Sawah Rusak dan Jembatan Putus di Gayo Lues Jadi Prioritas Rencana Pemulihan Pascabencana Pemerintah Pusat

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:20 WIB

50349 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES | Wilayah pedalaman Aceh, khususnya Kabupaten Gayo Lues, kembali menjadi perhatian utama pemerintah pusat dalam agenda pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda pada akhir 2025 lalu. Sejumlah kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian yang cukup parah membuat daerah tersebut masuk dalam prioritas rehabilitasi yang tengah disusun secara nasional. Fokus utama diarahkan pada perbaikan lahan pertanian yang rusak serta pembangunan kembali jembatan vital yang terputus akibat bencana banjir bandang dan longsor.

Dalam kunjungan kerja yang dilakukan ke Gayo Lues pada Minggu (11/1/2026), pemerintah pusat meninjau langsung kondisi dua desa terdampak yaitu Desa Badak dan Desa Rigeb. Setibanya di Bandara Blangkejeren, rombongan disambut oleh Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd., M.Si., beserta jajaran Forkopimda serta instansi teknis daerah. Di lokasi tersebut, tim peninjau langsung diarahkan ke titik-titik rusak parah sebagai representasi dari situasi umum yang dialami masyarakat di sejumlah kecamatan lainnya.

Di Desa Badak, kerusakan lahan pertanian menjadi pemandangan dominan. Sawah-sawah warga yang sebelumnya produktif kini tertutup lumpur, dipenuhi tumpukan kayu, serta tidak lagi dapat ditanami tanpa proses pembersihan dan rehabilitasi yang menyeluruh. Aliran sungai yang meluap juga menyebabkan rusaknya jaringan irigasi dan membuat satuan areal pertanian terisolasi dari akses air bersih maupun kendaraan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari sana, rombongan menuju Desa Rigeb untuk melihat langsung kondisi Jembatan Aih Bobo. Jembatan yang menghubungkan dua wilayah kecamatan tersebut kini dalam kondisi rusak berat dan tidak bisa digunakan kendaraan roda empat. Sebagai alternatif sementara, warga bersama TNI membangun jembatan darurat dari kayu yang hanya dapat dilalui oleh sepeda motor.

Pemerintah daerah telah mengusulkan pembangunan jembatan permanen di empat titik penting, dengan Jembatan Aih Bobo sebagai prioritas utama. Akses tersebut bukan hanya menjadi jalur penghubung antarwilayah, tetapi juga satu-satunya jalur menuju fasilitas pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga mobilisasi logistik di Kecamatan Dabun Gelang dan sekitarnya. Pemerintah pusat menanggapi usulan ini dengan serius dan menyatakan bahwa dukungan perencanaan akan segera dibahas bersama kementerian teknis terkait.

Dari sisi ketahanan pangan, pemerintah juga menargetkan sawah-sawah yang rusak akan dimasukkan dalam program optimalisasi lahan pertanian yang saat ini sedang disiapkan melalui Kementerian Pertanian. Lahan yang tertimbun lumpur akan dibersihkan menggunakan metode teknis sesuai standar kementerian, kemudian akan diberikan bantuan berupa benih padi, pupuk, irigasi sederhana, serta alat mesin pertanian. Pemulihan sektor pertanian ini menjadi penting karena Gayo Lues juga dikenal sebagai salah satu penghasil komoditas pangan untuk wilayah tengah Aceh.

Pemerintah juga menekankan pentingnya akurasi data dalam pemulihan pascabencana. Pemerintah kabupaten diminta segera menyusun data final kebutuhan fisik, sosial, dan ekonomi terdampak bencana. Seluruh rencana pembangunan, baik hibah daerah maupun bantuan sosial dari pusat, akan berbasis pada data lokasi, tingkat kerusakan, serta kebutuhan yang dijelaskan secara terperinci. Pemerintah pusat menargetkan data ini dapat dibawa untuk dibahas langsung dalam rapat terbatas bersama Presiden dalam waktu dekat.

Bupati Gayo Lues, Suhaidi, menyampaikan bahwa masa tanggap darurat di wilayahnya segera berakhir dan kini Pemkab tengah memfokuskan diri pada penyelesaian dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Dokumen ini akan menjadi landasan dalam pembangunan kembali infrastruktur dan layanan publik yang rusak. Selain jembatan dan sawah, kerusakan lain juga ditemukan pada jaringan air bersih, fasilitas pendidikan, serta rumah warga yang masih perlu bantuan stimulan untuk perbaikannya.

Ditegaskannya pula bahwa masyarakat harus bersabar dan percaya bahwa proses pemulihan membutuhkan kerja sama lintas pihak, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, hingga desa. Pemerintah daerah berkomitmen mengikuti semua arahan teknis dari instansi terkait guna memastikan pembangunan kembali dilakukan secara berkelanjutan dan tahan terhadap potensi bencana di masa mendatang.

Langkah cepat dan konkret dari pemerintah pusat dalam meninjau langsung lokasi, membuka dialog bersama pemda, serta merumuskan program sesuai realitas lapangan menjadi bagian penting dari penanganan bencana berbasis kolaborasi. Dengan fokus pada sektor pertanian dan infrastruktur konektivitas, pemulihan Gayo Lues diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi kembali bergerak dan kehidupan masyarakat pulih secara menyeluruh setelah masa krisis. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Polsek Blangkejeren Hadiri Peringatan Isra’ Mi’raj di Ponpes Bunayya, Bangun Semangat Keagamaan di Kalangan Santri
Kapolres Gayo Lues Bersama Forkopimda Sambut Kedatangan Kapolda Aceh Tinjau Pengungsi Banjir dan Longsor
Polres Gayo Lues Bangun Sumur Bor Air Bersih untuk Warga Terdampak Banjir di Kec. Dabun Gelang
Peringatan Isra’ Mi’raj di Tenda Pengungsian BLK Desa Lempuh, Wujud Penguatan Iman dan Semangat Pascabencana di Gayo Lues
Polres Gayo Lues Bersama Brimob Polda Sumsel Sediakan Air Bersih Siap Minum bagi Pengungsi
Akses ke Kecamatan Pining Masih Terputus, Distribusi Bantuan Gayo Lues Terkendala
Bandara Blangkejeren Jadi Andalan Gayo Lues Jaga Konektivitas Saat Darurat
Pemulihan Jalur Aceh Timur–Gayo Lues Hampir Rampung, Akses Fungsional Segera Terhubung

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 08:30 WIB

Wakapolres Gayo Lues Pimpin Langsung Pergantian Pasukan dalam Kegiatan Bakti Sosial di Kampung Pining

Kamis, 15 Januari 2026 - 05:38 WIB

Sosok Humanis Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Alibasyah Hadir dengan Doa dan Kepedulian

Kamis, 15 Januari 2026 - 05:37 WIB

Dana Darurat Rp24 M Mandek, Pemko Subulussalam Dikecam: Jangan Jual Kemiskinan & Bencana!

Minggu, 11 Januari 2026 - 20:59 WIB

Sebanyak 519 Keluarga Terdampak Bencana di Gayo Lues Terima Dana Tunggu Hunian

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:16 WIB

Kapolres Gayo Lues Pimpin Aksi Kemanusiaan dalam Pemulihan Fasilitas Umum Pascabencana di Kecamatan Pining

Rabu, 7 Januari 2026 - 20:28 WIB

Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh mengerahkan 70 Relawan untuk membersihkan SMPN 5 Karang Baru Aceh Tamiang

Senin, 5 Januari 2026 - 01:29 WIB

BWS Sumatera I Kerahkan Alat Berat untuk Pemulihan Pascabanjir di Aceh

Senin, 5 Januari 2026 - 01:27 WIB

Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan untuk Wilayah Terdampak Bencana di Aceh

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Sejumlah Aktifis Temukan Bantuan Menumpuk di Gudang BPBD Agara

Jumat, 16 Jan 2026 - 21:39 WIB