Pemerintah Bangun Ribuan Huntara untuk Korban Banjir Bandang di Gayo Lues

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 10 Januari 2026 - 00:44 WIB

50359 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES, (10/01/2026) |  Pemerintah mulai membangun hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Langkah ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana yang melanda kawasan tersebut pada akhir November 2025 lalu. Dalam tahap awal, pembangunan huntara diprioritaskan bagi ribuan warga yang hingga kini masih tinggal di pengungsian akibat rumah mereka rusak ataupun hilang terbawa arus banjir.

Pembangunan huntara ditargetkan selesai sebelum bulan Ramadan yang diprediksi jatuh pada awal Maret 2026. Pemerintah berharap, dengan selesainya proses pembangunan sesuai jadwal, warga terdampak sudah dapat menempati tempat tinggal yang layak dan lebih manusiawi dibandingkan kondisi darurat di tenda-tenda pengungsian saat ini. Selain sebagai tempat tinggal untuk sementara waktu, huntara juga diharapkan mampu menjadi ruang pemulihan psikologis bagi warga yang kehilangan harta benda bahkan anggota keluarga akibat bencana.

Pemerintah merencanakan pembangunan 3.051 unit hunian sementara yang akan tersebar di berbagai titik di Kabupaten Gayo Lues. Lokasi-lokasi hunian ini dipilih dengan pertimbangan strategis dan kemudahan akses, termasuk salah satunya di kawasan pertigaan antara Rumah Sakit Umum Daerah Muhammad Ali Kasim dan markas Batalyon 855 Raksasa Dharma. Pemilihan lokasi ini juga didasarkan pada faktor keamanan, stabilitas tanah, serta kedekatan dengan fasilitas layanan dasar seperti air bersih, listrik, dan layanan kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga saat ini, proses pembangunan baru memasuki tahap awal, ditandai dengan pembangunan satu unit rumah contoh di Desa Rigep, Kecamatan Dabun Gelang. Proyek rumah percontohan ini diharapkan dapat menjadi acuan teknis dan desain untuk pembangunan ribuan unit lainnya di lokasi yang telah ditentukan. Pekerjaan konstruksi telah dimulai sejak tiga hari terakhir, dan ditargetkan satu unit rumah contoh dapat selesai dalam waktu singkat sebagai bentuk uji coba pengerjaan di lapangan.

Menurut pantauan di lokasi, setidaknya terdapat 20 titik pembangunan yang telah ditetapkan sebagai lokasi huntara. Setiap titik akan menampung sejumlah unit sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas lahan yang tersedia. Dalam prosesnya, pemerintah menggandeng berbagai pemangku kepentingan termasuk unsur TNI, relawan kebencanaan, dan dinas terkait untuk memastikan pembangunan berjalan efisien dan tepat waktu.

Pembangunan huntara ini juga menjadi bagian dari tahapan awal sebelum perencanaan rekonstruksi dan relokasi permukiman permanen. Dalam jangka pendek, hunian sementara menjadi solusi untuk memastikan bahwa warga terdampak mendapatkan tempat tinggal yang layak, aman, dan sehat sambil menunggu pembangunan rumah tetap yang direncanakan dilaksanakan dalam fase berikutnya.

Meskipun terdapat berbagai tantangan seperti cuaca yang belum menentu dan kontur medan yang berat di sejumlah lokasi, pemerintah optimistis target rampungnya pembangunan sebelum Ramadan dapat tercapai. Selain sebagai bentuk kehadiran negara dalam penanganan bencana, percepatan pembangunan hunian sementara ini juga menjadi upaya untuk memulihkan kembali aktivitas masyarakat yang sempat lumpuh akibat bencana, termasuk pendidikan, perekonomian lokal, dan layanan kesehatan yang turut terdampak.

Warga yang ditemui di lokasi menyambut baik pembangunan huntara ini. Banyak di antara mereka menyatakan harapan agar proses pembangunan dapat segera selesai sehingga mereka bisa kembali hidup lebih layak setelah berminggu-minggu tinggal di posko-posko pengungsian yang serba terbatas. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan terus mengalir, tidak hanya dari pemerintah pusat dan daerah, tetapi juga dari masyarakat luas dalam bentuk bantuan material, logistik, maupun tenaga. (*)

Berita Terkait

Bertumpuk Sanksi, PT Rosin Dinilai Seolah Kebal Hukum, LIRA Mendesak Polda Aceh dan Mabes Polri Bergerak Cepat
Melalui Gerakan Indonesia Asri, Brimob Aceh Bersihkan Terminal Kuta Panjang
Plang Larangan Sudah Berdiri, Aktivitas PT Rosin Tak Tersentuh—Siapa yang Melindungi?
Wujud Apresiasi dan Motivasi, Kapolres Gayo Lues Berikan Penghargaan kepada Personel Terbaik, Terima Apresiasi dari IDI
Keputusan Gubernur Aceh Jadi Dasar Baru, LIRA Desak PT Rosin Dibekukan Sampai Semua Kewajiban Dipenuhi
Satreskrim Polres Gayo Lues Bekuk Residivis Pelaku Pencurian di Blangkejeren
Klaim Sudah Patuh Tak Menjawab Surat Resmi dan Temuan Lapangan, LIRA Sebut PT Rosin Masih Bermasalah dari Hulu ke Hilir
Kapolres Gayo Lues Ajak Pekerja dan Masyarakat Bersatu untuk Kesejahteraan di Hari Buruh 2026

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 00:25 WIB

Diduga Cederai Sportivitas FLS3N,Ketua HIPELMABDYA Desak Kadisdik Aceh Copot Kacabdin Abdya

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:34 WIB

Gotong Royong Satgas TMMD, Rumah Tidak Layak Huni Disulap Jadi Nyaman

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:18 WIB

Progres Rehab RTLH TMMD ke-128 Kodim Abdya Capai 60 Persen

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:10 WIB

Kejar Target, Satgas TMMD Abdya Intensifkan Distribusi Bahan Bangunan

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:44 WIB

Kejar Target, TNI Kebut Proyek MCK Program TMMD 128

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:08 WIB

Sentuhan Akhir TMMD: MCK di Gunung Cut Dicat dan Diberi Mural Kebanggaan

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:28 WIB

Kolonel Jon Heriko Pimpin Wasev TMMD Abdya, Pastikan Program Tepat Sasaran

Senin, 4 Mei 2026 - 20:41 WIB

Kebersamaan TNI dan Warga Percepat Rehab Rumah Nurhabibah

Berita Terbaru