Warga Tujuh Desa di Kecamatan Pining Gayo Lues Masih Bertahan Tanpa Listrik Sejak Banjir Bandang Akhir Desember 2025

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 10 Januari 2026 - 00:24 WIB

50366 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES | Sudah lebih dari dua pekan pascabanjir bandang yang melanda wilayah Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, tujuh desa di wilayah tersebut masih belum tersambung kembali ke jaringan listrik. Akibatnya, masyarakat terpaksa hidup dalam kondisi gelap gulita setiap malam. Aktivitas menjadi terbatas, dan kebutuhan dasar seperti penerangan serta pengisian daya alat komunikasi harus ditempuh dengan usaha ekstra.

Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo, SIK melalui Kapolsek Pining, IPDA Safuandi, dalam pernyataannya yang dikutip dari kanal YouTube SINDOnews pada 10 Januari 2026, menjelaskan bahwa hingga saat ini warga dari sejumlah desa terdampak masih mendatangi pusat kegiatan di wilayah Pining untuk mengecas telepon genggam dan senter guna digunakan sebagai penerangan di rumah masing-masing. Kondisi ini terjadi lantaran listrik dari PLN belum juga pulih usai bencana banjir bandang terjadi pada 25 Desember 2025 lalu.

“Dapat kami informasikan bahwa sampai dengan saat ini, masyarakat masih mendatangi pos Pining untuk mengecas HP maupun senter. Ini digunakan sebagai penerangan di rumah karena sampai saat ini, pasca banjir melanda wilayah Gayo Lues khususnya Kecamatan Pining, listrik dari PLN belum hidup,” ungkap IPDA Safuandi dalam keterangan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

IPDA Safuandi menyebutkan, terdapat tujuh desa yang terdampak pemadaman listrik berkepanjangan, yakni Desa Kepelang, Desa Pintuime, Desa Ekan, Desa Persik, Desa Pining, Desa Lesten, dan Desa Pasir Putih. Ketujuh desa tersebut mengalami pemutusan aliran listrik total sejak banjir melanda kawasan tersebut.

Sebagai langkah tanggap darurat, Pos Polsek Pining bersama Forasda Aceh menyediakan satu unit genset yang digunakan secara gratis oleh masyarakat untuk mengisi daya perangkat seperti HP dan senter. Pelayanan ini dibuka setiap hari dan menjadi satu-satunya solusi sementara bagi warga yang membutuhkan penerangan saat malam hari.

“Pining tetap menyediakan fasilitas mengecas HP ataupun senter secara gratis kepada masyarakat hingga saat ini. Di Forasda Pining ini, kami menyiapkan satu genset yang digunakan untuk mengecas HP maupun senter. Setelah HP dan senter terisi baterai, masyarakat langsung kembali ke rumah dan menggunakannya sebagai penerangan,” kata IPDA Safuandi.

Warga yang datang ke pos tersebut umumnya meluangkan waktu beberapa jam untuk menunggu pengisian daya, kemudian kembali ke rumah masing-masing agar perangkat tersebut bisa digunakan sepanjang malam. Layanan ini menjadi krusial, terutama karena akses ke berbagai kebutuhan lain pun masih terbatas pascabanjir.

Situasi ini memperlihatkan masih minimnya pemulihan infrastruktur dasar di wilayah terdampak banjir. Beberapa akses jalan utama dan fasilitas umum juga diketahui mengalami kerusakan berat. Sampai berita ini diturunkan, belum ada pengumuman resmi dari pihak penyedia listrik mengenai jadwal pemulihan layanan di tujuh desa tersebut.

Masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pusat untuk mempercepat proses perbaikan jaringan listrik dan prasarana lainnya agar kehidupan warga bisa kembali normal. Dalam kondisi yang serba terbatas, solidaritas masyarakat dan bantuan dari aparat setempat menjadi harapan utama dalam menanggulangi dampak bencana yang masih terasa hingga kini. (RED)

Berita Terkait

Siswi Kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Orang Tua Desak Sekolah Bertindak
7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Polres Gayo Lues Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran Desa Lukup Baru
Hasan G Aman Selena Berpulang Kerahmatullah di RS Adam Malik Medan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
Usai Rapat Siaga Karhutla, Damkar Gayo Lues Hadapi Dua Kebakaran dalam Hitungan Jam
Antrean Panjang di Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane, Warga Keluhkan Sistem Buka-Tutup
Kadis Damkar Gayo Lues Gelar Rapat Siaga Karhutla

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 21:27 WIB

130 Mahasiswa FKIP Universitas Gunung Leuser Dilepas untuk Pengabdian PPL 2026, Siap Majukan Pendidikan Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:39 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:07 WIB

130 mahasiswa/mahasiswi FKIP universitas gunung lauser siap terjun untuk pengabdian lapangan,PPL 2026

Rabu, 2 September 2026 - 16:59 WIB

Hardikda Aceh ke-67: SMAN 1 Badar Tanam Pohon, Rawat Budaya, dan Asah Akhlak Siswa

Rabu, 2 September 2026 - 12:58 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Beri Penguatan kepada Bhabinkamtibmas, Tekankan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

Selasa, 1 September 2026 - 17:23 WIB

Cegah Karhutla, Polsek Babul Makmur Sambangi Warga dan Sosialisasikan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 16:44 WIB

Harumkan Aceh Tenggara, Nadira Yana Hasmi Raih Juara 2 Olimpiade Bahasa Arab Aceh dan Melaju ke Tingkat Nasional

Selasa, 1 September 2026 - 16:34 WIB

HARUMKAN ACEH TENGGARA, Finalis OSN Dikdas 2026 Raih Emas Nasional, Sabet The Best Overall dan The Best Theory

Berita Terbaru