Sawah Rusak dan Jembatan Putus di Gayo Lues Jadi Prioritas Rencana Pemulihan Pascabencana Pemerintah Pusat

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:20 WIB

50425 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES | Wilayah pedalaman Aceh, khususnya Kabupaten Gayo Lues, kembali menjadi perhatian utama pemerintah pusat dalam agenda pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda pada akhir 2025 lalu. Sejumlah kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian yang cukup parah membuat daerah tersebut masuk dalam prioritas rehabilitasi yang tengah disusun secara nasional. Fokus utama diarahkan pada perbaikan lahan pertanian yang rusak serta pembangunan kembali jembatan vital yang terputus akibat bencana banjir bandang dan longsor.

Dalam kunjungan kerja yang dilakukan ke Gayo Lues pada Minggu (11/1/2026), pemerintah pusat meninjau langsung kondisi dua desa terdampak yaitu Desa Badak dan Desa Rigeb. Setibanya di Bandara Blangkejeren, rombongan disambut oleh Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd., M.Si., beserta jajaran Forkopimda serta instansi teknis daerah. Di lokasi tersebut, tim peninjau langsung diarahkan ke titik-titik rusak parah sebagai representasi dari situasi umum yang dialami masyarakat di sejumlah kecamatan lainnya.

Di Desa Badak, kerusakan lahan pertanian menjadi pemandangan dominan. Sawah-sawah warga yang sebelumnya produktif kini tertutup lumpur, dipenuhi tumpukan kayu, serta tidak lagi dapat ditanami tanpa proses pembersihan dan rehabilitasi yang menyeluruh. Aliran sungai yang meluap juga menyebabkan rusaknya jaringan irigasi dan membuat satuan areal pertanian terisolasi dari akses air bersih maupun kendaraan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari sana, rombongan menuju Desa Rigeb untuk melihat langsung kondisi Jembatan Aih Bobo. Jembatan yang menghubungkan dua wilayah kecamatan tersebut kini dalam kondisi rusak berat dan tidak bisa digunakan kendaraan roda empat. Sebagai alternatif sementara, warga bersama TNI membangun jembatan darurat dari kayu yang hanya dapat dilalui oleh sepeda motor.

Pemerintah daerah telah mengusulkan pembangunan jembatan permanen di empat titik penting, dengan Jembatan Aih Bobo sebagai prioritas utama. Akses tersebut bukan hanya menjadi jalur penghubung antarwilayah, tetapi juga satu-satunya jalur menuju fasilitas pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga mobilisasi logistik di Kecamatan Dabun Gelang dan sekitarnya. Pemerintah pusat menanggapi usulan ini dengan serius dan menyatakan bahwa dukungan perencanaan akan segera dibahas bersama kementerian teknis terkait.

Dari sisi ketahanan pangan, pemerintah juga menargetkan sawah-sawah yang rusak akan dimasukkan dalam program optimalisasi lahan pertanian yang saat ini sedang disiapkan melalui Kementerian Pertanian. Lahan yang tertimbun lumpur akan dibersihkan menggunakan metode teknis sesuai standar kementerian, kemudian akan diberikan bantuan berupa benih padi, pupuk, irigasi sederhana, serta alat mesin pertanian. Pemulihan sektor pertanian ini menjadi penting karena Gayo Lues juga dikenal sebagai salah satu penghasil komoditas pangan untuk wilayah tengah Aceh.

Pemerintah juga menekankan pentingnya akurasi data dalam pemulihan pascabencana. Pemerintah kabupaten diminta segera menyusun data final kebutuhan fisik, sosial, dan ekonomi terdampak bencana. Seluruh rencana pembangunan, baik hibah daerah maupun bantuan sosial dari pusat, akan berbasis pada data lokasi, tingkat kerusakan, serta kebutuhan yang dijelaskan secara terperinci. Pemerintah pusat menargetkan data ini dapat dibawa untuk dibahas langsung dalam rapat terbatas bersama Presiden dalam waktu dekat.

Bupati Gayo Lues, Suhaidi, menyampaikan bahwa masa tanggap darurat di wilayahnya segera berakhir dan kini Pemkab tengah memfokuskan diri pada penyelesaian dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Dokumen ini akan menjadi landasan dalam pembangunan kembali infrastruktur dan layanan publik yang rusak. Selain jembatan dan sawah, kerusakan lain juga ditemukan pada jaringan air bersih, fasilitas pendidikan, serta rumah warga yang masih perlu bantuan stimulan untuk perbaikannya.

Ditegaskannya pula bahwa masyarakat harus bersabar dan percaya bahwa proses pemulihan membutuhkan kerja sama lintas pihak, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, hingga desa. Pemerintah daerah berkomitmen mengikuti semua arahan teknis dari instansi terkait guna memastikan pembangunan kembali dilakukan secara berkelanjutan dan tahan terhadap potensi bencana di masa mendatang.

Langkah cepat dan konkret dari pemerintah pusat dalam meninjau langsung lokasi, membuka dialog bersama pemda, serta merumuskan program sesuai realitas lapangan menjadi bagian penting dari penanganan bencana berbasis kolaborasi. Dengan fokus pada sektor pertanian dan infrastruktur konektivitas, pemulihan Gayo Lues diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi kembali bergerak dan kehidupan masyarakat pulih secara menyeluruh setelah masa krisis. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Siswi Kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Orang Tua Desak Sekolah Bertindak
7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Polres Gayo Lues Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran Desa Lukup Baru
Hasan G Aman Selena Berpulang Kerahmatullah di RS Adam Malik Medan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
Usai Rapat Siaga Karhutla, Damkar Gayo Lues Hadapi Dua Kebakaran dalam Hitungan Jam
Antrean Panjang di Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane, Warga Keluhkan Sistem Buka-Tutup
Kadis Damkar Gayo Lues Gelar Rapat Siaga Karhutla

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 19:39 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:34 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:07 WIB

130 mahasiswa/mahasiswi FKIP universitas gunung lauser siap terjun untuk pengabdian lapangan,PPL 2026

Rabu, 2 September 2026 - 16:59 WIB

Hardikda Aceh ke-67: SMAN 1 Badar Tanam Pohon, Rawat Budaya, dan Asah Akhlak Siswa

Rabu, 2 September 2026 - 12:58 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Beri Penguatan kepada Bhabinkamtibmas, Tekankan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

Selasa, 1 September 2026 - 17:23 WIB

Cegah Karhutla, Polsek Babul Makmur Sambangi Warga dan Sosialisasikan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 16:44 WIB

Harumkan Aceh Tenggara, Nadira Yana Hasmi Raih Juara 2 Olimpiade Bahasa Arab Aceh dan Melaju ke Tingkat Nasional

Selasa, 1 September 2026 - 16:34 WIB

HARUMKAN ACEH TENGGARA, Finalis OSN Dikdas 2026 Raih Emas Nasional, Sabet The Best Overall dan The Best Theory

Berita Terbaru