Gayo Lues – Di tengah keterbatasan akses pascabencana, warga Desa Pining, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, harus berjalan kaki hingga 10 jam untuk mengambil beras bantuan dari pos terdekat. Kondisi ini menjadi sorotan Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd., M.Si dalam rapat koordinasi penanganan bencana bersama Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah, yang digelar pekan ini.
Menurut Bupati, pasokan logistik yang disalurkan pemerintah sejatinya tersedia di pos bantuan terdekat, yakni Kampung Uring. Namun medan terjal dan rusaknya infrastruktur jalan membuat kendaraan tidak dapat menjangkau wilayah permukiman warga. Akibatnya, penduduk—termasuk lansia dan ibu-ibu—terpaksa menempuh perjalanan kaki belasan kilometer untuk mendapatkan bantuan pangan.
“Bayangkan, mereka harus berjalan sepuluh jam pulang-pergi hanya untuk menjemput beras. Mereka yang fisiknya lemah, seperti lansia dan para janda, jelas sangat kesulitan,” ujar Bupati Suhaidi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan bahwa kondisi ini merupakan indikator betapa gentingnya situasi di lapangan, khususnya di wilayah terdalam dan terluar Gayo Lues. Jalan antar-kecamatan putus total, dan jalur keluar-masuk kabupaten juga masih belum sepenuhnya dapat dilalui kendaraan berat.
Dalam forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues juga kembali memohon bantuan percepatan pembukaan jalur vital Aceh Tenggara–Blangkejeren serta optimalisasi distribusi BBM yang hingga kini masih sangat terbatas. Distribusi bahan bakar dari wilayah Abdya disebut hanya mampu mengangkut dua ton BBM, dengan medan yang ekstrem dan risiko tinggi.
“Listrik di Pendopo Bupati saja masih bergilir. Selebihnya, masyarakat dan fasilitas publik sangat tergantung pada genset,” tambahnya.
Masalah ketidaksinkronan data juga menjadi perhatian. Pemerintah Gayo Lues mencatat 95 jembatan mengalami kerusakan, sementara data provinsi menunjukkan hanya dua. Ketidakakuratan ini dinilai dapat menghambat distribusi bantuan dan pengambilan keputusan di tingkat pusat.
Menanggapi hal ini, Wakil Gubernur Aceh meminta setiap kabupaten segera menyampaikan data lengkap titik kerusakan dan kondisi daerah terisolasi, termasuk dalam bentuk titik koordinat geografis. Bantuan, katanya, siap didorong melalui jalur udara bila akses darat belum memungkinkan.
Kendati banyak kendala, Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi tinggi atas sinergi lintas sektor di Kabupaten Gayo Lues. Ia melihat langsung kekompakan antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah dalam menangani bencana lewat satu posko terpadu.
“Saya melihat sendiri saat berkunjung ke sana, semua unsur bergerak bersama. Ini patut diteladani,” ucap Fadhullah.
Sementara itu, langkah-langkah darurat terus dilakukan sembari menunggu bantuan dari pemerintah pusat. Namun hingga akses terbuka dan pasokan logistik mencukupi, warga Kecamatan Pining harus tetap bertahan—dengan berjalan kaki berjam-jam demi sekarung beras untuk makan hari ini. ***






































