Tulang dan Kantong Jenazah Ditemukan di Proyek RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 7 Oktober 2025 - 01:57 WIB

50393 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH BARAT | Tumpukan tulang, kantong jenazah, dan pakaian yang diduga milik manusia ditemukan di lokasi proyek pembangunan di kompleks RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Temuan ini mengejutkan para pekerja proyek yang saat itu tengah melakukan penggalian tanah, Senin (6/10/2025).

Temuan tersebut segera dilaporkan kepada pihak manajemen rumah sakit dan diteruskan ke Kepolisian Resor Aceh Barat. Menindaklanjuti laporan itu, Tim Identifikasi dan Forensik (Inafis) Polres Aceh Barat langsung dikerahkan ke lokasi guna melakukan penyelidikan awal.

“Masih dalam penanganan tim Inafis,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Barat, AKP Robi Afrizal, saat dikonfirmasi. Ia menyebut belum dapat memberikan keterangan secara rinci dan menyarankan untuk turut meminta informasi dari pihak rumah sakit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, dr Ilum Anam, membenarkan adanya temuan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa manajemen rumah sakit juga terkejut saat mendapatkan informasi dari pihak pelaksana proyek.

“Kami juga kaget dengan temuan ini,” ujar Ilum Anam.

Ia menduga tulang dan kantong jenazah yang ditemukan berasal dari jasad korban tsunami tahun 2004. Dugaan itu menguat, lantaran ditemukan pula potongan pakaian yang diperkirakan milik korban bencana alam tersebut.

“Saya belum tahu pasti apa saja yang ditemukan tadi, tapi polisi sudah kirim tim Inafis ke lokasi,” jelasnya.

Pembangunan yang tengah berlangsung di kompleks rumah sakit diketahui sedang dalam tahap awal pekerjaan konstruksi. Aktivitas penggalian dilakukan untuk keperluan pondasi bangunan baru. Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan informasi lanjutan mengenai hasil identifikasi atau langkah selanjutnya terkait penemuan tersebut.

Pihak rumah sakit dan kepolisian masih terus berkoordinasi untuk memastikan identitas dan asal usul temuan tersebut, sembari menunggu proses penyelidikan oleh tim forensik. (*)

Berita Terkait

Kegiatan Psikososial Bintang Kecil Kolaboratif Sukses; Zakari Aditya: Fokus Utama Kami Adalah Anak-anak Terdampak Bencana
Wujud Solidaritas, IPELMAWAR Meulaboh Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Lhok Malee
Rakor Bersama BNPB, Bupati TRK Harap Masyarakat Bisa Tempati Huntara Sebelum Ramadan
Hadiri Program Malam Donasi Parkside Meuligoe Hotel; RPMM: Program Ini Luar Biasa!
PTMSI Nagan Raya Mengikuti Try Out Di Aceh Barat Untuk Melatih Mental Menuju PORA 2026
RPMM Kembali Open Donasi; Relawan: Kali Ini Untuk Penyaluran Aceh Utara, Aceh Timur dan Aceh Tamiang
Jum’at Berkah: Lembaga Pejuang Srikandi Aceh Barat Peduli Tanggap Darurat Bencana Salurkan Bantuan Sosial
Dua Rumah Wartawan SWI Hanyut Akibat Banjir Bandang di Beutong Ateuh Banggalang

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:33 WIB

156 Ribu Anak Aceh Terancam Stunting, APBA 2026 Nihil Anggaran, Sekda Aceh Dinilai Gagal Terjemahkan Visi Gubernur

Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:28 WIB

Ketua Umum DEMA Ushuluddin dan Filsafat Kecam Pengadaan Mobil Dinas BRA Sebesar 20 Miliyar

Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:14 WIB

Dana Bencana Rp132 Miliar Dipertanyakan, Alamp Aksi Desak Sekda Bertanggung Jawab dan KPK Turun Tangan

Rabu, 28 Januari 2026 - 02:10 WIB

Menjelang Pemilihan Rektor USK, Tujuh BEM Fakultas Ungkap Retaknya Representasi Mahasiswa

Rabu, 28 Januari 2026 - 01:20 WIB

Tata Kelola Birokrasi Amburadul dan Penanganan Bencana Lamban, Pergantian Sekda Aceh Tak Bisa Ditunda

Selasa, 27 Januari 2026 - 01:54 WIB

Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh Gelar Upacara Hari Pabean Internasional 2026

Minggu, 25 Januari 2026 - 01:23 WIB

Ketua Umum HMI FKIP USK: Pengadaan Mobil Dinas BRA Rp20 Miliar adalah Penghinaan di Tengah Duka Aceh

Sabtu, 24 Januari 2026 - 01:53 WIB

Soal Rekomendasi IUP, Pernyataan Klaim Sekdis DPMPTSP Aceh Selatan Dinilai Menyesatkan Publik

Berita Terbaru