GAYO LUES | Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Duka mendalam menyelimuti masyarakat Kota Langsa dan Tanah Gayo atas wafatnya salah satu ulama kharismatik dan intelektual Islam terkemuka, Tgk. Dr. H. Sulaiman Ismail Langsa. Almarhum berpulang ke rahmatullah pada hari Jumat, 2 Januari 2026 pukul 09.30 WIB di Kota Langsa. Kabar duka tersebut tersebar luas dan segera mendapat respons belasungkawa dari berbagai kalangan, baik dari dunia pendidikan, tokoh agama, maupun masyarakat umum.
Almarhum dikenal sebagai sosok yang bersahaja, penuh keteladanan, serta memiliki dedikasi tinggi dalam dunia pendidikan Islam dan dakwah. Sebagai dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Cut Kala Langsa, almarhum telah mengabdikan diri dalam mencetak generasi muda Islam yang berilmu dan berakhlak mulia. Ribuan mahasiswa dan alumni merasakan langsung ilmu, nasihat, serta bimbingan moral dan spiritual dari beliau. Selain dikenal sebagai akademisi, beliau juga merupakan ulama besar yang dihormati di wilayah Langsa dan Tanah Gayo.
Semasa hidupnya, almarhum aktif dalam kegiatan keagamaan, mulai dari pengajian masyarakat, ceramah keislaman, hingga menjadi rujukan utama dalam persoalan-persoalan fiqih, tasawuf, dan kehidupan beragama masyarakat Aceh Timur dan sekitarnya. Karismanya tak hanya terpancar dari kedalaman ilmu, tetapi juga dari kelembutan budi pekerti dan kesederhanaannya dalam menjalani hidup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Karya-karya keilmuannya banyak dijadikan rujukan oleh para santri dan cendekiawan muda Islam di Aceh, baik dalam bentuk tulisan maupun ceramah-ceramahnya yang disimpan dan disebarluaskan oleh para murid dan jamaahnya. Tak sedikit pula yang menjadikannya sebagai panutan dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan. Komitmennya terhadap pembangunan moral masyarakat tampak dari keterlibatannya yang aktif dalam berbagai forum keislaman dan program pemberdayaan umat.
Berpulangnya Tgk. Dr. H. Sulaiman Ismail Langsa menyisakan duka yang sangat mendalam. Banyak pihak menyampaikan belasungkawa serta doa bagi almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Di antara doa yang banyak dilantunkan masyarakat sebagai wujud cinta dan harapan untuk almarhum adalah:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَه وَارْحَمْه وَعَافِه وَاعْفُ عَنْه، وَأَكْرِمْ نُزُلَه، وَوَسِّعْ مَدْخَلَه، وَاغْسِلْه بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّه مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْه دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِه، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِه، وَأَدْخِلْه الْجَنَّةَ، وَأَعِذْه مِنْ عَذَابِ الْقَبْر.
Doa dan harapan terbaik mengiringi kepergian beliau. Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni dosa-dosanya, dilapangkan kuburnya, serta ditempatkan di Jannatul Firdaus bersama para shalihin dan ulama yang dicintai Allah SWT. Warisan ilmu dan keteladanan hidup yang telah ditinggalkan akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir, sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa ilmu yang bermanfaat merupakan salah satu amal yang pahalanya tidak akan terputus meski seseorang telah meninggal dunia.
Selamat jalan, ulama kami, guru kami, ayahanda kami. Semoga damai di sisi-Nya, dan segenap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan iman dalam menerima takdir terbaik dari Sang Maha Pengasih. (RED)







































