Gayo Lues, 5 Januari 2026 — Sejak bencana alam melanda sejumlah wilayah di Aceh, kehadiran Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak hanya terasa dalam aspek pertahanan, tetapi juga dalam misi-misi kemanusiaan. Di Kabupaten Gayo Lues, TNI bergerak bersama Pemerintah Kabupaten untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak di desa-desa yang sulit dijangkau. Salah satu daerah terdampak yang menjadi perhatian adalah Desa Blangtemung di Kecamatan Dabun Gelang, tempat distribusi bantuan dilakukan secara langsung oleh Wakil Bupati Gayo Lues, H. Maliki.
Didampingi jajaran TNI dari Kodim 0113/Gayo Lues dan Batalyon Infanteri TP 855/Raksasa Dharma, serta personel Pos Ramil Dabun Gelang, Wakil Bupati menyusuri jalur terputus dan mendaki medan berat menuju pemukiman warga yang terisolasi. Medan sulit akibat rusaknya infrastruktur jalan dan jembatan membuat kendaraan hanya dapat melaju hingga Jembatan Geruguh, sebelum seluruh bantuan diangkut secara manual oleh para prajurit.
Di tengah keterbatasan sarana dan hujan yang masih kerap mengguyur, personel TNI berjalan kaki menyusuri jalur darat berbukit sambil memikul logistik demi memastikan bantuan tiba langsung di tangan warga. Kesulitan tidak menghalangi semangat para prajurit dan aparat daerah dalam menjalankan tugas kemanusiaan yang kini jadi bagian tak terpisahkan dari pekerjaan sehari-hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bantuan yang dibawa mencakup kebutuhan pokok dan barang-barang penting, antara lain 130 sak beras seberat 5 kilogram, 180 kilogram gula pasir, 120 kilogram minyak goreng, 80 kilogram ikan asin, serta puluhan dus susu anak, mi instan, biskuit, pampers bayi, minyak kayu putih, dan obat-obatan. Semua logistik dibagi sesuai kebutuhan warga di posko-posko desa, di bawah pengawasan aparat dan perangkat desa setempat.
Dalam sambutannya di depan warga, Wakil Bupati Maliki mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan bantuan semaksimal mungkin dan membagikannya secara adil bagi mereka yang paling membutuhkan. Pemerintah daerah, ujar dia, berkomitmen terus hadir bersama masyarakat dalam masa pemulihan ini.
Ia juga mengajak warga untuk terus berkoordinasi dengan Babinsa dan perangkat desa dalam menyampaikan kebutuhan mendesak serta melaporkan dampak bencana yang terjadi, terutama pada sektor-sektor strategis masyarakat seperti pertanian dan perkebunan. Ia menilai data kerugian yang akurat penting sebagai dasar penyusunan langkah-langkah pemulihan jangka panjang.
Kepada para pengulu desa, Wakil Bupati meminta agar dilakukan pendataan riil terhadap kerusakan dan kerugian warga, termasuk lahan pertanian dan tanaman produktif. Dengan adanya data tersebut, ia berharap pemerintah dapat menyalurkan bentuk bantuan lanjutan yang lebih tepat sasaran.
Dari pihak masyarakat, Pengulu Desa Blangtemung menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kerja nyata dari jajaran TNI, pemerintah daerah, dan relawan. Ia menuturkan, kehadiran para prajurit di desa mereka membawa semangat baru dan harapan bagi masyarakat yang selama beberapa waktu terakhir sempat terisolasi.
Misi kemanusiaan ini kembali menegaskan peran TNI yang tidak hanya hadir saat krisis keamanan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam mengatasi krisis kemanusiaan. Di tengah ancaman bencana dan berbagai keterbatasan di lapangan, keberadaan prajurit di tengah masyarakat menjadi simbol pengabdian yang melekat tak hanya pada negara, tetapi juga kepada rakyat yang tengah berjuang untuk bangkit. (*)






































