Penanganan Pascabencana di Gayo Lues Masih Lamban, Warga Bertaruh Nyawa di Jalur Longsor

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 25 Desember 2025 - 02:35 WIB

50316 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES, 24 Desember 2025 — Penanganan infrastruktur yang rusak akibat banjir besar di kawasan Sumatra, termasuk di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, dinilai berlangsung sangat lamban. Kerusakan badan jalan, amblesnya jalur utama, serta putusnya jembatan-jembatan penghubung membuat distribusi logistik ke permukiman warga yang terisolasi tidak berjalan optimal. Akibatnya, masyarakat di sejumlah wilayah terdampak terpaksa mencari jalan sendiri, bahkan harus mempertaruhkan nyawa demi menjangkau sanak saudara atau mengantar bantuan pangan.

Salah satu peristiwa tragis terjadi pada Selasa (23/12) lalu saat seorang warga asal Kampung Jawa, Kecamatan Blang Kejeren, bernama Ermayadi (40), ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh ke jurang di jalur Blang Kejeren–Pining. Saat kejadian, korban sedang dalam perjalanan pulang usai mengantar bahan makanan ke keluarganya yang terisolasi di pedalaman Kecamatan Pining, wilayah yang hingga kini masih sulit dijangkau akibat rusaknya akses darat pascabanjir bandang akhir November lalu.

Dikutip dari *Media Indonesia*, korban yang mengendarai sepeda motor penuh muatan bahan pokok harus melintasi jalur terjal dan rawan longsor. Beberapa titik jalan yang ia lewati diketahui sudah mengalami ambles parah. Selain itu, jembatan penghubung di beberapa titik juga rusak berat, memaksa warga menempuh jalur hutan dan lereng bukit secara manual. Dalam perjalanan pulang, Ermayadi kehilangan kendali pada motor yang dikendarainya dan diduga terperosok ke jurang di turunan curam dekat Desa Pepelah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi meninggalnya korban diketahui oleh warga lain dan pejalan kaki yang kebetulan melintasi jalur yang sama beberapa saat kemudian. “Tidak diketahui persis bagaimana kejadiannya, karena di lokasi itu tidak ada sinyal komunikasi dan berada di lintasan gunung. Saat warga hendak memberi pertolongan, nyawa Ermayadi sudah tidak tertolong,” ujar Masykur, tokoh masyarakat Kecamatan Pining.

Proses evakuasi dilakukan secara gotong royong oleh warga sekitar yang turut membantu mengangkat jenazah dari dasar jurang. Begitu laporan disampaikan, Bupati Gayo Lues Suhaidi langsung menginstruksikan tim BPBD beserta petugas kesehatan untuk mengevakuasi korban dan membawanya ke rumah duka. Ironisnya, sehari sebelum kecelakaan terjadi, Bupati diketahui sempat bertemu dengan korban saat sedang meninjau kondisi lapangan di wilayah Pining. Ia bahkan berdialog singkat menanyakan tujuan dan kondisi perjalanan korban.

Kondisi ini menambah catatan keprihatinan terhadap lambatnya respons pascabencana yang menyulitkan warga. Meski pemerintah telah menyatakan kesiapan menghadapi dampak bencana sejak banjir dahsyat melanda pada 26–27 November lalu, realitas di lapangan menunjukkan pemulihan berjalan sangat lambat. Akses logistik belum merata, distribusi pangan tersendat, dan infrastruktur darurat belum sepenuhnya tersedia di titik-titik kritis.

Budayawan Aceh, M. Adli Abdullah, menilai kejadian seperti yang menimpa Ermayadi seharusnya menjadi peringatan serius bagi pemerintah pusat maupun daerah. Menurutnya, perhatian tidak hanya diberikan pada distribusi bantuan, tetapi juga pada penyelamatan nyawa dan pemulihan ekonomi warga pedalaman pascabencana. “Banyak warga kita yang masih terjebak tanpa akses. Mereka bukan hanya butuh sembako, tapi juga jalur aman agar hasil bumi mereka bisa keluar. Hasil panen yang ditunggu berbulan-bulan kini hanya bisa dibusukkan di ladang,” ujar dosen senior Universitas Syiah Kuala itu.

Kawasan-kawasan seperti Kecamatan Pining dikenal sebagai wilayah dengan kontur pegunungan curam yang sangat rentan terhadap bencana longsor. Rusaknya jalur utama membuat keterisolasian menjadi lebih parah. Selain bahan pangan, hasil bumi seperti buah, biji-bijian, dan hasil panen lain tidak dapat dijual ke luar kawasan, memperparah situasi ekonomi masyarakat.

Pemerintah daerah didesak untuk segera menuntaskan perbaikan infrastruktur utama, termasuk pembangunan jembatan darurat dan pembukaan jalan alternatif. Selain itu, sinergi lintas sektor mutlak diperlukan untuk memastikan penanganan bencana tidak hanya fokus pada aspek logistik sesaat, melainkan juga menjangkau pemulihan sosial dan ekonomi warga secara menyeluruh. ***

Berita Terkait

Kapolres Gayo Lues Dampingi Bupati Tinjau Lesten: Pantau Pemulihan Pascabencana dan Salurkan Bantuan Langsung ke Warga
Bupati Gayo Lues Menembus Lesten: Mengawal Pemulihan Pascabencana di Tengah Medan Berat
Peringatan Isra Mi’raj di Gayo Lues Jadi Momentum Doa, Refleksi Bencana, dan Seruan Perbaikan Diri di Tengah Ujian Alam
Video Misionaris Beredar di Gayo Lues, Warga Pertanyakan Etika dan Izin Kegiatan Keagamaan di Tengah Bencana
Gempa Bermagnitudo 2,7 Guncang Gayo Lues, Terasa hingga Langsa
Akses Vital Warga Pulih, Jalan Penghubung Kute Reje–Soyo Kembali Dapat Dilalui Berkat Sinergi Polsek Terangun, Pemerintah Desa, dan Masyarakat
Polsek Blangkejeren Hadiri Peringatan Isra’ Mi’raj di Ponpes Bunayya, Bangun Semangat Keagamaan di Kalangan Santri
Kapolres Gayo Lues Bersama Forkopimda Sambut Kedatangan Kapolda Aceh Tinjau Pengungsi Banjir dan Longsor

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 23:38 WIB

Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Kapolres Nagan Raya Coffee Morning Bersama Advokat dan Pengacara

Kamis, 22 Januari 2026 - 23:34 WIB

Satlantas Polres Nagan Raya Gencar Tertibkan Knalpot Brong, Libatkan Peran Orang Tua dan Aparat Desa

Kamis, 22 Januari 2026 - 23:25 WIB

Sat Reskrim Polres Nagan Raya Tahan Sopir Air Kemasan Gelapkan Uang Perusahaan Hampir Rp89 Juta

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:12 WIB

Zainal Abidin Kades Keude Linteung Buka Secara Resmi Musrenbang Desa tahun 2026

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:01 WIB

Jangan Hanya Butuh Saat Pencitraan Saja : YARA Desak Pemerintah Perhatikan Nasib Wartawan Yang Korban Banjir

Senin, 19 Januari 2026 - 20:45 WIB

Wilmar dan Luka Agraria: Saat Negara Membiarkan Rakyat Terpinggirkan

Minggu, 18 Januari 2026 - 16:31 WIB

Sambut Isra Mikraj 1447 H, Pemkab Nagan Raya Gelar Tausiah di Masjid Giok

Minggu, 18 Januari 2026 - 16:23 WIB

Sat Reskrim Polres Nagan Raya Berhasil Amankan Terduga Pelaku Judi Online Jenis Slot

Berita Terbaru