GAYO LUES| Pasca banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, kondisi kesehatan warga mulai terdampak. Sejumlah pengungsi dilaporkan mengalami keluhan penyakit, utamanya gatal-gatal pada kulit, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta keram pada bagian kaki dan tangan. Situasi ini menambah tantangan dalam proses pemulihan pascabencana yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.
Salah satu warga Desa Pungke Jaya, Kecamatan Putri Betung, Marlina, mengaku harus rutin mendatangi posko kesehatan terdekat untuk mendapatkan pengobatan. Ia mengalami gejala berupa gatal-gatal, serta muncul rasa keram yang mengganggu pada tubuh bagian bawah. “Saya sering merasa keram di kaki dan tangan, ditambah gatal-gatal di kulit, jadi harus rutin berobat ke posko,” ujarnya, Sabtu (20/12/2025).
Kondisi ini tidak dialami Marlina seorang diri. Berdasarkan pemantauan tim relawan kesehatan yang diterjunkan ke lokasi oleh berbagai organisasi kemanusiaan, keluhan serupa juga dirasakan banyak warga lain, terutama yang tinggal di tenda-tenda pengungsian dengan fasilitas sanitasi dan air bersih yang masih terbatas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Relawan medis dari Daerah Istimewa Yogyakarta, dr. Hilmi, menyampaikan bahwa dalam sepekan terakhir sejak bertugas di Gayo Lues, mayoritas keluhan warga berkaitan dengan infeksi kulit dan gangguan pernapasan. “Keluhan yang paling banyak adalah gatal-gatal dan ISPA. Kami akan bertugas selama satu bulan dengan sistem mobile, berpindah dari satu posko ke posko lain di lokasi terdampak,” katanya.
Pendekatan pelayanan kesehatan yang dilakukan tim relawan bersifat keliling, untuk menjangkau pengungsi di berbagai titik pengungsian yang tersebar di wilayah kecamatan. Tidak semua warga dapat langsung menuju pusat layanan, sehingga sistem layanan bergerak dianggap sebagai solusi paling efektif dalam kondisi darurat seperti ini.
Untuk sementara, kebutuhan obat-obatan diklaim masih mencukupi. Menurut dr. Hilmi, tim membawa persediaan obat untuk keperluan 30 hari, termasuk obat-obatan dermatologi, antipiretik, serta antibiotik ringan guna penanggulangan infeksi saluran pernapasan atas. Namun, ia juga mengingatkan bahwa kebutuhan tambahan bisa saja mendesak bila intensitas penyakit meningkat dalam beberapa pekan ke depan.
Bencana banjir bandang yang terjadi akibat curah hujan tinggi pada awal Desember menyebabkan kerusakan yang cukup parah di beberapa kecamatan di Gayo Lues. Sejumlah rumah warga rusak, akses jalan sempat terputus, dan ratusan orang masih menetap di lokasi pengungsian akibat rumah mereka terendam atau hancur diterjang arus. Meski bala bantuan telah mulai berdatangan, tantangan di sektor kesehatan tetap menjadi perhatian utama, terutama dengan potensi munculnya penyakit menular akibat lingkungan yang tidak higienis.
Pemerintah Kabupaten Gayo Lues bersama organisasi sosial dan lembaga relawan terus mengupayakan distribusi logistik kesehatan dan pelayanan medis keliling secara berkelanjutan. Masyarakat diimbau tetap menjaga kebersihan lingkungan, rajin mencuci tangan, dan segera melaporkan keluhan kesehatan yang dirasakan kepada petugas medis di lapangan.
Selain upaya fisik pemulihan infrastruktur, perhatian terhadap kesehatan warga juga menjadi bagian penting dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana secara menyeluruh. Pemerintah daerah menegaskan bahwa kebutuhan dasar warga, termasuk hak atas layanan kesehatan, akan terus menjadi prioritas selama penanganan masa tanggap darurat ini berlangsung.







































