HOTELBET beta.lra.gov.mv dbm.wyb.ac.lkpreparation.lsrs.lu wayacim.wyb.ac.lk

PT Mifa Milik Rakyat Aceh, Bukan Asing: Amiruddin Ajak Semua Pihak Bijak Menyikapi Polemik

HS

- Redaksi

Sabtu, 28 Juni 2025 - 01:04 WIB

506,588 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Mifa Milik Rakyat Aceh, Bukan Asing: Amiruddin Ajak Semua Pihak Bijak Menyikapi Polemik

ACEH BARAT – Tokoh masyarakat Aceh Barat yang juga Ketua Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Kabupaten Aceh Barat, Amiruddin, mengajak seluruh elemen untuk menahan diri dan menjaga netralitas publik dalam menghadapi polemik hukum antara PT Mifa Bersaudara dan Bupati Aceh Barat. Ia menegaskan bahwa konflik hukum tersebut tidak sepatutnya menyeret masyarakat luas yang tidak memiliki kaitan langsung, karena justru dapat menimbulkan keresahan sosial.

Dalam keterangannya, Amiruddin mengungkapkan bahwa PT Mifa merupakan entitas bisnis yang strategis bagi kemajuan daerah dan telah banyak memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan di Aceh Barat. “PT Mifa bukan milik asing. Perusahaan ini milik rakyat Aceh karena menyerap ribuan tenaga kerja lokal dan menyumbang PAD yang signifikan. Jadi semua pihak, termasuk pemerintah dan elemen sipil, seharusnya bersikap dewasa,” ujar Amiruddin, Jumat (28/6/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga mengingatkan bahwa aksi demonstrasi atau pengerahan massa terkait polemik ini justru akan merugikan masyarakat sendiri. “Kalau masyarakat dilibatkan dalam konflik antar-lembaga, yang rugi siapa? Kita sendiri. Apalagi banyak karyawan PT Mifa itu warga Meulaboh, warga Aceh juga. Jangan sampai kita rusak rumah sendiri,” tegasnya.

Amiruddin menegaskan bahwa urusan hukum harus diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Menurutnya, masyarakat tidak boleh digiring ke dalam pusaran konflik yang bernuansa kepentingan elit. “Biarkan proses hukum berjalan secara profesional dan independen. Tidak perlu membangun narasi yang memecah belah masyarakat,” tambahnya.

Ia juga memuji PT Mifa yang selama ini terbuka terhadap masukan dan kritik. “Saya lihat secara bijak, PT Mifa selalu membuka ruang komunikasi. Ini menunjukkan iktikad baik perusahaan dalam membangun hubungan harmonis dengan masyarakat dan pemerintah daerah,” katanya.

Sebagai salah satu investasi strategis di wilayah barat Aceh, Amiruddin menilai PT Mifa layak mendapat dukungan dari semua pihak. Apalagi perusahaan ini terbukti taat terhadap aturan pertambangan dan aktif mendukung program-program sosial di daerah. “Kalau ada kekurangan, mari kita evaluasi bersama. Tapi jangan sampai hal itu menjadi alasan untuk merusak iklim investasi,” tegasnya.

Amiruddin juga mengajak masyarakat untuk bersikap adil dan objektif. Ia menekankan bahwa keberadaan investor yang patuh terhadap hukum dan memberikan kontribusi besar pada daerah adalah aset berharga yang harus dijaga. “Kita tidak boleh membiarkan fitnah dan provokasi merusak yang sudah baik,” sebutnya.

Menurutnya, iklim investasi yang stabil adalah kunci kemajuan ekonomi Aceh Barat. Maka dari itu, semua elemen masyarakat harus bersinergi menjaga kondusivitas. “Kalau kita ingin Aceh maju, maka dukunglah yang sudah terbukti bekerja dan menyumbang untuk daerah,” pungkas Amiruddin.

Ia menutup pernyataan dengan harapan agar polemik ini segera diselesaikan secara hukum, tanpa harus mengorbankan kepentingan masyarakat dan masa depan ekonomi daerah. “Mari kita jaga suasana damai dan saling menghormati. Jangan biarkan politik kekuasaan mengorbankan kesejahteraan rakyat,” tutupnya.

Berita Terkait

Nagan Raya Raih Juara Harapan I Paviliun Kuliner Terbaik di ACF 2026
Kemenkum Aceh Resmi Tetapkan Kepengurusan Baru DPP Partai Nusantara Aceh Periode 2026-2031
BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem, Aceh Siaga Menghadapi Ancaman Banjir dan Longsor
Masa Depan Dana Otsus Aceh Terancam, Pemerintah dan DPRA Didesak Ambil Langkah Strategis
Penanganan Bencana Aceh Dinilai Berlarut, Pemerintah Didesak Berikan Solusi Nyata
HUT ke-67 Pasukan Pelopor, Brimob Polda Aceh Teguhkan Komitmen Pengabdian kepada Masyarakat
Langkah Pertama di Kampus Biru, 910 Mahasiswa Baru USM Ikuti PKKMB 2026
Kapolda Aceh Ungkap Strategi Akselerasi Rekonstruksi Pascabencana, 265 Titik Sumur Bor Dibangun untuk Perkuat Ketahanan Masyarakat

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 03:48 WIB

Cukai Rokok yang Melempem dan Labirin Bisnis Ilegal yang Melanggeng

Rabu, 16 September 2026 - 03:44 WIB

Purbaya Diduga Ngotot Tarik Setoran Ratusan Triliun dari Danantara untuk Tambal APBN

Rabu, 16 September 2026 - 03:41 WIB

Polemik Setoran Rp 120 Triliun, CEO Danantara Akan Temui Menteri Keuangan

Rabu, 16 September 2026 - 03:37 WIB

Bahaya Zona Abu-abu: Menggugat Transparansi Aliran Keuntungan BUMN Pasca-Transisi

Rabu, 16 September 2026 - 03:33 WIB

Polemik Setoran Danantara: Menanti Kejelasan Arah Kebijakan di Era Baru

Rabu, 16 September 2026 - 03:23 WIB

Keberatan Setor Rp 120 T ke Negara, Danantara Bakal Bicarakan Nasib Dividen dengan Menkeu Baru

Rabu, 16 September 2026 - 03:17 WIB

Mengapa Purbaya Diganti? Menguji Kepercayaan di Balik Rotasi Kursi Bendahara Negara

Rabu, 16 September 2026 - 03:13 WIB

KPK Dalami Keterlibatan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dalam Pusaran Suap HGB Summarecon

Berita Terbaru