GAYOLUES | Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menunjukkan respons cepat dan nyata dalam menyikapi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang melanda sejumlah wilayah, khususnya Kecamatan Puteri Betung. Kondisi darurat tersebut mendorong pemerintah daerah bergerak melampaui pernyataan, mengambil langkah konkret guna memenuhi kebutuhan dasar warga di tengah masa pemulihan pascabencana.
Aksi spontan warga Puteri Betung yang menyerahkan tabung-tabung gas kosong ke posko bencana, pada Rabu, 17 Desember lalu, menjadi penanda keresahan sekaligus keputusasaan masyarakat. Momentum itu sekaligus menjadi sinyal bagi pemerintah daerah bahwa krisis energi rumah tangga tidak bisa dibiarkan berlarut. Aksi simbolik tersebut tidak dibiarkan tanpa jawaban.
Tanggap akan situasi tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Gayo Lues langsung menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengambil langkah jemput bola. Mengingat distribusi di wilayah terdampak belum sepenuhnya pulih, tim diarahkan untuk menembus jalur darat menuju Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, demi mencari cadangan stok gas LPG bersubsidi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski infrastruktur jalan baru saja fungsional kembali pascabanjir, rombongan yang dipimpin langsung oleh Bupati Gayo Lues tetap menempuh perjalanan menuju wilayah perbatasan tersebut. Langkah ini diambil dengan pertimbangan bahwa kebutuhan masyarakat tidak bisa menunggu. Rasa tanggung jawab untuk memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat membuat pemerintah bekerja di luar prosedur rutin.
Hasil dari upaya ini cukup signifikan. Sebanyak 300 tabung gas LPG 3 kilogram berhasil diamankan dan langsung disalurkan untuk warga di Kecamatan Puteri Betung. Langkah ini disambut hangat oleh masyarakat yang sebelumnya mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan memasak harian. Dalam situasi pemulihan pascabencana seperti ini, keberadaan gas LPG bukan sekadar soal pasokan energi, tetapi juga berkaitan erat dengan ketahanan keluarga dan kelangsungan aktivitas rumah tangga.
Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menegaskan bahwa upaya penanggulangan kelangkaan ini belum berhenti. Koordinasi dengan pihak terkait, termasuk agen-agen penyalur dan otoritas distribusi LPG, akan terus dilakukan secara intensif untuk menjamin keberlanjutan pasokan ke wilayah terdampak. Pemerintah juga memastikan keterlibatan semua jajaran, dari tingkat kecamatan hingga kabupaten, dalam proses pengawasan distribusi barang subsidi agar benar-benar tepat sasaran.
Langkah sigap ini menjadi cerminan bahwa pemerintah tidak sekadar hadir dalam bentuk kebijakan, tetapi juga melalui tindakan nyata di lapangan. Dengan keterbatasan yang ada, prioritas tetap diberikan pada kebutuhan masyarakat, terlebih di masa-masa krusial setelah bencana terjadi. Pemerintah Gayo Lues berkomitmen untuk terus bersama rakyat, tidak hanya saat musibah terjadi, tetapi juga dalam proses pemulihan dan pembangunan kembali kehidupan masyarakat. (Abdiansyah)






































