GAYO LUES | Bantuan sapi dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk masyarakat korban bencana dan terdampak di Kabupaten Gayo Lues disalurkan melalui mekanisme verifikasi yang ketat. Pemerintah daerah setempat memastikan seluruh proses berjalan secara transparan dan akuntabel, mulai dari tahap pembelian hingga distribusi ke masyarakat penerima.
Pemerintah Kabupaten Gayo Lues membentuk tim khusus yang bertugas melakukan pembelian sapi. Tim ini melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan diawasi oleh pihak-pihak berkompeten sesuai dengan petunjuk teknis yang ditetapkan pemerintah pusat. Proses pembelian sapi dilakukan langsung di Rumah Potong Hewan Sepang, Blangkejeren. Di lokasi tersebut, sapi-sapi milik peternak lokal diperiksa kesehatannya dan ditaksir kapasitas dagingnya oleh tenaga ahli yang berpengalaman.
Penentuan harga sapi dilakukan melalui kesepakatan antara tim pembelian dan penjual di lokasi setelah proses penaksiran selesai. Pembayaran kepada peternak dilakukan secara non-tunai, yakni melalui transfer langsung ke rekening masing-masing peternak setelah seluruh tahapan verifikasi dinyatakan memenuhi syarat. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada potensi penyalahgunaan dana dan seluruh proses dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Gayo Lues, Nevirizal, menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjaga keterbukaan dalam penyaluran bantuan tersebut. Ia menegaskan, seluruh proses pembelian dan distribusi sapi dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Diperkirakan, jumlah sapi yang akan disalurkan kepada masyarakat korban bencana dan terdampak di Gayo Lues mencapai lebih dari 200 ekor.
Distribusi bantuan sapi juga disesuaikan dengan jumlah korban di setiap wilayah. Jika jumlah korban di suatu daerah relatif sedikit, alokasi sapi tidak diberikan secara berlebihan. Sisa sapi akan dialihkan ke daerah lain yang juga terdampak, sehingga pembagian bantuan dapat berlangsung secara merata dan adil.
Setelah proses akad jual beli disepakati, sapi-sapi tersebut langsung diberangkatkan ke lokasi penyaluran sesuai dengan data penerima yang telah diverifikasi. Pemerintah pusat sebelumnya telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp4,3 miliar untuk pengadaan sapi Meugang bagi Kabupaten Gayo Lues. Dengan mekanisme yang ketat dan transparan ini, diharapkan bantuan sapi dari Presiden dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan, serta menjadi contoh penyaluran bantuan yang akuntabel di masa mendatang. (red)






































