Pemulihan Pascabencana di Gayo Lues Jadi Perhatian Pemerintah Pusat

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 11 Januari 2026 - 20:48 WIB

50358 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES | Upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat. Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke wilayah tersebut untuk meninjau secara langsung kondisi daerah yang terdampak bencana hidrometeorologi, serta mengevaluasi langkah-langkah penanganan darurat yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah.

Rombongan Kemendagri disambut oleh Bupati Gayo Lues beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan perangkat daerah terkait. Kunjungan ini dimaksudkan untuk memperkuat sinergi antara pusat dan daerah dalam menghadapi dampak banjir bandang dan longsor yang melanda sejak akhir 2025 lalu.

Peninjauan lapangan dilakukan di sejumlah titik terdampak,pada Minggu 11 Januari 2026 seperti areal pertanian warga yang rusak parah, permukiman yang terkena aliran lumpur, dan jembatan yang putus akibat derasnya aliran banjir. Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah Jembatan Aih Bobo di Desa Rigeb, yang merupakan akses vital penghubung antarwilayah. Hingga kini, jembatan tersebut hanya bisa dilalui kendaraan roda dua melalui jalur darurat buatan warga bersama TNI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam rapat koordinasi yang digelar setelah peninjauan lapangan, Kemendagri menyampaikan bahwa seluruh proses bantuan dan pemulihan harus berbasis data yang akurat. Pemerintah pusat menekankan pentingnya percepatan dalam penyusunan dokumen kerusakan dan kebutuhan, agar proses rehabilitasi dan pembangunan kembali dapat segera dimulai secara terarah dan merata. Pemerintah daerah juga diminta memastikan bahwa warga terdampak mendapat bantuan yang sesuai dengan kebutuhan mendesak, serta pendampingan yang memadai selama masa pemulihan.

Pemerintah Kabupaten Gayo Lues melaporkan bahwa masa tanggap darurat segera berakhir, dan perhatian kini difokuskan pada penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Dokumen tersebut akan menjadi dasar untuk mengakses bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat, termasuk untuk pengajuan pembangunan kembali empat jembatan permanen, pemulihan lahan pertanian, serta perbaikan infrastruktur dasar lainnya.

Kemendagri menyampaikan bahwa pemulihan di Gayo Lues akan menjadi bagian dari perhatian lintas kementerian, termasuk Kementerian Pertanian dan Kementerian PUPR, untuk mendukung sektor pertanian dan konektivitas wilayah. Sawah-sawah yang tertutup lumpur akan dibersihkan, lalu didukung dengan bantuan benih, pupuk, alat pertanian, dan perbaikan irigasi melalui skema optimalisasi lahan yang telah diprogramkan secara nasional.

Kunjungan kerja ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk tidak membiarkan daerah terdampak menghadapi bencana secara sendiri-sendiri. Dengan sinergi lintas sektor dan kerja sama yang kuat antara pusat dan daerah, diharapkan proses pemulihan di Gayo Lues dapat berjalan cepat, efisien, dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Pemkab Gayo Lues berharap dukungan pemerintah pusat tidak hanya hadir selama masa darurat, melainkan berlanjut hingga tahap rekonstruksi tuntas. Selain infrastruktur dan pertanian, pemulihan ekonomi warga dan layanan publik juga menjadi fokus utama selama masa transisi menuju normalisasi.

Keterlibatan aktif semua pihak diharapkan dapat mempercepat pemulihan daerah, serta membangun kembali ketangguhan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang. Pemerintah pusat dan daerah berkomitmen untuk memastikan bahwa pembangunan pascabencana dilakukan secara berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Gayo Lues. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Siswi Kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Orang Tua Desak Sekolah Bertindak
7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Polres Gayo Lues Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran Desa Lukup Baru
Hasan G Aman Selena Berpulang Kerahmatullah di RS Adam Malik Medan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
Usai Rapat Siaga Karhutla, Damkar Gayo Lues Hadapi Dua Kebakaran dalam Hitungan Jam
Antrean Panjang di Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane, Warga Keluhkan Sistem Buka-Tutup
Kadis Damkar Gayo Lues Gelar Rapat Siaga Karhutla

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 19:39 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:34 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:07 WIB

130 mahasiswa/mahasiswi FKIP universitas gunung lauser siap terjun untuk pengabdian lapangan,PPL 2026

Rabu, 2 September 2026 - 16:59 WIB

Hardikda Aceh ke-67: SMAN 1 Badar Tanam Pohon, Rawat Budaya, dan Asah Akhlak Siswa

Rabu, 2 September 2026 - 12:58 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Beri Penguatan kepada Bhabinkamtibmas, Tekankan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

Selasa, 1 September 2026 - 17:23 WIB

Cegah Karhutla, Polsek Babul Makmur Sambangi Warga dan Sosialisasikan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 16:44 WIB

Harumkan Aceh Tenggara, Nadira Yana Hasmi Raih Juara 2 Olimpiade Bahasa Arab Aceh dan Melaju ke Tingkat Nasional

Selasa, 1 September 2026 - 16:34 WIB

HARUMKAN ACEH TENGGARA, Finalis OSN Dikdas 2026 Raih Emas Nasional, Sabet The Best Overall dan The Best Theory

Berita Terbaru