Pembersihan Jalan Pascabencana di Gayo Lues, Sistem Buka-Tutup Diterapkan di Tiga Titik

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 20 Desember 2025 - 22:41 WIB

50504 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES, (20/12/2025)  — Seiring upaya percepatan pemulihan infrastruktur pascabanjir bandang yang melanda Kabupaten Gayo Lues, Kementerian Pekerjaan Umum bersama kontraktor pelaksana mulai mengintensifkan pekerjaan pembersihan jalan di sejumlah titik terdampak. Dalam prosesnya, diterapkan sistem buka-tutup jalan pada ruas yang melintasi wilayah Tetumpun, Tangsaran, dan Serkil.

Pemberlakuan sistem buka-tutup jalan dilakukan guna mendukung kelancaran mobilisasi alat berat dan tim pembersih, sekaligus meminimalisasi risiko keselamatan bagi pengguna jalan umum selama pekerjaan berlangsung. Berdasarkan pemberitahuan resmi yang dipasang di sejumlah titik, penutupan jalan diberlakukan di luar jam operasional tertentu, yaitu hanya dibuka pada pukul 12.00–13.00 WIB dan 17.00–08.00 WIB.

Kebijakan tersebut diambil menyesuaikan intensitas pekerjaan pembersihan material longsor dan lumpur yang masih menutupi badan jalan. Di beberapa bagian, tim juga harus menangani sisa puing serta perkuatan struktur pinggir jalan akibat bergesernya tanah akibat bencana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pekerjaan pembersihan ini memerlukan ruang gerak, dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, sistem buka-tutup diterapkan agar proses dapat berjalan efisien tanpa mengganggu aktivitas harian warga yang masih melewati jalur tersebut,” ujar salah satu petugas lapangan dari tim Kementerian PUPR di Gayo Lues.

Area Tetumpun, Tangsaran, dan Serkil merupakan jalur vital penghubung antarkecamatan yang terdampak cukup parah saat banjir bandang melanda wilayah Gayo Lues awal Desember lalu. Selain menutup jalan, bencana juga merusak sejumlah fasilitas umum, serta membatasi distribusi logistik ke wilayah terpencil.

Dengan diberlakukannya sistem ini, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues mengimbau masyarakat agar dapat menyesuaikan waktu perjalanan, terutama bagi kendaraan pengangkut barang dan logistik bantuan. Masyarakat juga diminta untuk mematuhi arahan petugas di lapangan demi kelancaran dan keselamatan selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung.

Proses normalisasi infrastruktur jalan ini menjadi bagian penting dalam pemulihan pascabencana di Gayo Lues. Selain memulihkan konektivitas antarwilayah, langkah ini juga diharapkan dapat mempercepat distribusi bantuan serta mobilisasi tim medis dan tenaga pendukung lainnya ke daerah terdampak.

Pemerintah pusat dan daerah terus berkoordinasi intensif untuk memastikan seluruh akses yang terputus akibat bencana dapat segera dipulihkan. Sementara itu, sistem buka-tutup jalan diprediksi akan diterapkan dalam beberapa hari ke depan hingga kondisi lapangan dianggap aman untuk dilewati secara penuh. (RED)

Berita Terkait

Siswi Kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Orang Tua Desak Sekolah Bertindak
7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Polres Gayo Lues Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran Desa Lukup Baru
Hasan G Aman Selena Berpulang Kerahmatullah di RS Adam Malik Medan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
Usai Rapat Siaga Karhutla, Damkar Gayo Lues Hadapi Dua Kebakaran dalam Hitungan Jam
Antrean Panjang di Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane, Warga Keluhkan Sistem Buka-Tutup
Kadis Damkar Gayo Lues Gelar Rapat Siaga Karhutla

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 18:57 WIB

Mahasiswa Trumon Tantang Desak DLH Aceh Selatan Transparan: Jika PT ATAK Terbukti Cemari Krueng Luas, Proses Hukum!

Rabu, 26 Agustus 2026 - 00:02 WIB

Warga Samadua Tolak Rekomendasi DPRK Aceh Selatan, Dinilai Berikan Karpet Merah untuk Perusahaan Tambang

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:21 WIB

Teken Petisi Tolak Tambang, Kini DPRK Merekomendasikan IUP Samadua: Konsistensi Dipertanyakan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 04:17 WIB

Warga Samadua Tolak Perusahaan Tambang, Koalisi: Izin Bukan Cek Kosong

Rabu, 19 Agustus 2026 - 02:14 WIB

3 Keuchik di Kemasjidan Air Sialang Samadua Resmi Tolak IUP PT MMS, 2 Keuchik Cabut Rekomendasi

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:02 WIB

DPRK Aceh Selatan Didesak Bongkar Dugaan Maladministrasi Izin Perusahaan Tambang di Samadua

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:51 WIB

Ribuan Warga Samadua Kompak Tolak Tambang, Desak Rekomendasi Eksplorasi Dicabut!

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:34 WIB

Bupati Aceh Selatan Didesak Merdekakan Samadua dari Bayang-bayang Perusahaan Tambang

Berita Terbaru