Banda Aceh – Universitas Serambi Mekkah (USM) berkomitmen dalam program pengabdian kepada masyarakat dengan menurunkan sebanyak 50 mahasiswa terlibat langsung dalam Program Mahasiswa Berdampak Masyarakat Berdampak Diktisantek dalam Pemulihan Bencana di Sumatera Tahun 2026.
Sebelum diberangkatkan ke lokasi pengabdian, para mahasiswa diberian wejangan dan bimbingan dalam penanganan dampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie jaya, Rombongan dilepas secara resmi oleh Wakil Rektor III Bidang kemahasiswaan, Dr. Hambali, M.Pd dan di hadiri oleh Para wakil Rektor, ketua LPPM, dalam sebuah seremoni yang digelar di aula kampus USM.
Pelepasan ini menjadi simbol dukungan penuh pimpinan universitas terhadap peran aktif mahasiswa dalam membantu masyarakat terdampak bencana di Sumatera khususnya di Provinsi Aceh Gampong Beurawang, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Siaran pers yang diterima Baranews.co pada Kamis (5/2/2026), menyebutkan bahwa para mahasiswa diberikan Pembekalan terkait dengan program yang akan dilakukan selama satu bulan sejak Tanggal 28 Januari s/d 28 Februari 2026 berada di lapangan oleh tim dosen Susmanto, S.Kom., M.Kom dan Ir. Vera Viena, ST., MT.
Adapun mahasiswa yang terlibat berasal dari BEM FKM, Himpunan Teknik Komputer (HIMTEKOM) dan Himpunan Teknik Lingkungan (HMTL) yang terdiri dari lintas angkatan dan lintas Program Studi.
Melalui program mahasiswa berdampak ini diharapkan mahasiswa menyelesaikan 160 JKEM dengan menerapkan Kompetensi dalam mengaplikasikan bidang keahlian serta memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dalam penyelesaian permasalahan masyarakat serta, Mampu bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan dan pencapaian hasil kegiatan kemasyarakatan.
Mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam pemulihan Akses Air bersih dan sanitasi layak pasca bencana melalui teknologi tepat guna di Gampong Beurawang, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya Aceh”, program ini dirancang sebagai upaya percepatan pemulihan masyarakat terdampak bencana, khususnya dalam aspek Akses Air bersih dan Sanitasi Layak.
Ketua tim Pengusul Mahasiswa Berdampak, Burhanuddin Syam, S.KM., M.Kes menyampaikan bahwa kondisi pascabencana masih membutuhkan pendampingan berkelanjutan, terutama pada sektor Kesehatan dan sosial ekonomi masyarakat. Program Mahasiswa Berdampak ini menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam membantu masyarakat pascabencana.
Selama kegiatan berlangsung nantinya, mahasiswa melaksanakan berbagai aktivitas, mulai dari survei lapangan, pendataan air bersih pascabanjir, pembersihan lingkungan, dengan melibatkan mitra karang taruna dan pendampingan kelompok ibu-ibu PKK.
Luaran Program mahasiswa berdampak adalah berupa penerapan teknologi dan inovasi melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat pada setiap kelompok mitra sasaran sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan kelompok masyarakat dalam rangka pemulihan dampak bencana dan penguatan kapasitas masyarakat gampong beurawang.
Penyambutan mahasiswa berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan di Meunasah Beurawang dalam sambutannya Keuchik Gampong beurawang Yusra, ST di dampingi ketua karang taruna Feri Juardi dan Ibu Kelompok PKK Muliani serta Perangkat Desa yang ikut hadir, Bahwasanya program Mahasiswa berdampak sejalan dengan agenda pascabencana pemulihan Akses Air bersih, sanitasi layak serta pendampingan ibu-ibu PKK pascabencana . Ia menilai kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kecamatan, aparatur gampong, serta kelompok masyarakat menjadi kunci agar program tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu memberi dampak nyata dan berkelanjutan bagi warga.
Melalui Program Mahasiswa Berdampak, menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam pemulihan bencana dan pembangunan masyarakat, di wilayah Sumatera, khususya Aceh. (*)





































