Gayo Lues – Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H Irmawan meninjau kondisi jalan nasional Kutacane–Gayo Lues yang rusak parah akibat bencana alam beberapa waktu lalu. Kunjungan dilakukan pada Jumat (19/12/2025) bersama pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Aceh.
Dalam kunjungan itu, Irmawan memantau langsung progres pemulihan akses jalan nasional serta meninjau kondisi daerah aliran sungai (DAS) yang terdampak longsor dan banjir.
“Kalau memang alat berat masih kurang, segera koordinasikan. Jangan sampai warga terus menjadi korban karena akses jalan yang belum pulih,” ujar Irmawan di lokasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, percepatan pemulihan sangat mendesak karena sudah tiga pekan lebih sejak bencana terjadi di wilayah tersebut. Ketiadaan akses jalan yang fungsional berdampak pada distribusi bantuan dan aktivitas ekonomi warga.
“Ini sudah hari ke-21. Banyak warga masih kesulitan keluar masuk desa. Logistik juga tersendat. Ini menyangkut kebutuhan dasar warga,” tambahnya.
Berdasarkan pantauan lapangan, sedikitnya terdapat puluhan titik kerusakan di sepanjang jalur nasional Kutacane–Gayo Lues. Salah satu titik yang paling parah berada di daerah Serkil, Desa Singah Mulo, Kecamatan Putri Betung.
Jalur sementara yang saat ini digunakan dianggap terlalu curam dan berbahaya, terutama bagi kendaraan roda dua.
Sejumlah warga meminta agar elevasi jalan darurat yang dibuka bisa direndahkan. Mereka khawatir jalur tersebut bisa memicu kecelakaan terutama saat musim hujan.
“Jalan alternatif terlalu tinggi, licin, dan terjal. Kalau tidak ditangani serius, bisa membahayakan,” kata salah satu warga.
Selain melakukan peninjauan, Irmawan juga membawa bantuan berupa paket sembako bagi masyarakat yang terdampak. Paket bantuan tersebut berisi beras, minyak goreng, mie instan, dan kebutuhan pokok lainnya.
Ia menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat, kementerian terkait, serta instansi teknis agar proses pemulihan infrastruktur dan penanganan dampak bencana berjalan lebih cepat dan menyeluruh.
Jalur nasional Kutacane–Gayo Lues merupakan akses vital penghubung wilayah tengah Aceh. Kerusakan berlarut di jalur ini berisiko memperlambat roda perekonomian dan merugikan warga secara sosial maupun ekonomi.
—






































