Tinjau Lokasi Terdampak Bencana, Gubernur Aceh Tekankan Percepatan Pemulihan di Gayo Lues

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 20 Desember 2025 - 23:43 WIB

50494 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES — Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gayo Lues dalam rangka meninjau langsung kondisi wilayah pascabencana banjir bandang yang melanda sejumlah kecamatan di daerah tersebut. Setibanya di Bandara Blangkejeren, Sabtu (20/12/2025), Gubernur yang akrab disapa Mualem ini disambut oleh jajaran pimpinan daerah, termasuk Bupati Gayo Lues Suhaidi, Wakil Bupati H. Maliki, Komandan Kodim 0113 Letkol Arm. Fran Desiafan Eka Saputra, Kapolres AKBP Hyrowo, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan perangkat pemerintahan kabupaten.

Tanpa menunda waktu, Gubernur langsung bergerak menuju salah satu titik terdampak paling parah, yakni Desa Rerebe, Kecamatan Dabun Gelang. Di lokasi ini, ia meninjau langsung kondisi pemukiman dan lahan pertanian yang rusak berat akibat terjangan banjir dan longsor. Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyapa para warga terdampak dan mendengar langsung sejumlah keluhan yang masih dirasakan masyarakat, terutama terkait perbaikan infrastruktur dasar dan kebutuhan tempat tinggal.

Meski Gayo Lues telah memasuki fase pemulihan, Gubernur menilai masa kritis belum benar-benar berakhir. Menurutnya, tantangan baru mulai muncul, salah satunya adalah kebutuhan hunian layak bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, serta pemulihan akses jalan dan jembatan yang masih terganggu. Kedua hal tersebut menjadi fokus utama peninjauan dalam kunjungan kerja ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi rencana pemerintah pusat yang akan membangun 1.000 unit hunian tetap (huntap) untuk wilayah Aceh, Mualem menyatakan jumlah tersebut masih sangat jauh dari cukup. Ia menilai, untuk skala kerusakan yang terjadi, terutama rumah-rumah yang terdampak di berbagai kabupaten/kota, kebutuhan riilnya diperkirakan mencapai lebih dari 100 ribu unit.

“Kalau untuk tahap awal mungkin bisa, tapi kalau untuk keseluruhan itu tentu belum cukup. Untuk di Aceh saja diperkirakan lebih dari 100 ribu unit yang diusulkan, mengingat banyaknya masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana,” jelasnya saat berbicara di hadapan jajaran pemerintah dan masyarakat Rerebe.

Meski demikian, ia menegaskan pentingnya pelaksanaan tahap awal pembangunan yang sudah direncanakan. Proses ini, menurutnya, harus segera dimulai sambil terus didorong penambahan alokasi dukungan dari pemerintah pusat dan kementerian terkait, agar program pemulihan berjalan merata dan menyentuh semua lapisan masyarakat terdampak.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyoroti kebutuhan pemulihan sektor pertanian warga, terutama sawah dan ladang yang tertutup endapan lumpur pascabanjir. Pemerintah akan mengerahkan alat berat, seperti ekskavator, guna menormalkan kembali lahan pertanian agar petani bisa segera kembali bercocok tanam dan memulai kembali siklus perekonomian keluarga.

Tak hanya itu, Mualem juga menekankan pentingnya percepatan normalisasi jaringan kelistrikan. Ia secara langsung meminta kepada pihak PLN agar tidak menunda waktu untuk mengembalikan aliran listrik di seluruh wilayah terdampak, tidak hanya di Gayo Lues, tetapi juga di kabupaten lain di Aceh yang hingga kini masih mengalami gangguan suplai energi akibat kerusakan infrastruktur kelistrikan.

“Listrik ini sangat penting untuk percepatan pemulihan. Kita tidak bisa berharap warga memulihkan kehidupannya tanpa pasokan energi yang memadai. Kita minta PLN bergerak cepat,” tegasnya.

Kunjungan kerja Gubernur Aceh ke Gayo Lues menjadi penegas komitmen pemerintah provinsi untuk benar-benar hadir di tengah masyarakat terdampak. Kehadiran langsung kepala daerah ini diharapkan mampu mendorong percepatan berbagai upaya pemulihan, baik melalui intervensi kebijakan, maupun melalui kolaborasi antarsektor yang solid. Pemerintah Aceh menegaskan akan terus mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi secara bertahap hingga masyarakat benar-benar pulih dan bisa kembali hidup dengan lebih layak dan aman. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Siswi Kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Orang Tua Desak Sekolah Bertindak
7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Polres Gayo Lues Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran Desa Lukup Baru
Hasan G Aman Selena Berpulang Kerahmatullah di RS Adam Malik Medan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
Usai Rapat Siaga Karhutla, Damkar Gayo Lues Hadapi Dua Kebakaran dalam Hitungan Jam
Antrean Panjang di Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane, Warga Keluhkan Sistem Buka-Tutup
Kadis Damkar Gayo Lues Gelar Rapat Siaga Karhutla

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 18:57 WIB

Mahasiswa Trumon Tantang Desak DLH Aceh Selatan Transparan: Jika PT ATAK Terbukti Cemari Krueng Luas, Proses Hukum!

Rabu, 26 Agustus 2026 - 00:02 WIB

Warga Samadua Tolak Rekomendasi DPRK Aceh Selatan, Dinilai Berikan Karpet Merah untuk Perusahaan Tambang

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:21 WIB

Teken Petisi Tolak Tambang, Kini DPRK Merekomendasikan IUP Samadua: Konsistensi Dipertanyakan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 04:17 WIB

Warga Samadua Tolak Perusahaan Tambang, Koalisi: Izin Bukan Cek Kosong

Rabu, 19 Agustus 2026 - 02:14 WIB

3 Keuchik di Kemasjidan Air Sialang Samadua Resmi Tolak IUP PT MMS, 2 Keuchik Cabut Rekomendasi

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:02 WIB

DPRK Aceh Selatan Didesak Bongkar Dugaan Maladministrasi Izin Perusahaan Tambang di Samadua

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:51 WIB

Ribuan Warga Samadua Kompak Tolak Tambang, Desak Rekomendasi Eksplorasi Dicabut!

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:34 WIB

Bupati Aceh Selatan Didesak Merdekakan Samadua dari Bayang-bayang Perusahaan Tambang

Berita Terbaru