresiasi dari IDI
Keputusan Gubernur Aceh Jadi Dasar Baru, LIRA Desak PT Rosin Dibekukan Sampai Semua Kewajiban Dipenuhi
Satreskrim Polres Gayo Lues Bekuk Residivis Pelaku Pencurian di Blangkejeren
Klaim Sudah Patuh Tak Menjawab Surat Resmi dan Temuan Lapangan, LIRA Sebut PT Rosin Masih Bermasalah dari Hulu ke Hilir

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:03 WIB

Satgas TMMD Kodim 0110/Abdya Bersama Warga Kebut Pembangunan MCK di Gunung Cut

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:34 WIB

Gotong Royong Satgas TMMD, Rumah Tidak Layak Huni Disulap Jadi Nyaman

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:18 WIB

Progres Rehab RTLH TMMD ke-128 Kodim Abdya Capai 60 Persen

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:10 WIB

Kejar Target, Satgas TMMD Abdya Intensifkan Distribusi Bahan Bangunan

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:44 WIB

Kejar Target, TNI Kebut Proyek MCK Program TMMD 128

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:08 WIB

Sentuhan Akhir TMMD: MCK di Gunung Cut Dicat dan Diberi Mural Kebanggaan

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:28 WIB

Kolonel Jon Heriko Pimpin Wasev TMMD Abdya, Pastikan Program Tepat Sasaran

Senin, 4 Mei 2026 - 20:41 WIB

Kebersamaan TNI dan Warga Percepat Rehab Rumah Nurhabibah

Berita Terbaru