Ribuan Hektar Sawah Rusak, Fasilitas Pendidikan Lumpuh, Ratusan Warga Masih Terisolasi Pascabencana di Gayo Lues

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 21 Desember 2025 - 01:32 WIB

50394 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues – Meski waktu telah berlalu hampir satu bulan sejak bencana hidrometeorologi menghantam Gayo Lues, Aceh, dampaknya masih terasa kuat di berbagai sektor. Foto udara menunjukkan hamparan persawahan yang tertimbun lumpur di Desa Pasir, Kecamatan Tripe Jaya, salah satu wilayah terdampak paling parah. Warga masih bergelut memulihkan kehidupan, di tengah keterbatasan akses dan minimnya infrastuktur darurat.

Berdasarkan data Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Aceh, sedikitnya **1.866 hektar lahan sawah di 11 kecamatan** mengalami kerusakan. Sebagian besar terlihat mengering, tertimbun lumpur, dan belum bisa digarap kembali oleh petani. Desa Pasir, yang berada di aliran sungai dan lereng perbukitan, termasuk salah satu wilayah yang sawahnya rusak parah.

“Sudah hampir sebulan kami hanya bisa melihat sawah kami seperti ini. Tidak bisa ditanam, tidak tahu kapan kembali pulih,” ungkap seorang warga kepada tim relawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya sektor pertanian yang lumpuh, sektor pendidikan pun turut terdampak. Di tengah bangunan **Sekolah Dasar Negeri 3 Tripe Jaya** yang rusak, masih terlihat **poster Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka**, serta gambar burung garuda yang tertempel di dinding ruang kelas yang kini tertutup lumpur.

Data dari Posko Tanggap Darurat mencatat, **enam fasilitas pendidikan** di beberapa kecamatan mengalami kerusakan bervariasi — mulai dari rusak ringan hingga tak dapat difungsikan sama sekali. Beberapa sekolah masih tertimbun material lumpur, peralatan belajar mengajar hilang, dan akses ke sekolah masih sulit dilalui.

Di sisi lain, akses wilayah juga belum sepenuhnya pulih. Sebanyak **303 kepala keluarga di Desa Pasir masih terisolir** karena **putusnya jembatan penghubung utama**. Dalam kondisi terbatas, warga terpaksa melintasi Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan **jembatan tali darurat**, sebagai satu-satunya jalur keluar masuk desa menuju Desa Uyem Beriring.

Jembatan tersebut menggantung di atas derasnya aliran sungai. Tidak hanya digunakan untuk aktivitas harian, jalur ini menjadi satu-satunya akses warga dalam memperoleh bantuan logistik dan layanan kesehatan.

Situasi ini menggambarkan bahwa pemulihan yang dibutuhkan warga Gayo Lues tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut keberlangsungan aktivitas pendidikan, pertanian, dan keamanan warga yang masih berada di zona rentan.

Pemerintah pusat telah menyampaikan komitmen untuk melakukan percepatan rehabilitasi. Namun, hingga saat ini koordinasi dan logistik masih menjadi tantangan, khususnya di wilayah dengan akses terbatas seperti Kecamatan Tripe Jaya.

Sejumlah lembaga kemanusiaan telah mendistribusikan bantuan darurat, namun tidak semua warga dapat menjangkaunya secara rutin. Proses evakuasi dan pengiriman logistik masih mengandalkan perjalanan darat panjang dan melintasi medan berat pascabencana.

Dengan potensi bencana susulan dan kondisi cuaca yang belum stabil, perhatian lebih terhadap percepatan pembangunan kembali infrastruktur dasar menjadi kebutuhan mendesak. Warga berharap, pemerintah daerah dan pusat bergerak cepat agar roda kehidupan dapat kembali berjalan.

Kehilangan akses ke lahan pertanian, berhentinya aktivitas belajar mengajar, serta keterisolasian warga menggambarkan bahwa Gayo Lues belum benar-benar keluar dari situasi darurat. Mereka butuh lebih dari sekadar bantuan sesaat — mereka membutuhkan strategi pemulihan jangka panjang yang menyentuh akar kebutuhan masyarakat. (Red)

Berita Terkait

Kapolres Gayo Lues Dampingi Bupati Tinjau Lesten: Pantau Pemulihan Pascabencana dan Salurkan Bantuan Langsung ke Warga
Bupati Gayo Lues Menembus Lesten: Mengawal Pemulihan Pascabencana di Tengah Medan Berat
Peringatan Isra Mi’raj di Gayo Lues Jadi Momentum Doa, Refleksi Bencana, dan Seruan Perbaikan Diri di Tengah Ujian Alam
Video Misionaris Beredar di Gayo Lues, Warga Pertanyakan Etika dan Izin Kegiatan Keagamaan di Tengah Bencana
Gempa Bermagnitudo 2,7 Guncang Gayo Lues, Terasa hingga Langsa
Akses Vital Warga Pulih, Jalan Penghubung Kute Reje–Soyo Kembali Dapat Dilalui Berkat Sinergi Polsek Terangun, Pemerintah Desa, dan Masyarakat
Polsek Blangkejeren Hadiri Peringatan Isra’ Mi’raj di Ponpes Bunayya, Bangun Semangat Keagamaan di Kalangan Santri
Kapolres Gayo Lues Bersama Forkopimda Sambut Kedatangan Kapolda Aceh Tinjau Pengungsi Banjir dan Longsor

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 10:52 WIB

Pascabencana, ICU RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Kembali Beroperasi

Kamis, 22 Januari 2026 - 10:50 WIB

Akselerasi BOSP, Guru di Aceh Tamiang Apresiasi Menteri Pendidikan

Senin, 19 Januari 2026 - 20:08 WIB

Kolaborasi Bea Cukai Langsa dan Relawan Yayasan Masjid Al-Falah Surabaya Salurkan Bantuan hingga Dusun Sulit Akses di Aceh Tamiang

Kamis, 15 Januari 2026 - 08:20 WIB

Bea Cukai Langsa Bersama Tim Bea Cukai Peduli Kanwil DJBC Sumatera Utara Hadir Bantu Warga Aceh Tamiang

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:21 WIB

Bea Cukai Langsa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang

Kamis, 8 Januari 2026 - 00:51 WIB

Polri Bangun Ratusan Sumur Bor di Aceh Tamiang untuk Pulihkan Akses Air Bersih Pascabencana

Senin, 5 Januari 2026 - 01:17 WIB

Zona Anak Hadir Pascabencana di Aceh Tamiang, Wujud Kepedulian terhadap Pemulihan Psikososial Anak

Jumat, 2 Januari 2026 - 02:47 WIB

Presiden Apresiasi Pembangunan 600 Hunian Cepat untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang

Berita Terbaru