Warga Pining Gayo Lues Harus Jalan Kaki 10 Jam Jemput Beras Bantuan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 17 Desember 2025 - 03:02 WIB

50423 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues – Di tengah keterbatasan akses pascabencana, warga Desa Pining, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, harus berjalan kaki hingga 10 jam untuk mengambil beras bantuan dari pos terdekat. Kondisi ini menjadi sorotan Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd., M.Si dalam rapat koordinasi penanganan bencana bersama Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah, yang digelar pekan ini.

Menurut Bupati, pasokan logistik yang disalurkan pemerintah sejatinya tersedia di pos bantuan terdekat, yakni Kampung Uring. Namun medan terjal dan rusaknya infrastruktur jalan membuat kendaraan tidak dapat menjangkau wilayah permukiman warga. Akibatnya, penduduk—termasuk lansia dan ibu-ibu—terpaksa menempuh perjalanan kaki belasan kilometer untuk mendapatkan bantuan pangan.

“Bayangkan, mereka harus berjalan sepuluh jam pulang-pergi hanya untuk menjemput beras. Mereka yang fisiknya lemah, seperti lansia dan para janda, jelas sangat kesulitan,” ujar Bupati Suhaidi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan bahwa kondisi ini merupakan indikator betapa gentingnya situasi di lapangan, khususnya di wilayah terdalam dan terluar Gayo Lues. Jalan antar-kecamatan putus total, dan jalur keluar-masuk kabupaten juga masih belum sepenuhnya dapat dilalui kendaraan berat.

Dalam forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues juga kembali memohon bantuan percepatan pembukaan jalur vital Aceh Tenggara–Blangkejeren serta optimalisasi distribusi BBM yang hingga kini masih sangat terbatas. Distribusi bahan bakar dari wilayah Abdya disebut hanya mampu mengangkut dua ton BBM, dengan medan yang ekstrem dan risiko tinggi.

“Listrik di Pendopo Bupati saja masih bergilir. Selebihnya, masyarakat dan fasilitas publik sangat tergantung pada genset,” tambahnya.

Masalah ketidaksinkronan data juga menjadi perhatian. Pemerintah Gayo Lues mencatat 95 jembatan mengalami kerusakan, sementara data provinsi menunjukkan hanya dua. Ketidakakuratan ini dinilai dapat menghambat distribusi bantuan dan pengambilan keputusan di tingkat pusat.

Menanggapi hal ini, Wakil Gubernur Aceh meminta setiap kabupaten segera menyampaikan data lengkap titik kerusakan dan kondisi daerah terisolasi, termasuk dalam bentuk titik koordinat geografis. Bantuan, katanya, siap didorong melalui jalur udara bila akses darat belum memungkinkan.

Kendati banyak kendala, Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi tinggi atas sinergi lintas sektor di Kabupaten Gayo Lues. Ia melihat langsung kekompakan antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah dalam menangani bencana lewat satu posko terpadu.

“Saya melihat sendiri saat berkunjung ke sana, semua unsur bergerak bersama. Ini patut diteladani,” ucap Fadhullah.

Sementara itu, langkah-langkah darurat terus dilakukan sembari menunggu bantuan dari pemerintah pusat. Namun hingga akses terbuka dan pasokan logistik mencukupi, warga Kecamatan Pining harus tetap bertahan—dengan berjalan kaki berjam-jam demi sekarung beras untuk makan hari ini. ***

Berita Terkait

Kapolres Gayo Lues Dampingi Bupati Tinjau Lesten: Pantau Pemulihan Pascabencana dan Salurkan Bantuan Langsung ke Warga
Bupati Gayo Lues Menembus Lesten: Mengawal Pemulihan Pascabencana di Tengah Medan Berat
Peringatan Isra Mi’raj di Gayo Lues Jadi Momentum Doa, Refleksi Bencana, dan Seruan Perbaikan Diri di Tengah Ujian Alam
Video Misionaris Beredar di Gayo Lues, Warga Pertanyakan Etika dan Izin Kegiatan Keagamaan di Tengah Bencana
Gempa Bermagnitudo 2,7 Guncang Gayo Lues, Terasa hingga Langsa
Akses Vital Warga Pulih, Jalan Penghubung Kute Reje–Soyo Kembali Dapat Dilalui Berkat Sinergi Polsek Terangun, Pemerintah Desa, dan Masyarakat
Polsek Blangkejeren Hadiri Peringatan Isra’ Mi’raj di Ponpes Bunayya, Bangun Semangat Keagamaan di Kalangan Santri
Kapolres Gayo Lues Bersama Forkopimda Sambut Kedatangan Kapolda Aceh Tinjau Pengungsi Banjir dan Longsor

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 22:12 WIB

UGP Takengon dan O2 Course Resmi Jalin Kerja Sama Strategis Penguatan Kompetensi Bahasa Inggris

Senin, 12 Januari 2026 - 21:24 WIB

Sambangi Rusip Antara, Relawan Masjid Nusantara Kembali Salurkan Bantuan

Kamis, 8 Januari 2026 - 17:58 WIB

Bantu Korban Longsor-Banjir Sumatera, Komunitas Gayo Peduli Sediakan Nasi Putih Gratis di Enam Posko di Takengon

Kamis, 8 Januari 2026 - 00:58 WIB

Tim Medis Terpadu Tempuh Medan Ekstrem demi Jangkau Penyintas Banjir di Aceh Tengah

Selasa, 6 Januari 2026 - 01:24 WIB

Yayasan Pasak Reje Linge Open Donasi Longsor-Banjir Aceh, Sumut, dan Sumbar

Senin, 5 Januari 2026 - 13:16 WIB

Gotong Royong Polri, Brimob, dan Relawan, Jembatan Darurat Sungai Kala Ili Akhirnya Bisa Dilalui Warga

Senin, 5 Januari 2026 - 00:41 WIB

Kementerian PU Tangani Cepat Pascabanjir di Jembatan Lumut Ruas Takengon–Isé-Isé, Dukung Pemulihan Konektivitas Aceh Tengah

Minggu, 4 Januari 2026 - 00:59 WIB

PMI Aceh Tengah Salurkan Bantuan Sembako Untuk Korban Banjr Dan Longsor

Berita Terbaru

ARTIKEL

capaian Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Tenggara

Rabu, 21 Jan 2026 - 14:11 WIB