Gayo Lues, Baranews, 27 Juli 2025 — Pengulu Kampung Bener Kelipah, Kecamatan Kuta Panjang, Kabupaten Gayo Lues, Abdul Manap, mengajak pemuda dan pemudi di kampungnya untuk aktif mengikuti kegiatan wirid Yasin setiap malam Senin. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran moderasi beragama di kalangan generasi muda.
Menurut Abdul Manap, pemuda dan pemudi memiliki posisi strategis dalam membentuk masyarakat yang rukun, harmonis, dan toleran. “Saya berharap seluruh pemuda dan pemudi menjadi pelopor moderasi beragama di Kampung Bener Kelipah,” ujar Abdul Manap di sela kegiatan wirid, Minggu (27/7).
Kegiatan wirid ini dilaksanakan secara bergilir dari rumah ke rumah setiap malam Senin. Di dalamnya juga disisipkan materi sosialisasi mengenai pentingnya memahami dan mengamalkan ajaran agama secara benar, seimbang, dan toleran. Sosialisasi ini dipimpin langsung oleh Abdul Manap yang aktif mendampingi warga dari satu rumah ke rumah lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan tema “Bersama Memahami dan Mengamalkan Ajaran Agama dengan Benar, Guna Meraih Asa Rahmatan Lil Alamin”, kegiatan ini tidak sekadar rutinitas keagamaan, melainkan ruang pembelajaran sosial-religius bagi para pemuda. Abdul Manap menegaskan bahwa moderasi beragama yang dikampanyekan bukan hanya slogan, tetapi komitmen nyata untuk menolak ekstremisme dan intoleransi, serta membangun dialog lintas iman.
“Dalam kegiatan ini, para peserta diajak untuk lebih dalam memahami konsep moderasi, serta bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus hindari sikap-sikap ekstrem dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman,” ujarnya.
Abdul Manap menyambut baik antusiasme pemuda dan pemudi Kampung Bener Kelipah yang aktif mengikuti kegiatan tersebut. Ia juga menyatakan kesiapannya untuk terus menyebarluaskan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat.
“Kami akan terus memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menjalin kerja sama yang erat dengan seluruh warga kampung. Saya berharap Kampung Bener Kelipah dapat semakin kokoh menjaga kerukunan dan turut berkontribusi dalam pembangunan desa yang lebih baik,” pungkasnya.
(AMJ)








































