slot preparation.lsrs.lu

Warga Terdampak Banjir Bandang di Gayo Lues Alami Gatal-Gatal dan ISPA, Layanan Kesehatan Diperkuat

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 20 Desember 2025 - 22:38 WIB

50463 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES|  Pasca banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, kondisi kesehatan warga mulai terdampak. Sejumlah pengungsi dilaporkan mengalami keluhan penyakit, utamanya gatal-gatal pada kulit, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta keram pada bagian kaki dan tangan. Situasi ini menambah tantangan dalam proses pemulihan pascabencana yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.

Salah satu warga Desa Pungke Jaya, Kecamatan Putri Betung, Marlina, mengaku harus rutin mendatangi posko kesehatan terdekat untuk mendapatkan pengobatan. Ia mengalami gejala berupa gatal-gatal, serta muncul rasa keram yang mengganggu pada tubuh bagian bawah. “Saya sering merasa keram di kaki dan tangan, ditambah gatal-gatal di kulit, jadi harus rutin berobat ke posko,” ujarnya, Sabtu (20/12/2025).

Kondisi ini tidak dialami Marlina seorang diri. Berdasarkan pemantauan tim relawan kesehatan yang diterjunkan ke lokasi oleh berbagai organisasi kemanusiaan, keluhan serupa juga dirasakan banyak warga lain, terutama yang tinggal di tenda-tenda pengungsian dengan fasilitas sanitasi dan air bersih yang masih terbatas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Relawan medis dari Daerah Istimewa Yogyakarta, dr. Hilmi, menyampaikan bahwa dalam sepekan terakhir sejak bertugas di Gayo Lues, mayoritas keluhan warga berkaitan dengan infeksi kulit dan gangguan pernapasan. “Keluhan yang paling banyak adalah gatal-gatal dan ISPA. Kami akan bertugas selama satu bulan dengan sistem mobile, berpindah dari satu posko ke posko lain di lokasi terdampak,” katanya.

Pendekatan pelayanan kesehatan yang dilakukan tim relawan bersifat keliling, untuk menjangkau pengungsi di berbagai titik pengungsian yang tersebar di wilayah kecamatan. Tidak semua warga dapat langsung menuju pusat layanan, sehingga sistem layanan bergerak dianggap sebagai solusi paling efektif dalam kondisi darurat seperti ini.

Untuk sementara, kebutuhan obat-obatan diklaim masih mencukupi. Menurut dr. Hilmi, tim membawa persediaan obat untuk keperluan 30 hari, termasuk obat-obatan dermatologi, antipiretik, serta antibiotik ringan guna penanggulangan infeksi saluran pernapasan atas. Namun, ia juga mengingatkan bahwa kebutuhan tambahan bisa saja mendesak bila intensitas penyakit meningkat dalam beberapa pekan ke depan.

Bencana banjir bandang yang terjadi akibat curah hujan tinggi pada awal Desember menyebabkan kerusakan yang cukup parah di beberapa kecamatan di Gayo Lues. Sejumlah rumah warga rusak, akses jalan sempat terputus, dan ratusan orang masih menetap di lokasi pengungsian akibat rumah mereka terendam atau hancur diterjang arus. Meski bala bantuan telah mulai berdatangan, tantangan di sektor kesehatan tetap menjadi perhatian utama, terutama dengan potensi munculnya penyakit menular akibat lingkungan yang tidak higienis.

Pemerintah Kabupaten Gayo Lues bersama organisasi sosial dan lembaga relawan terus mengupayakan distribusi logistik kesehatan dan pelayanan medis keliling secara berkelanjutan. Masyarakat diimbau tetap menjaga kebersihan lingkungan, rajin mencuci tangan, dan segera melaporkan keluhan kesehatan yang dirasakan kepada petugas medis di lapangan.

Selain upaya fisik pemulihan infrastruktur, perhatian terhadap kesehatan warga juga menjadi bagian penting dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana secara menyeluruh. Pemerintah daerah menegaskan bahwa kebutuhan dasar warga, termasuk hak atas layanan kesehatan, akan terus menjadi prioritas selama penanganan masa tanggap darurat ini berlangsung.

Berita Terkait

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:00 WIB

Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama

Senin, 2 November 2026 - 13:26 WIB

Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 02:20 WIB

Jamaluddin Idham Raih Penghargaan JAB Award 2026 sebagai Wakil Rakyat Responsif dan Aspiratif

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Dekat dengan Masyarakat, Brimob Kompi 2 Batalyon C Pelopor Tebar Kebaikan di Nagan Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Temui Nelayan Gosong Telaga Aceh Singkil, Jamaluddin Idham: Suara Masyarakat Pesisir Harus Didengar dan Diperjuangkan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Masjid Giok Jadi Pusat Peringatan Milad GAM ke-50 di Nagan Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, Arief Martha Rahadyan Serukan Aksi Nyata Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Sambangi Petani di Sawah, Jamaluddin Idham Siap Perjuangkan Alsintan dan Infrastruktur Pertanian Simeulue

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:42 WIB