Penanganan Pascabencana Dipercepat di Wilayah Terdampak Banjir Bandang

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 22 Desember 2025 - 01:49 WIB

50553 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues – Langkah percepatan penanganan pascabencana mulai dilakukan menyusul banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Tenggara dan Gayo Lues, Aceh, pada akhir November lalu. Kunjungan langsung ke daerah terdampak dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam meninjau kondisi lapangan, memantau penanganan darurat, serta menyiapkan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi agar pemulihan berjalan sesuai kebutuhan.

Titik pertama yang dikunjungi berada di Kabupaten Aceh Tenggara. Rombongan tiba melalui Bandara Alas Leuser dan langsung bergerak menuju beberapa lokasi yang terdampak parah. Di Kecamatan Babussalam, tinjauan dilakukan di Jembatan Mbarung yang terdampak parah akibat terjangan arus deras saat banjir melanda. Kerusakan serupa juga terlihat pada jembatan lain di Kecamatan Badar yang menjadi penghubung penting antarwilayah.

Salah satu fokus utama dalam kunjungan ini adalah memantau kondisi masyarakat di pengungsian. Posko Pengungsian Desa Leuser, Kecamatan Ketambe, menjadi salah satu titik yang dikunjungi untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi tercukupi. Rombongan berdialog langsung dengan warga, mendengarkan keluhan dan harapan mereka di tengah keterbatasan kondisi darurat. Selain itu, tinjauan juga dilakukan ke Pondok Pesantren Badrul Ulum di Desa Seldok, yang turut terdampak banjir bandang. Sejumlah fasilitas pendidikan mengalami kerusakan, sehingga perhatian terhadap sektor ini turut menjadi prioritas dalam upaya pemulihan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usai menyelesaikan kunjungan di Aceh Tenggara, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Gayo Lues. Setibanya di Bandara Blangkejeren, kegiatan serupa dilakukan dengan titik fokus pada kerusakan sektor pertanian di kawasan Debun Gelang. Di Kampung Rerebe dan Kampung Badak, hamparan sawah warga rusak parah akibat banjir yang merendam area pertanian selama berhari-hari. Bencana ini turut menghentikan aktivitas ekonomi masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup pada hasil pertanian.

Dalam rangkaian kunjungan di dua kabupaten, perhatian difokuskan pada tiga aspek utama: pemenuhan kebutuhan pengungsi, kerusakan infrastruktur, dan dampak terhadap sektor produktif masyarakat. Penanggulangan bencana, disebutkan, tak bisa ditangani secara parsial, melainkan melalui pendekatan kolaboratif antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta instansi tingkat pusat yang memiliki kewenangan teknis.

Komitmen pemerintah dalam percepatan pemulihan disampaikan di hadapan jajaran pejabat daerah dan masyarakat di lokasi. Pendataan menyeluruh atas kerusakan masih berlangsung dan menjadi dasar bagi penyusunan program rehabilitasi dan rekonstruksi. Upaya tersebut tidak hanya menyasar pemulihan fisik, tetapi juga pemulihan sosial dan ekonomi warga secara berkelanjutan.

Pemerintah menegaskan pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana hidrometeorologi yang semakin meningkat intensitasnya akibat perubahan iklim. Kunjungan langsung ke daerah terdampak diharapkan membangun pendekatan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat terdampak sekaligus meningkatkan perencanaan jangka panjang dalam mitigasi risiko bencana.

Pemantauan lapangan di tengah masa darurat menjadi langkah awal dari keberlanjutan kerja penanganan pascabencana. Dalam kondisi seperti sekarang, kehadiran langsung di tengah warga tidak hanya memberikan kepastian tindakan, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa masa pemulihan adalah tanggung jawab bersama yang harus dijalankan dengan sigap dan tuntas.

Berita Terkait

Siswi Kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Orang Tua Desak Sekolah Bertindak
7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Polres Gayo Lues Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran Desa Lukup Baru
Hasan G Aman Selena Berpulang Kerahmatullah di RS Adam Malik Medan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
Usai Rapat Siaga Karhutla, Damkar Gayo Lues Hadapi Dua Kebakaran dalam Hitungan Jam
Antrean Panjang di Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane, Warga Keluhkan Sistem Buka-Tutup
Kadis Damkar Gayo Lues Gelar Rapat Siaga Karhutla

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 18:57 WIB

Mahasiswa Trumon Tantang Desak DLH Aceh Selatan Transparan: Jika PT ATAK Terbukti Cemari Krueng Luas, Proses Hukum!

Rabu, 26 Agustus 2026 - 00:02 WIB

Warga Samadua Tolak Rekomendasi DPRK Aceh Selatan, Dinilai Berikan Karpet Merah untuk Perusahaan Tambang

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:21 WIB

Teken Petisi Tolak Tambang, Kini DPRK Merekomendasikan IUP Samadua: Konsistensi Dipertanyakan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 04:17 WIB

Warga Samadua Tolak Perusahaan Tambang, Koalisi: Izin Bukan Cek Kosong

Rabu, 19 Agustus 2026 - 02:14 WIB

3 Keuchik di Kemasjidan Air Sialang Samadua Resmi Tolak IUP PT MMS, 2 Keuchik Cabut Rekomendasi

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:02 WIB

DPRK Aceh Selatan Didesak Bongkar Dugaan Maladministrasi Izin Perusahaan Tambang di Samadua

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:51 WIB

Ribuan Warga Samadua Kompak Tolak Tambang, Desak Rekomendasi Eksplorasi Dicabut!

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:34 WIB

Bupati Aceh Selatan Didesak Merdekakan Samadua dari Bayang-bayang Perusahaan Tambang

Berita Terbaru