Politisi PKB Tinjau Jalan Putus Kutacane–Gayo Lues, Minta Pemulihan Dipercepat

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 20 Desember 2025 - 03:03 WIB

50650 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues – Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H Irmawan meninjau kondisi jalan nasional Kutacane–Gayo Lues yang rusak parah akibat bencana alam beberapa waktu lalu. Kunjungan dilakukan pada Jumat (19/12/2025) bersama pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Aceh.

Dalam kunjungan itu, Irmawan memantau langsung progres pemulihan akses jalan nasional serta meninjau kondisi daerah aliran sungai (DAS) yang terdampak longsor dan banjir.

“Kalau memang alat berat masih kurang, segera koordinasikan. Jangan sampai warga terus menjadi korban karena akses jalan yang belum pulih,” ujar Irmawan di lokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, percepatan pemulihan sangat mendesak karena sudah tiga pekan lebih sejak bencana terjadi di wilayah tersebut. Ketiadaan akses jalan yang fungsional berdampak pada distribusi bantuan dan aktivitas ekonomi warga.

“Ini sudah hari ke-21. Banyak warga masih kesulitan keluar masuk desa. Logistik juga tersendat. Ini menyangkut kebutuhan dasar warga,” tambahnya.

Berdasarkan pantauan lapangan, sedikitnya terdapat puluhan titik kerusakan di sepanjang jalur nasional Kutacane–Gayo Lues. Salah satu titik yang paling parah berada di daerah Serkil, Desa Singah Mulo, Kecamatan Putri Betung.

Jalur sementara yang saat ini digunakan dianggap terlalu curam dan berbahaya, terutama bagi kendaraan roda dua.

Sejumlah warga meminta agar elevasi jalan darurat yang dibuka bisa direndahkan. Mereka khawatir jalur tersebut bisa memicu kecelakaan terutama saat musim hujan.

“Jalan alternatif terlalu tinggi, licin, dan terjal. Kalau tidak ditangani serius, bisa membahayakan,” kata salah satu warga.

Selain melakukan peninjauan, Irmawan juga membawa bantuan berupa paket sembako bagi masyarakat yang terdampak. Paket bantuan tersebut berisi beras, minyak goreng, mie instan, dan kebutuhan pokok lainnya.

Ia menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat, kementerian terkait, serta instansi teknis agar proses pemulihan infrastruktur dan penanganan dampak bencana berjalan lebih cepat dan menyeluruh.

Jalur nasional Kutacane–Gayo Lues merupakan akses vital penghubung wilayah tengah Aceh. Kerusakan berlarut di jalur ini berisiko memperlambat roda perekonomian dan merugikan warga secara sosial maupun ekonomi.

Berita Terkait

Siswi Kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Orang Tua Desak Sekolah Bertindak
7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Polres Gayo Lues Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran Desa Lukup Baru
Hasan G Aman Selena Berpulang Kerahmatullah di RS Adam Malik Medan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
Usai Rapat Siaga Karhutla, Damkar Gayo Lues Hadapi Dua Kebakaran dalam Hitungan Jam
Antrean Panjang di Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane, Warga Keluhkan Sistem Buka-Tutup
Kadis Damkar Gayo Lues Gelar Rapat Siaga Karhutla

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 18:57 WIB

Mahasiswa Trumon Tantang Desak DLH Aceh Selatan Transparan: Jika PT ATAK Terbukti Cemari Krueng Luas, Proses Hukum!

Rabu, 26 Agustus 2026 - 00:02 WIB

Warga Samadua Tolak Rekomendasi DPRK Aceh Selatan, Dinilai Berikan Karpet Merah untuk Perusahaan Tambang

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:21 WIB

Teken Petisi Tolak Tambang, Kini DPRK Merekomendasikan IUP Samadua: Konsistensi Dipertanyakan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 04:17 WIB

Warga Samadua Tolak Perusahaan Tambang, Koalisi: Izin Bukan Cek Kosong

Rabu, 19 Agustus 2026 - 02:14 WIB

3 Keuchik di Kemasjidan Air Sialang Samadua Resmi Tolak IUP PT MMS, 2 Keuchik Cabut Rekomendasi

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:02 WIB

DPRK Aceh Selatan Didesak Bongkar Dugaan Maladministrasi Izin Perusahaan Tambang di Samadua

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:51 WIB

Ribuan Warga Samadua Kompak Tolak Tambang, Desak Rekomendasi Eksplorasi Dicabut!

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:34 WIB

Bupati Aceh Selatan Didesak Merdekakan Samadua dari Bayang-bayang Perusahaan Tambang

Berita Terbaru