GAYO LUES, 18 Februari 2026 — Pemerintah Kabupaten Gayo Lues melakukan pemantauan menyeluruh terhadap pelaksanaan pemotongan hewan Meugang tahun 2026 yang digelar menjelang bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini tidak hanya memastikan kelancaran tradisi tahunan masyarakat Aceh tersebut, tetapi juga menitikberatkan pada aspek kesehatan hewan, ketertiban distribusi, serta prioritas bantuan bagi warga terdampak bencana banjir.
Pemantauan dilakukan atas arahan Bupati Gayo Lues dengan menerjunkan sejumlah kepala dinas terkait. Dinas Syari’at Islam, Dinas Pendidikan Dayah, serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gayo Lues terlibat langsung dalam pengawasan di lapangan. Kepala Dinas Syari’at Islam Zulpadli, S.Pd., dan Kepala Dinas Pendidikan Dayah H. Sukri Mas bersama jajaran dinas terkait berkoordinasi dalam penetapan panitia penerima, pemberian, dan penyaluran bantuan sapi kepada masyarakat terdampak bencana.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut pemerintah daerah, pemantauan ini mencakup pemeriksaan kesehatan hewan sebelum disembelih yang dilakukan oleh tim teknis dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan hewan yang dipotong dalam kondisi sehat dan layak konsumsi, sehingga daging yang dibagikan kepada masyarakat aman.
Tim pemantau telah dibekali surat keputusan (SK) sesuai dengan wilayah tugas masing-masing. Mereka diturunkan ke seluruh kampung di Kabupaten Gayo Lues, dengan prioritas utama pada desa-desa yang terdampak banjir beberapa waktu lalu. Selain mengawasi proses penyembelihan, tim juga memastikan penyaluran daging sapi berjalan tertib dan tepat sasaran.

Pemerintah kabupaten menegaskan bahwa pengawasan dilakukan sejak tahap awal, mulai dari penetapan penerima bantuan sapi hingga distribusi daging kepada masyarakat. Petugas yang telah ditunjuk secara resmi oleh bupati turut mengawasi jalannya pembagian agar tidak terjadi penyimpangan dan seluruh masyarakat yang berhak dapat menerima manfaat.

Tradisi Meugang merupakan bagian penting dari budaya masyarakat Aceh dalam menyambut Ramadhan. Pada momentum ini, masyarakat secara bersama-sama melakukan penyembelihan hewan dan membagikan daging kepada keluarga serta warga sekitar. Di tengah situasi pemulihan pascabanjir, pelaksanaan Meugang tahun ini memiliki makna sosial yang lebih mendalam karena menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.
Pemerintah Kabupaten Gayo Lues berharap melalui pemantauan yang ketat dan koordinasi lintas dinas, pelaksanaan Meugang 2026 dapat berjalan lancar, tertib, serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang sedang bangkit dari dampak bencana. (AMJ)






































