slot preparation.lsrs.lu

Warga Antre Bantuan di Pedalaman Gayo Lues, Distribusi Logistik Masih Dikeluhkan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 25 Desember 2025 - 02:56 WIB

50380 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES, 24 Desember 2025 — Suasana haru menyelimuti Desa Pepelah, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, saat sejumlah warga mengantre untuk menerima bantuan logistik dari pemerintah. Antrean panjang itu menjadi potret nyata betapa kebutuhan dasar masih menjadi persoalan utama pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah pedalaman Gayo Lues sejak akhir November lalu. Sebagian warga tampak membawa anak-anak, sementara yang lain memikul karung untuk menampung bantuan yang datang.

Menurut laporan yang dihimpun hingga Senin (22/12), pemerintah menyalurkan sejumlah bantuan berupa beras, air mineral, roti, serta kebutuhan bayi ke delapan desa yang terisolasi, yakni Desa Gajah, Uring, Pepelah, Pintu Rime, Ekan, Pertik, Pining, Lesten, dan Pasir Putih. Bantuan disalurkan melalui jalur darat maupun udara, tergantung akses ke lokasi yang hingga kini masih sulit dilalui kendaraan akibat kerusakan infrastruktur.

Namun, di tengah proses distribusi, keluhan masyarakat terkait ketidakmerataan pembagian bantuan ikut mencuat. Dalam percakapan yang beredar luas di media sosial, terdengar dialog antara Bupati Gayo Lues, Suhaidi, dengan warga ketika meninjau langsung ke Kecamatan Pining pada Rabu (24/12). Dalam potongan video pertemuan tersebut, seorang warga mengungkapkan keresahan mengenai distribusi bantuan yang dinilai tidak adil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau mendistribusikan itu harus pada orang yang akan dipercaya, bang. Orang yang tua-tua nggak ada dapat. Banyak emak-emak kemarin cuma menangis saja,” kata seorang warga dalam pembicaraan itu. Warga lain menambahkan bahwa sebagian penerima bantuan justru bukan golongan yang membutuhkan, sementara warga rentan seperti lansia dan perempuan tidak mendapat jatah.

Keluhan itu disampaikan dengan nada lirih namun penuh tekanan batin, menggambarkan betapa getirnya perjuangan masyarakat menghadapi kesulitan bertahan hidup di tengah kondisi darurat. Dalam suasana yang masih dalam tahap pemulihan, solidaritas sosial menjadi hal yang sangat dibutuhkan. Namun justru ketimpangan dalam pembagian bantuan menimbulkan potensi konflik internal di komunitas kecil yang sedang menghadapi krisis.

Bupati Suhaidi dalam respons cepatnya mengupayakan evaluasi terhadap sistem distribusi bantuan, seraya meminta masyarakat untuk memastikan bahwa setiap bantuan sampai kepada yang berhak menerima. Ia menekankan pentingnya transparansi dan kepercayaan dalam penyaluran bantuan guna menjangkau kelompok paling rentan.

“Saya minta ini dibagikan untuk semua yang betul-betul membutuhkan. Kalau ada yang tidak adil, kita perbaiki bersama. Jangan sampai orang yang seharusnya dibantu justru terabaikan,” ujar Suhaidi saat menanggapi aduan warga.

Dengan kondisi sebagian besar desa di pedalaman masih terisolasi dan keterbatasan akses logistik yang tinggi, pemerintah daerah mengakui masih adanya sejumlah tantangan di lapangan. Sejak status darurat bencana ditetapkan, dukungan berbagai pihak—mulai dari TNI, Polri, BPBD, hingga masyarakat lokal—terus dikerahkan untuk menjangkau wilayah terdampak.

Di tengah antisipasi perayaan akhir tahun yang dibatasi karena masa pemulihan bencana, perhatian terhadap isu kemanusiaan menjadi sorotan utama. Masyarakat Gayo Lues berharap distribusi bantuan dapat dilakukan dengan lebih merata dan adil agar semangat gotong royong dan kepedulian sosial tetap menjadi pondasi kuat untuk bangkit dari musibah bersama.***

Berita Terkait

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:00 WIB

Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama

Senin, 2 November 2026 - 13:26 WIB

Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 02:20 WIB

Jamaluddin Idham Raih Penghargaan JAB Award 2026 sebagai Wakil Rakyat Responsif dan Aspiratif

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Dekat dengan Masyarakat, Brimob Kompi 2 Batalyon C Pelopor Tebar Kebaikan di Nagan Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Temui Nelayan Gosong Telaga Aceh Singkil, Jamaluddin Idham: Suara Masyarakat Pesisir Harus Didengar dan Diperjuangkan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Masjid Giok Jadi Pusat Peringatan Milad GAM ke-50 di Nagan Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, Arief Martha Rahadyan Serukan Aksi Nyata Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Sambangi Petani di Sawah, Jamaluddin Idham Siap Perjuangkan Alsintan dan Infrastruktur Pertanian Simeulue

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:42 WIB