slot preparation.lsrs.lu

Permukiman Warga Dipasang Plang TNGL, Bupati Gayo Lues Suhaidi Gerak Cepat Sampaikan ke Menteri Kehutanan, Dubes Inggris, dan Gubernur Aceh

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 20 Juni 2025 - 00:29 WIB

50816 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues — Warga dua desa di Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, kini hidup dalam kecemasan setelah permukiman mereka dipasangi plang penanda kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Desa Ramung Musara dan Desa Meloak menjadi titik terdampak langsung dari kebijakan pemasangan tersebut, yang dianggap terjadi tanpa koordinasi dan sosialisasi memadai kepada masyarakat.

Keresahan yang timbul tidak hanya menyangkut status legalitas lahan, namun juga mencerminkan kekhawatiran mendalam akan masa depan tempat tinggal dan sumber penghidupan masyarakat yang telah mendiami wilayah itu secara turun-temurun.

Menanggapi hal itu, Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd., M.Si., mengambil langkah cepat dengan menyampaikan langsung aspirasi dan keluhan warga kepada Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, Ph.D., serta Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey CVO. Pertemuan itu berlangsung dalam kunjungan kerja bersama di Takengon, Aceh Tengah, pada Rabu, 18 Juni 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemasangan plang kawasan TNGL di tengah permukiman warga telah menimbulkan kecemasan yang luar biasa. Masyarakat resah, karena khawatir tanah yang telah mereka tempati selama puluhan tahun akan ditetapkan sebagai kawasan terlarang. Kami sudah menyampaikan secara langsung kepada Kementerian dan Dubes Inggris, agar masalah ini ditangani secara adil dan manusiawi,” ujar Bupati Suhaidi di hadapan para pejabat pusat dan perwakilan negara mitra.

Menurut Suhaidi, pendekatan dalam penertiban kawasan hutan, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025, perlu dibarengi dengan pendekatan sosial dan dialog partisipatif. Ia menolak keras model pendekatan administratif sepihak yang mengabaikan realitas sosial masyarakat adat dan lokal.

“Konservasi itu penting, tapi jangan sampai mematikan kehidupan warga. Warga kami bukan perambah liar, mereka tinggal dan hidup di sana jauh sebelum plang itu muncul. Maka kami mohon, agar pemerintah pusat duduk bersama kami, mengevaluasi ulang penetapan tersebut,” tegasnya.

Bupati juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Gayo Lues dan pihak KLHK sepakat untuk membentuk tim gabungan yang akan melakukan kajian bersama terhadap batas-batas wilayah yang bermasalah. Kajian ini akan melibatkan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan penyuluh lapangan agar solusi yang diambil benar-benar berpihak pada keadilan ekologis dan sosial.

Namun langkah advokasi tidak berhenti sampai di sana. Setelah sehari sebelumnya bertemu langsung dengan Menteri Kehutanan dan Duta Besar Inggris, pada Kamis, 19 Juni 2025, Bupati Suhaidi kembali melanjutkan perjuangannya dengan meneruskan isu tersebut kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem). Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, Suhaidi memaparkan keresahan masyarakat Kecamatan Putri Betung atas pemasangan plang TNGL yang langsung berdampak pada psikologis dan legalitas warga.

Dalam kesempatan duduk bersama tersebut, Bupati menjelaskan bahwa isu ini bukan hanya tentang batas wilayah, tetapi sudah menyentuh soal kemanusiaan dan hak dasar warga negara.

“Permasalahan ini sudah menimbulkan keresahan yang mendalam di tengah masyarakat. Kami berharap Pemerintah Provinsi Aceh bisa turun tangan dan ikut menjadi bagian dari solusi. Jangan sampai masyarakat kami dibiarkan terjepit antara kepentingan hukum dan kebutuhan hidup,” ucapnya.

Bupati Suhaidi menambahkan bahwa ia tidak sedang menolak upaya pelestarian lingkungan, tetapi menginginkan pendekatan yang adil dan bermartabat.

“Ini menyangkut nasib dan hajat hidup orang banyak di Putri Betung. Sudah sepatutnya kita memastikan mereka tidak berada di posisi terjepit antara hidup dan hukum. Untuk itu kami meminta dengan sangat dukungan dari pemerintah provinsi dalam persoalan ini,” lanjut Suhaidi.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, dikabarkan menyambut positif aspirasi tersebut dan menyatakan akan mempelajari lebih lanjut permasalahan di lapangan. Ia juga menyatakan kesiapannya untuk memediasi dialog antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan Kementerian terkait, demi menemukan solusi yang tidak merugikan masyarakat.

Kini, ribuan warga di dua desa masih menanti langkah nyata pemerintah pusat dan daerah. Plang TNGL yang berdiri di depan rumah mereka bukan hanya menjadi simbol batas konservasi, tetapi juga menjadi bayang-bayang atas ketidakpastian nasib yang mereka hadapi.

Dengan dukungan penuh dari kepala daerah dan desakan ke berbagai pemangku kepentingan, masyarakat Putri Betung berharap harapan akan keadilan dan perlindungan atas hak hidup mereka tidak akan pupus. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya
Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:12 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Cek Langsung Kesiapan Polsek Lawe Alas melalui Program Polres Kuat

Rabu, 4 November 2026 - 12:19 WIB

Kapolsek Bambel Hadiri Penyampaian Visi dan Misi Calon Pengulu Kute

Rabu, 4 November 2026 - 10:17 WIB

LSM KOMPAK Aceh Tenggara Apresiasi Komitmen BPJN Aceh Tangani Ruas Jalan Nasional dan Pembangunan Jembatan Kuning I

Rabu, 4 November 2026 - 03:39 WIB

Mahasiswa Perikanan Dorong Kemandirian Pangan Pesantren Lewat Inovasi Budikdamber

Selasa, 3 November 2026 - 19:35 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan Bersama Wakapolres, Perkuat Kesiapan Personel Jaga Kamtibmas Jelang Pilkades 2026

Selasa, 3 November 2026 - 18:48 WIB

Cegah Kebakaran Lahan, Polsek Lawe Sigala-gala Imbau Warga Tidak Membakar Sisa Hasil Panen

Selasa, 3 November 2026 - 17:29 WIB

Edukasi Pengguna Jalan, Satlantas Polres Aceh Tenggara Bagikan Stiker Keselamatan dalam Operasi Patuh Seulawah 2026

Selasa, 3 November 2026 - 15:26 WIB

Proyek Infrastruktur Aceh Tenggara di Ujung Tanduk, Pemerintah Didesak Tak Abaikan Administrasi demi Kejar Tayang Fisik

Berita Terbaru