BLANGKEJEREN — Sebuah forum strategis bertajuk Penguatan Kelembagaan Pengawasan Pemilu digelar di Kabupaten Gayo Lues, Rabu (24/9/2025). Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari ini menjadi titik temu berbagai elemen masyarakat dalam memperkuat sistem pengawasan pemilu menuju pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
Sebanyak 60 peserta dari unsur eksekutif, legislatif, yudikatif, perwakilan peserta pemilu, hingga masyarakat sipil hadir dalam forum ini. Acara dikemas dalam bentuk sesi interaktif yang terdiri dari diskusi dan perumusan kesepahaman bersama, sebagai langkah awal membangun komitmen pengawasan kolektif di tingkat daerah.
“Demokrasi itu kita jaga bersama. Tidak bisa hanya satu pihak saja. Semua elemen punya peran dan kontribusinya,” kata Asisten III Setdakab Gayo Lues, Amrin, ST., M.M., dalam sambutannya saat membuka forum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Amrin juga menyampaikan keyakinannya terhadap potensi generasi muda, terutama Gen Z, dalam mengawal tatanan demokrasi ke depan. Menurutnya, daya kritis generasi ini harus dimanfaatkan dalam proses pengawasan dan pembentukan kebijakan publik.
“Gen Z memiliki daya kritis yang tinggi dan harus diberi ruang untuk berperan aktif. Selain itu, kita sebagai aparatur negara juga harus berintegritas dan bisa dipercaya, karena pemerintahan berjalan karena adanya kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Provinsi Aceh, Agus Syahputra, S.Sos.I., M.H., menekankan pentingnya independensi lembaga pengawas dalam menjaga kelancaran proses demokrasi, khususnya di masa-masa krusial menjelang pemilu serentak 2024 yang lalu.
“Pengawasan yang baik bukan hanya soal menangani pelanggaran, tetapi mencegahnya sejak dini. Dan itu hanya bisa dilakukan lewat edukasi yang berkelanjutan dan kolaborasi antar pemangku kepentingan,” ujar Agus.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPRK Gayo Lues, H. Ali Husin, S.H., menyambut baik terselenggaranya forum ini. Menurutnya, penguatan kelembagaan pengawas pemilu merupakan langkah penting untuk menciptakan proses politik yang sehat di tingkat daerah.
“Panwaslih memiliki peran vital. Untuk itu, dukungan secara kelembagaan maupun moral harus terus kita perkuat. Demokrasi tanpa pengawas yang independen dan berwibawa, akan sulit mencapai kualitas yang kita cita-citakan,” ujar Ali Husin.
Forum yang digelar Panwaslih Gayo Lues ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga melahirkan rumusan aksi nyata yang dapat mendorong terciptanya mekanisme pengawasan pemilu yang lebih transparan, akuntabel, dan partisipatif di tingkat lokal.
Dengan sinergi yang kuat antar-lembaga serta dukungan penuh masyarakat, pemilu yang adil dan berintegritas bukan sekadar harapan, tetapi tujuan yang dapat dicapai bersama. (red)








































