Pemerintah Diminta Perhatikan Nasib ASN dan Warga Gayo Lues Pascabencana

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 19 Desember 2025 - 21:11 WIB

50580 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blangkejeren, 19 Desember 2025 — Pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Gayo Lues, tekanan terhadap kehidupan masyarakat semakin terasa. Selain kerusakan infrastruktur dan pemukiman, beban ekonomi menjadi tantangan utama karena lonjakan harga kebutuhan pokok dan kelangkaan energi di lapangan.

Harga elpiji subsidi ukuran 3 kilogram dilaporkan menembus *Rp50.000* per tabung di tingkat pengecer, sementara bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax mengalami lonjakan hingga *Rp25.000 hingga Rp40.000 per liter* di kawasan terpencil. Terhambatnya distribusi akibat akses jalan yang rusak menyebabkan pasokan barang tersendat dan harga melambung tinggi.

Kenaikan biaya hidup ini menghimpit banyak keluarga, terutama mereka yang baru saja terdampak bencana. Para Aparatur Sipil Negara (ASN), meski tetap menjalankan tugas pelayanan publik, ikut merasakan dampak berat akibat gaji mereka yang masih terpotong untuk cicilan pinjaman bank maupun koperasi, di tengah kebutuhan yang meningkat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam situasi ini, *sejumlah pihak meminta kepada Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd., M.Si., agar mengusulkan secara resmi kepada pihak perbankan untuk memberikan keringanan kredit atau penundaan pembayaran bagi masyarakat terdampak, termasuk kepada kalangan ASN, pelaku UMKM, petani, dan pekerja informal*.

Permintaan tersebut muncul dari keresahan warga yang merasa kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, sementara beban cicilan kredit tetap berjalan seperti biasa tanpa mempertimbangkan kondisi pascabencana. Penundaan pembayaran selama minimal tiga bulan dinilai dapat memberi ruang bagi masyarakat untuk fokus memulihkan kehidupan ekonomi mereka.

“Kami mengharapkan Bupati bisa menjadi jembatan, menyuarakan kepentingan kami ke pihak perbankan. Tidak semua warga bisa langsung pulih secara ekonomi, sehingga butuh kelonggaran cicilan untuk sementara waktu,” ujar seorang warga di kawasan Blangkejeren.

Tuntutan ini juga mencakup perlunya koordinasi pemerintah daerah dengan pihak Bank Aceh Syariah, Bank Syariah Indonesia (BSI), koperasi, serta lembaga-lembaga pembiayaan lainnya yang aktif menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun pinjaman konsumtif kepada ASN dan masyarakat umum di Gayo Lues.

Selain permintaan relaksasi kredit, warga juga mendorong agar pemerintah segera merespons lonjakan harga LPG dan BBM dengan langkah-langkah konkret, seperti menggelar operasi pasar murah, menambah kuota distribusi LPG subsidi, serta mempercepat normalisasi pasokan bahan bakar ke pelosok.

Belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah terkait usulan ke perbankan, namun sejumlah komunitas sipil dan tokoh masyarakat terus menyuarakan pentingnya langkah cepat dan responsif dari pemerintah dalam menjawab krisis ekonomi pascabencana.

Warga berharap, fokus pemulihan tidak hanya diarahkan pada perbaikan fisik seperti jalan dan jembatan, tetapi juga pada *rasa aman ekonomi* masyarakat. Dengan partisipasi aktif pemimpin daerah dalam memperjuangkan kepentingan warganya di tingkat lembaga keuangan, masyarakat Gayo Lues diyakini bisa bangkit lebih cepat dan berdaya. (RED)

Berita Terkait

Bupati Gayo Lues Dukung Pemulihan NTT, Bagikan Pengalaman Hadapi Bencana
Bupati Gayo Lues Apresiasi Pasar Murah HUT Kejaksaan yang Ringankan Beban Warga
Pemkab Gayo Lues Peringati Hardikda, Tegaskan Pentingnya Pendidikan Kebencanaan di Sekolah
Bupati Gayo Lues Apresiasi Penyaluran 552 Ton Beras Bantuan untuk 18.405 Warga
Pemkab Gayo Lues Tata Pusat Kota Blangkejeren, PKL Akan Ditertibkan
Siswi Kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Orang Tua Desak Sekolah Bertindak
7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Polres Gayo Lues Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran Desa Lukup Baru

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 01:39 WIB

Aksi 27 Agustus Memuncak Ricuh di Senayan, Nama GRIB Jaya Ikut Terseret, Negara Dituding Respons Represif

Kamis, 3 September 2026 - 01:20 WIB

Nama Hercules Kembali Diperbincangkan, Benarkah Kekuatannya Bersumber dari Ketakutan atau Gagalnya Negara Tegakkan Hukum?

Kamis, 3 September 2026 - 00:40 WIB

Menakar Kekuasaan Hercules di Balik Ketidakpastian Penegakan Hukum

Kamis, 3 September 2026 - 00:30 WIB

KPK Geledah Perusahaan Tambang Besar Terkait Dugaan Korupsi Pemeriksaan Pajak di KPP Madya Banjarmasin

Kamis, 3 September 2026 - 00:02 WIB

Kritik Keterlibatan Ormas dalam Pengamanan Demonstrasi, Pegiat HAM Ingatkan Risiko Konflik Horizontal

Rabu, 2 September 2026 - 23:57 WIB

Tanggung Jawab Aparat dalam Pengamanan Unjuk Rasa Jadi Sorotan

Rabu, 2 September 2026 - 23:53 WIB

Temuan Baru Kasus Kematian Pegawai Mantan Jampidsus: Aliran Dana Misterius Terungkap

Rabu, 2 September 2026 - 23:48 WIB

Dugaan Keracunan Massal Program MBG di Sidoarjo Meluas, 566 Orang Terdampak

Berita Terbaru