slot preparation.lsrs.lu

Puluhan Hari Pascabanjir Bandang, Warga Palok Masih Bertahan di Pengungsian

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 4 Januari 2026 - 04:27 WIB

50268 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES | Lebih dari satu bulan setelah banjir bandang melanda Desa Palok, Kecamatan Blang Kejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, kondisi permukiman warga belum menunjukkan pemulihan yang signifikan. Hingga Sabtu (3/1/2026), atau 38 hari pascabencana, tumpukan kayu dan batu masih memenuhi pekarangan rumah warga serta menutupi akses ke sejumlah titik permukiman.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa proses pembersihan lingkungan terdampak banjir masih berlangsung lambat. Material berukuran besar seperti kayu gelondongan dan batu besar yang terbawa arus banjir masih menumpuk di berbagai titik, menyulitkan akses warga untuk kembali ke rumah maupun memulai upaya perbaikan. Keterbatasan peralatan menjadi salah satu kendala utama.

Warga terdampak pun terpaksa melanjutkan hari-hari mereka di tenda-tenda sementara yang didirikan pascabencana. Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, kehidupan di pengungsian terus berjalan dalam keterbatasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Muhammad Amin, salah seorang warga yang terdampak langsung, menuturkan bahwa rumahnya rusak berat akibat terjangan banjir bandang. Sejak kejadian hingga kini, ia bersama keluarganya masih tinggal di tenda pengungsi karena kondisi lingkungannya belum layak untuk dihuni.

“Sudah memasuki hari ke-38 pascabanjir bandang, kami masih bertahan di tenda pengungsian karena rumah mengalami kerusakan parah. Lokasi permukiman belum bisa dibersihkan karena tumpukan kayu dan batu masih memenuhi pekarangan rumah warga,” kata Amin.

Ia berharap adanya bantuan alat berat dari pemerintah untuk mempercepat proses pembersihan lingkungan. Menurutnya, jika hanya mengandalkan tenaga manual dari warga, pekerjaan tersebut akan sulit rampung dalam waktu dekat. Luas dan beratnya material yang terbawa banjir menjadi hambatan utama.

“Kalau hanya mengandalkan tenaga manual sangat sulit. Kami berharap pemerintah bisa segera menurunkan alat berat untuk membantu membersihkan material kayu dan batu yang masih menumpuk,” ujarnya.

Selain kebutuhan jangka pendek seperti pembersihan lingkungan, warga juga mendorong percepatan pembangunan hunian sementara (huntara). Menurut mereka, tenda darurat yang digunakan saat ini tidak lagi layak sebagai tempat tinggal, terutama untuk keperluan jangka menengah.

“Kami berharap hunian sementara bisa segera dibangun, apalagi sebentar lagi memasuki bulan puasa. Rasanya sangat berat jika harus terus tinggal di tenda pengungsian dalam kondisi seperti ini,” tambah Amin.

Banjir bandang yang melanda Desa Palok akhir November lalu menyebabkan kerusakan berat pada pemukiman, jalan, dan fasilitas umum. Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan berat, sementara akses jalan dan layanan dasar turut terganggu. Bencana ini juga memaksa ratusan warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Satu bulan lebih sejak kejadian, proses rehabilitasi masih berjalan terbatas. Pemerintah daerah dan instansi terkait tengah menyusun tahapan pemulihan, namun di sisi lain masyarakat berharap adanya percepatan penanganan, terutama dalam hal pembersihan lingkungan, pembangunan hunian sementara, serta pemulihan fasilitas umum dan layanan dasar.

Dengan bulan suci Ramadan yang semakin dekat, kebutuhan akan tempat tinggal yang layak, serta air bersih dan sanitasi yang memadai, menjadi semakin mendesak. Warga berharap dukungan pemerintah baik di tingkat daerah maupun pusat dapat terus diperkuat, agar pemulihan tidak hanya berlangsung cepat, tetapi juga adil dan menyentuh kebutuhan nyata di lapangan. (*)

Berita Terkait

Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana
Warga dan Satgas TMMD Antusias bangun 5 Unit RTLH di Kampung Gajah

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:11 WIB

LSM ABA Dukung Kapolri Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden, Suryadi: Jangan Ada yang Kebal Hukum!

Selasa, 3 November 2026 - 11:15 WIB

Gampong Gunong Geulogo Gelar Rembuk Stunting 2026, Perkuat Komitmen Percepatan Penurunan Stunting

Selasa, 3 November 2026 - 10:34 WIB

DPMGP4 Nagan Raya Luncurkan Sosialisasi SIMPADU-NARA, Pengajuan Dana Desa Kini Lebih Mudah dan Transparan

Senin, 2 November 2026 - 13:26 WIB

Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas

Minggu, 1 November 2026 - 20:10 WIB

Bupati TRK Tinjau Kesiapan Bandara Cut Nyak Dhien, Persiapan Sambut Kedatangan Presiden Prabowo Capai 85 Persen

Minggu, 1 November 2026 - 12:10 WIB

Polres Nagan Raya Bersama BNN Temukan dan Musnahkan Ladang Ganja Seluas 20 Hektare di Kawasan Pegunungan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, SD Negeri Babah Rout Tanamkan Nilai Keteladanan dan Akhlak Mulia kepada Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:05 WIB

Istri Kunci Kamar Rumah Dinas hingga Pagi, Ketua DPRK Nagan Raya Dilaporkan ke Polisi dan Desakan PAW Menguat

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:42 WIB