GAYO LUES | Setelah satu bulan berada di Gayo Lues dalam rangka membantu penanggulangan bencana banjir dan tanah longsor, Tim Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Ahad (4/1) resmi berpindah lokasi tugas ke Takengon, Aceh Tengah. Momen peralihan tersebut turut tercatat dalam laporan Pos Koordinasi (Poskor) MDMC Aceh Barat Daya (Abdya), yang selama ini menjadi titik singgah, koordinasi, sekaligus penghubung logistik selama masa tanggap darurat berlangsung di dataran tinggi Gayo.
Tim MDMC DIY yang berjumlah sekitar 30 relawan, terdiri atas unsur medis, pencarian dan pertolongan (SAR), layanan psikososial, serta logistik. Mereka telah bertugas sejak 5 Desember 2025 di salah satu titik terdampak paling parah, yaitu Desa Betukah, Kabupaten Gayo Lues. Selama masa tugasnya, para relawan aktif melakukan layanan langsung kepada masyarakat, termasuk mendistribusikan sekitar 6,5 ton bantuan logistik hasil penggalangan Lazismu dan koordinasi bersama MDMC Abdya.
Selain memberikan bantuan medis hingga pemulihan psikososial bagi warga terdampak, para relawan MDMC DIY juga mengambil inisiatif membangun sebuah masjid darurat di Desa Betukah. Fasilitas ibadah sementara tersebut dibangun sebagai bagian dari pemulihan spiritual masyarakat yang turut menjadi perhatian dalam setiap penanganan bencana. Menurut Rifky, selaku Koordinator Tim MDMC DIY, pembangunan masjid ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan ruhaniyah warga selain bantuan fisik. “Pembangunan masjid darurat ini merupakan bentuk responsif kita tidak hanya pada sektor sosial kemasyarakatan, tetapi juga pada sektor ruhaniyah,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rifky juga menambahkan, kehadiran tempat ibadah di tengah kerusakan akibat bencana diharapkan mampu membantu masyarakat bangkit dan tidak larut dalam kesedihan. Hal ini, menurutnya, mencerminkan nilai kemanusiaan yang paripurna, sebagaimana semangat “Together for Humanity” yang dijunjung MDMC dalam setiap misinya.
Perpindahan lokasi pelayanan dari Gayo Lues menuju Aceh Tengah dilakukan pada Senin (5/1). Pelepasan tim menuju lokasi baru berlangsung khidmat di halaman Gedung Dakwah Muhammadiyah Aceh Barat Daya. Tim yang kini terdiri dari 11 personel berangkat menembus jalur Beutong dengan kondisi medan yang tergolong ekstrem. Rombongan menggunakan satu unit mobil dobel kabin 4×4, satu ambulans 4×4, dan tiga sepeda motor jenis trail. Perjalanan ini dirancang untuk menyisir lokasi terdampak lainnya di kawasan Takengon serta mencermati kebutuhan lanjutan di Bener Meriah.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Abdya, Nazli Hasan, dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi sekaligus rasa hormat atas kerja kemanusiaan tim relawan dari MDMC DIY. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan selama mendampingi para relawan selama masa tugasnya di wilayah tersebut. “Ucapan terima kasih kami dari PD Muhammadiyah Abdya yang sedalam-dalamnya atas kerja kemanusiaan Tim MDMC DIY, dan permintaan maaf kami atas kekurangan dalam penyambutan tim yang hadir di Abdya,” ucapnya.
Selain itu, Koordinator Lazismu dan MDMC Abdya, Muslim Abdya Kamal, menegaskan bahwa meskipun penyaluran bantuan ke Gayo Lues telah dilakukan sebanyak tiga kali, pihaknya tetap berkomitmen melanjutkan dukungan kepada wilayah terdampak lainnya. Lazismu Abdya masih membuka saluran donasi publik yang dapat diarahkan untuk mendukung proses pemulihan di Takengon dan wilayah Aceh Tengah lainnya. Menurut Muslim, rencana jangka pendek mencakup penguatan pos layanan di Takengon serta penjajakan kebutuhan logistik di Bener Meriah. “Insya Allah, pada tahap selanjutnya, kemungkinan besar kita akan diberi tugas untuk mengelola kebutuhan di Aceh Tengah dan Bener Meriah,” katanya.
Adapun masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan donasi dapat mengirim melalui rekening resmi Lazismu Aceh Barat Daya di Bank Aceh 09002400046205 dan Bank Syariah Indonesia 7099459578 atas nama Lazismu Aceh Barat Daya. Konfirmasi dapat dilakukan melalui nomor pusat layanan donatur di 0822-1114-3199 (CC Lazismu Abdya).
Upaya kemanusiaan ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Muhammadiyah melalui MDMC dan mitra relawannya dalam menjawab kebutuhan warga terdampak bencana dengan pendekatan holistik. Bagi para relawan, berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain bukan hanya sekadar perubahan tempat, tetapi bagian dari perjalanan menebar kepedulian dan menguatkan ketahanan komunitas setelah dilanda bencana. (*)







































