Gayo Lues, 24 Desember 2025 — TNI Angkatan Udara mengerahkan helikopter HT-7204 guna menyalurkan bantuan logistik ke wilayah terdampak bencana di Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Bantuan dikirim melalui jalur udara langsung dari Pangkalan Udara Soewondo Medan setelah akses darat menuju lokasi terdampak sulit dilalui akibat kondisi geografis dan risiko longsor yang masih tinggi.
Dalam misi kemanusiaan ini, TNI AU mengangkut total dua ton bantuan logistik, yang disalurkan masing-masing satu ton ke dua desa terdampak, yakni Desa Ekan dan Desa Pepelah. Pemilihan jalur udara sebagai metode distribusi dinilai menjadi solusi paling efektif mengingat kondisi jalan yang tidak stabil serta curamnya medan menuju desa-desa tersebut.
Sejak diterjang bencana beberapa hari terakhir, warga dua desa di Kecamatan Pining terpaksa mengungsi ke tenda-tenda darurat yang berada di lereng gunung. Pantauan dari udara menunjukkan kondisi pengungsian masih jauh dari layak. Sebagian besar tenda berada di bahu jalan pegunungan dengan kemiringan tajam, menambah ancaman bagi warga yang memilih bertahan di sana akibat kondisi rumah yang tak lagi aman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Aliran air dari pegunungan yang tak kunjung surut membuat pemukiman warga di Desa Pepelah terus terancam longsor. Dalam kondisi seperti itu, warga tidak punya pilihan selain tetap menetap di pengungsian demi keselamatan keluarga. Sementara untuk kebutuhan air bersih, warga harus menempuh jarak cukup jauh berjalan kaki mengambil air dari aliran bekas longsoran di tepi jalan, yang sedikit lebih aman dan belum tercemar.
Bantuan pangan seperti beras dan bahan kebutuhan pokok lainnya memang masih terus disalurkan, namun jumlahnya terbatas. Distribusi logistik masih bergantung pada cuaca dan operasional helikopter, sebab kondisi perbukitan dan hutan lebat di sekeliling permukiman menyulitkan pendaratan langsung di beberapa titik. Meski demikian, TNI AU memastikan bantuan akan terus dikirim secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
TNI AU melalui posko logistik menyatakan akan memprioritaskan distribusi bantuan bagi wilayah-wilayah yang saat ini tidak bisa diakses kendaraan roda empat. Kerja sama lintas instansi pun terus dilakukan guna memastikan penanganan darurat di kawasan bencana berlangsung cepat dan merata.
Di sisi lain, warga berharap perhatian pemerintah daerah maupun pusat terus mengalir, termasuk dalam hal pemulihan pascabencana dan relokasi ke wilayah yang lebih aman. Mengingat kondisi geografis Desa Pepelah dan sekitarnya yang rawan longsor, masyarakat berharap ada kajian lebih lanjut terhadap kelayakan hunian di zona tersebut, guna mencegah jatuhnya korban jiwa bila bencana serupa kembali terjadi di masa mendatang.






































