Ribuan Warga Terisolasi Akibat Akses Terputus di Gayo Lues, Ancaman Banjir Meningkat

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 9 Januari 2026 - 04:42 WIB

50155 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues, 8 Januari 2026 – Kondisi darurat tengah melanda Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Enam dari sembilan desa di kawasan ini dilaporkan terisolasi total akibat kerusakan parah pada infrastruktur jalan serta putusnya jembatan penghubung antarwilayah. Luapan sungai yang belum tertangani ditengarai sebagai pemicu utama kerusakan, menjadikan lebih dari 6.000 jiwa, termasuk anak-anak, lansia, dan kelompok rentan, berada dalam situasi berisiko tinggi terhadap bencana banjir susulan.

Upaya penanganan darurat hingga saat ini masih terkendala oleh terbatasnya sarana penunjang, terutama alat berat seperti eskavator yang sangat dibutuhkan untuk proses normalisasi sungai dan perbaikan jalur darat. Kondisi terkini menyebabkan pasokan bantuan logistik dan layanan dasar seperti kesehatan serta akses pendidikan terganggu secara signifikan. Warga setempat secara kolektif menyuarakan keprihatinan atas minimnya respons cepat dari pihak terkait, dan mendesak agar bantuan berskala provinsi dan nasional segera digerakkan untuk mencegah kerugian yang lebih besar.

Salah satu kekhawatiran yang muncul adalah potensi terganggunya kelangsungan belajar-mengajar. Sebuah lembaga pendidikan swasta yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia terpantau berjarak sangat dekat dengan tepi sungai. Sekolah yang berfungsi sebagai Taman Kanak-Kanak sekaligus Sekolah Dasar itu kini berada dalam ancaman langsung jika debit air kembali meningkat. Kekhawatiran akan keselamatan para siswa dan guru menjadi perhatian utama warga. Para wali murid telah bergotong royong membangun tanggul darurat menggunakan bahan seadanya sebagai bentuk perlindungan awal. Namun upaya tersebut belum cukup mengamankan bangunan dari kemungkinan bencana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah situasi ini, suara dari masyarakat lokal terus menggema. Nurhayati, seorang tokoh perempuan Gayo Lues, menegaskan bahwa pendidikan anak tidak boleh berhenti meski dalam kondisi krisis. Ia menyerukan agar pemerintah turut memberi perhatian terhadap keselamatan belajar anak-anak di wilayah rawan bencana tersebut. Menurutnya, selain penyelamatan fisik, perlindungan terhadap hak anak untuk memperoleh pendidikan adalah bagian tak terpisahkan dari tanggap darurat.

Desakan akan perlunya peningkatan status penanganan bencana juga datang dari kalangan organisasi masyarakat sipil. Ketua Umum Badan Reaksi Cepat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (Baret ICMI) Wilayah Aceh, Zam Zam Mubarak, menyampaikan penilaiannya bahwa situasi yang terjadi di wilayah tengah Aceh menggambarkan perlunya penanganan lebih sistematis. Ia mendorong agar masa tanggap darurat diperpanjang dengan pendekatan lapangan yang lebih nyata dan tidak hanya mengandalkan data administratif dari satu pihak semata. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan langsung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan mengambil peran aktif dalam koordinasi dan pemantauan wilayah terdampak.

Menurutnya, keterlambatan dalam respons tanggap darurat bisa memperbesar dampak bencana yang telah terjadi. Ia mendesak penguatan kolaborasi antarlembaga, termasuk TNI, Polri, dinas terkait, dan relawan masyarakat sipil agar upaya evakuasi, penyelamatan aset, dan pemulihan akses vital dapat segera dilakukan.

Sampai hari ini, ribuan warga Kecamatan Pining masih menggantungkan harapan pada hadirnya perhatian dari pemerintah pusat dan provinsi. Pengiriman alat berat menjadi kebutuhan paling mendesak demi membuka akses transportasi, menghindari kelumpuhan ekonomi desa, serta melindungi keselamatan jiwa warga dari potensi banjir susulan. Dalam situasi krisis yang terus berkembang, ketepatan waktu dan keakuratan langkah penanganan menjadi faktor yang akan menentukan seberapa besar dampak dapat ditekan dan kehidupan masyarakat kembali pulih sebagaimana mestinya. (*)

Berita Terkait

Polsek Blangkejeren Hadiri Peringatan Isra’ Mi’raj di Ponpes Bunayya, Bangun Semangat Keagamaan di Kalangan Santri
Kapolres Gayo Lues Bersama Forkopimda Sambut Kedatangan Kapolda Aceh Tinjau Pengungsi Banjir dan Longsor
Polres Gayo Lues Bangun Sumur Bor Air Bersih untuk Warga Terdampak Banjir di Kec. Dabun Gelang
Peringatan Isra’ Mi’raj di Tenda Pengungsian BLK Desa Lempuh, Wujud Penguatan Iman dan Semangat Pascabencana di Gayo Lues
Polres Gayo Lues Bersama Brimob Polda Sumsel Sediakan Air Bersih Siap Minum bagi Pengungsi
Akses ke Kecamatan Pining Masih Terputus, Distribusi Bantuan Gayo Lues Terkendala
Bandara Blangkejeren Jadi Andalan Gayo Lues Jaga Konektivitas Saat Darurat
Pemulihan Jalur Aceh Timur–Gayo Lues Hampir Rampung, Akses Fungsional Segera Terhubung

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 08:30 WIB

Wakapolres Gayo Lues Pimpin Langsung Pergantian Pasukan dalam Kegiatan Bakti Sosial di Kampung Pining

Kamis, 15 Januari 2026 - 05:38 WIB

Sosok Humanis Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Alibasyah Hadir dengan Doa dan Kepedulian

Kamis, 15 Januari 2026 - 05:37 WIB

Dana Darurat Rp24 M Mandek, Pemko Subulussalam Dikecam: Jangan Jual Kemiskinan & Bencana!

Minggu, 11 Januari 2026 - 20:59 WIB

Sebanyak 519 Keluarga Terdampak Bencana di Gayo Lues Terima Dana Tunggu Hunian

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:16 WIB

Kapolres Gayo Lues Pimpin Aksi Kemanusiaan dalam Pemulihan Fasilitas Umum Pascabencana di Kecamatan Pining

Rabu, 7 Januari 2026 - 20:28 WIB

Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh mengerahkan 70 Relawan untuk membersihkan SMPN 5 Karang Baru Aceh Tamiang

Senin, 5 Januari 2026 - 01:29 WIB

BWS Sumatera I Kerahkan Alat Berat untuk Pemulihan Pascabanjir di Aceh

Senin, 5 Januari 2026 - 01:27 WIB

Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan untuk Wilayah Terdampak Bencana di Aceh

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Sejumlah Aktifis Temukan Bantuan Menumpuk di Gudang BPBD Agara

Jumat, 16 Jan 2026 - 21:39 WIB