Pemkab Gayo Lues Kerahkan Alat Berat Buka Akses ke Desa Pining yang Terisolasi

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 24 Desember 2025 - 02:02 WIB

50285 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES — Pemerintah Kabupaten Gayo Lues terus mengupayakan pembukaan akses ke Desa Pining, Kecamatan Pining, yang hingga kini masih terisolasi pascabencana banjir bandang dan tanah longsor. Hampir satu bulan setelah bencana melanda, akses utama ke desa tersebut masih tertutup total, membuat distribusi bantuan dan aktivitas warga terhambat.

Dalam upaya percepatan pemulihan, Pemkab Gayo Lues mulai mengerahkan alat berat berupa ekskavator sejak **Selasa, 23 Desember 2025**, untuk membuka jalur darurat baru yang dapat dilalui kendaraan. Jalan utama yang biasa digunakan warga kini tertimbun material longsor dan puing-puing banjir. Akibatnya, jalur tersebut tidak lagi bisa dilalui baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Pembukaan jalur ini menjadi prioritas utama agar distribusi bantuan logistik dapat dilakukan secara estafet dan kehidupan warga segera bisa normal kembali,” ungkap salah satu anggota tim gabungan yang tengah bekerja di lokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim gabungan terdiri dari unsur Pemerintah Kabupaten, Polres Gayo Lues, TNI, relawan, dan masyarakat yang bersama-sama menempuh medan berat untuk menyalurkan bantuan langsung ke titik-titik terdampak. Bantuan darurat yang dibawa meliputi sembako, kasur, dan bahan kebutuhan pokok lainnya, terutama untuk warga di Desa Pining yang masih sangat minim akses layanan dasar.

Saat ini, jalur distribusi terdekat berada di Kampung Uring, yang hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki selama 12 hingga 15 jam. Medan terjal menambah kesulitan warga, terutama anak-anak dan lansia, dalam memperoleh bantuan secara langsung.

Sebelumnya, bantuan sempat dikirimkan melalui jalur udara, namun distribusi belum maksimal karena keterbatasan armada dan cuaca yang tidak menentu. Oleh karena itu, jalur darat dipandang sebagai solusi paling efektif untuk menjangkau warga secara menyeluruh.

Di kondisi normal, perjalanan dari pusat kota Blangkejeren ke Desa Pining hanya memakan waktu sekitar 1,5 jam. Namun pascabencana, waktu tempuh membesar drastis. Tim bahkan harus menginap satu malam di Dusun Pepelah, tepat di sekitar jembatan yang terputus, sebelum melanjutkan perjalanan ke desa terisolasi itu.

Pemerintah daerah bersama unsur Forkopimda terus berkoordinasi untuk mempercepat pembukaan jalur darurat, sekaligus merancang rencana jangka panjang untuk perbaikan infrastruktur secara permanen. Bagi masyarakat desa di kawasan pegunungan ini, tersedianya akses jalan menjadi kebutuhan esensial bukan hanya untuk transportasi, tapi juga untuk pendidikan, kesehatan, dan perekonomian harian.

Dengan pengerahan alat berat dan kerja sama lintas sektor, jalur penghubung diharapkan segera bisa fungsional, setidaknya untuk keperluan darurat dan distribusi logistik. Hal ini akan menjadi langkah awal dalam memulihkan kehidupan masyarakat Pining serta mempercepat proses pemulihan pascabencana secara menyeluruh di wilayah Gayo Lues. ***

Berita Terkait

Siswi Kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Orang Tua Desak Sekolah Bertindak
7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Polres Gayo Lues Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran Desa Lukup Baru
Hasan G Aman Selena Berpulang Kerahmatullah di RS Adam Malik Medan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
Usai Rapat Siaga Karhutla, Damkar Gayo Lues Hadapi Dua Kebakaran dalam Hitungan Jam
Antrean Panjang di Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane, Warga Keluhkan Sistem Buka-Tutup
Kadis Damkar Gayo Lues Gelar Rapat Siaga Karhutla

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 18:57 WIB

Mahasiswa Trumon Tantang Desak DLH Aceh Selatan Transparan: Jika PT ATAK Terbukti Cemari Krueng Luas, Proses Hukum!

Rabu, 26 Agustus 2026 - 00:02 WIB

Warga Samadua Tolak Rekomendasi DPRK Aceh Selatan, Dinilai Berikan Karpet Merah untuk Perusahaan Tambang

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:21 WIB

Teken Petisi Tolak Tambang, Kini DPRK Merekomendasikan IUP Samadua: Konsistensi Dipertanyakan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 04:17 WIB

Warga Samadua Tolak Perusahaan Tambang, Koalisi: Izin Bukan Cek Kosong

Rabu, 19 Agustus 2026 - 02:14 WIB

3 Keuchik di Kemasjidan Air Sialang Samadua Resmi Tolak IUP PT MMS, 2 Keuchik Cabut Rekomendasi

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:02 WIB

DPRK Aceh Selatan Didesak Bongkar Dugaan Maladministrasi Izin Perusahaan Tambang di Samadua

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:51 WIB

Ribuan Warga Samadua Kompak Tolak Tambang, Desak Rekomendasi Eksplorasi Dicabut!

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:34 WIB

Bupati Aceh Selatan Didesak Merdekakan Samadua dari Bayang-bayang Perusahaan Tambang

Berita Terbaru