GAYO LUES, Sabtu, 14 Desember 2025 — | Warga Desa Marpunge, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, masih harus menghadapi tantangan besar untuk memperoleh kebutuhan pokok. Akses jalan yang terputus total memaksa mereka berjalan kaki melintasi bukit yang terjal menuju Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, demi membeli bahan makanan.
Setiap hari, warga menempuh jalur ekstrem dengan medan menanjak dan licin, hanya berpegangan pada seutas kabel bekas di beberapa titik. Jalur tersebut menjadi satu-satunya pilihan untuk mencapai daerah yang memiliki pasokan logistik memadai. Pemandangan warga memanggul karung berisi beras, mie instan, dan minyak goreng, menjadi keseharian yang mengkhawatirkan di tengah kondisi bencana yang belum sepenuhnya tertangani.
“Terpaksa kami ambil bahan makanan dari Aceh Tenggara. Lebih dekat ke sana, kalau ke Gayo Lues jalannya putus total,” kata Sapwan, warga Desa Marpunge, Minggu (14/12). Saat ini, sebagian besar kebutuhan pokok di Gayo Lues sulit didapatkan, bahkan harganya melonjak tinggi. Sebaliknya, di Kutacane, Aceh Tenggara, bahan makanan lebih mudah diperoleh, meski untuk itu mereka harus mempertaruhkan keselamatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Desa Marpunge dan Desa Rumah Bundar di Kecamatan Ketambe merupakan dua desa yang berada pada garis perbatasan antara Gayo Lues dan Aceh Tenggara. Keduanya kini dalam kondisi nyaris terisolasi karena akses kendaraan belum pulih. Belum adanya distribusi logistik secara merata juga memperburuk keadaan.
Akses yang terputus bukan hanya menghambat jalur distribusi bantuan, tetapi juga menjadikan kebutuhan dasar seperti makanan dan air bersih menjadi langka. Jalur darat yang biasa digunakan kini tak bisa dilalui kendaraan, sementara kondisi cuaca yang tak menentu memperparah situasi.
Dalam kondisi ini, warga Marpunge terus berinisiatif untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri, meski dengan risiko tinggi. Tidak sedikit warga perempuan dan lansia yang ikut menempuh jalur berbahaya karena keterbatasan angkutan dan bantuan dari luar yang belum menjangkau desa mereka.
Sejumlah pihak berharap pemerintah dapat segera membuka kembali akses jalan yang terputus serta mempercepat distribusi logistik ke wilayah yang terdampak. Langkah ini dinilai penting untuk menjamin hak dasar warga serta mencegah penderitaan yang berkepanjangan.
Hingga kini, belum ada kepastian kapan jalur menuju Gayo Lues dapat difungsikan kembali. Pemerintah daerah, bersama BNPB dan TNI-Polri, didorong untuk menempatkan fokus pada penanganan darurat infrastruktur agar mobilitas barang dan bantuan dapat segera dilakukan secara merata. (*)






































