Warga Marpunge Bertaruh Nyawa Demi Pangan Lewat Bukit Terjal ke Aceh Tenggara

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 14 Desember 2025 - 22:41 WIB

50310 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES, Sabtu, 14 Desember 2025 — |  Warga Desa Marpunge, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, masih harus menghadapi tantangan besar untuk memperoleh kebutuhan pokok. Akses jalan yang terputus total memaksa mereka berjalan kaki melintasi bukit yang terjal menuju Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, demi membeli bahan makanan.

Setiap hari, warga menempuh jalur ekstrem dengan medan menanjak dan licin, hanya berpegangan pada seutas kabel bekas di beberapa titik. Jalur tersebut menjadi satu-satunya pilihan untuk mencapai daerah yang memiliki pasokan logistik memadai. Pemandangan warga memanggul karung berisi beras, mie instan, dan minyak goreng, menjadi keseharian yang mengkhawatirkan di tengah kondisi bencana yang belum sepenuhnya tertangani.

“Terpaksa kami ambil bahan makanan dari Aceh Tenggara. Lebih dekat ke sana, kalau ke Gayo Lues jalannya putus total,” kata Sapwan, warga Desa Marpunge, Minggu (14/12). Saat ini, sebagian besar kebutuhan pokok di Gayo Lues sulit didapatkan, bahkan harganya melonjak tinggi. Sebaliknya, di Kutacane, Aceh Tenggara, bahan makanan lebih mudah diperoleh, meski untuk itu mereka harus mempertaruhkan keselamatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Desa Marpunge dan Desa Rumah Bundar di Kecamatan Ketambe merupakan dua desa yang berada pada garis perbatasan antara Gayo Lues dan Aceh Tenggara. Keduanya kini dalam kondisi nyaris terisolasi karena akses kendaraan belum pulih. Belum adanya distribusi logistik secara merata juga memperburuk keadaan.

Akses yang terputus bukan hanya menghambat jalur distribusi bantuan, tetapi juga menjadikan kebutuhan dasar seperti makanan dan air bersih menjadi langka. Jalur darat yang biasa digunakan kini tak bisa dilalui kendaraan, sementara kondisi cuaca yang tak menentu memperparah situasi.

Dalam kondisi ini, warga Marpunge terus berinisiatif untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri, meski dengan risiko tinggi. Tidak sedikit warga perempuan dan lansia yang ikut menempuh jalur berbahaya karena keterbatasan angkutan dan bantuan dari luar yang belum menjangkau desa mereka.

Sejumlah pihak berharap pemerintah dapat segera membuka kembali akses jalan yang terputus serta mempercepat distribusi logistik ke wilayah yang terdampak. Langkah ini dinilai penting untuk menjamin hak dasar warga serta mencegah penderitaan yang berkepanjangan.

Hingga kini, belum ada kepastian kapan jalur menuju Gayo Lues dapat difungsikan kembali. Pemerintah daerah, bersama BNPB dan TNI-Polri, didorong untuk menempatkan fokus pada penanganan darurat infrastruktur agar mobilitas barang dan bantuan dapat segera dilakukan secara merata. (*)

Berita Terkait

Kapolres Gayo Lues Dampingi Bupati Tinjau Lesten: Pantau Pemulihan Pascabencana dan Salurkan Bantuan Langsung ke Warga
Bupati Gayo Lues Menembus Lesten: Mengawal Pemulihan Pascabencana di Tengah Medan Berat
Peringatan Isra Mi’raj di Gayo Lues Jadi Momentum Doa, Refleksi Bencana, dan Seruan Perbaikan Diri di Tengah Ujian Alam
Video Misionaris Beredar di Gayo Lues, Warga Pertanyakan Etika dan Izin Kegiatan Keagamaan di Tengah Bencana
Gempa Bermagnitudo 2,7 Guncang Gayo Lues, Terasa hingga Langsa
Akses Vital Warga Pulih, Jalan Penghubung Kute Reje–Soyo Kembali Dapat Dilalui Berkat Sinergi Polsek Terangun, Pemerintah Desa, dan Masyarakat
Polsek Blangkejeren Hadiri Peringatan Isra’ Mi’raj di Ponpes Bunayya, Bangun Semangat Keagamaan di Kalangan Santri
Kapolres Gayo Lues Bersama Forkopimda Sambut Kedatangan Kapolda Aceh Tinjau Pengungsi Banjir dan Longsor

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 22:12 WIB

UGP Takengon dan O2 Course Resmi Jalin Kerja Sama Strategis Penguatan Kompetensi Bahasa Inggris

Senin, 12 Januari 2026 - 21:24 WIB

Sambangi Rusip Antara, Relawan Masjid Nusantara Kembali Salurkan Bantuan

Kamis, 8 Januari 2026 - 17:58 WIB

Bantu Korban Longsor-Banjir Sumatera, Komunitas Gayo Peduli Sediakan Nasi Putih Gratis di Enam Posko di Takengon

Kamis, 8 Januari 2026 - 00:58 WIB

Tim Medis Terpadu Tempuh Medan Ekstrem demi Jangkau Penyintas Banjir di Aceh Tengah

Selasa, 6 Januari 2026 - 01:24 WIB

Yayasan Pasak Reje Linge Open Donasi Longsor-Banjir Aceh, Sumut, dan Sumbar

Senin, 5 Januari 2026 - 13:16 WIB

Gotong Royong Polri, Brimob, dan Relawan, Jembatan Darurat Sungai Kala Ili Akhirnya Bisa Dilalui Warga

Senin, 5 Januari 2026 - 00:41 WIB

Kementerian PU Tangani Cepat Pascabanjir di Jembatan Lumut Ruas Takengon–Isé-Isé, Dukung Pemulihan Konektivitas Aceh Tengah

Minggu, 4 Januari 2026 - 00:59 WIB

PMI Aceh Tengah Salurkan Bantuan Sembako Untuk Korban Banjr Dan Longsor

Berita Terbaru

ARTIKEL

capaian Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Tenggara

Rabu, 21 Jan 2026 - 14:11 WIB