Pembangunan Huntara dan Huntap di Gayo Lues Terkendala Status Lahan, Pemprov Diminta Cari Solusi

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 9 Januari 2026 - 05:49 WIB

50222 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES |  Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menghadapi kendala serius dalam penyediaan lahan untuk pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang terdampak bencana. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gayo Lues, Muhaimin, menyampaikan bahwa sekitar 75 persen wilayah kabupaten itu merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), yang tidak dapat dimanfaatkan sebagai lokasi permukiman.

Dalam rapat koordinasi melalui video konferensi yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Aceh dan dihadiri para kepala daerah terdampak bencana di seluruh Aceh pada Rabu, 7 Januari 2026, Muhaimin menjelaskan bahwa masyarakat Gayo Lues menolak jika harus direlokasi ke dalam wilayah TNGL. Sebab itu, saat ini Pemkab Gayo Lues masih mengandalkan lahan-lahan milik masyarakat yang bersedia dipinjamkan sementara untuk pembangunan huntara.

Kebijakan ini dinilai belum menjadi solusi jangka panjang, mengingat total kebutuhan lahan mencapai sekitar 100 hektar untuk pembangunan 3.051 unit rumah yang telah direncanakan dalam tahap pertama pembangunan huntap. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 4 hektar yang merupakan aset pemerintah daerah. Sisanya adalah lahan milik masyarakat yang telah bersertifikat, yang status kepemilikannya tidak memungkinkan untuk diambil alih tanpa mekanisme pengadaan lahan yang sesuai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk pembangunan huntara kita masih menggunakan lahan masyarakat dengan status lahan pinjam pakai, ini menjadi persoalan karena lebih kurang 100 hektar yang kita butuhkan untuk huntapnya,” ujar Muhaimin dalam rapat tersebut.

Situasi ini diperparah oleh kondisi fiskal Kabupaten Gayo Lues yang dinilai tidak memungkinkan untuk membeli lahan dalam skala besar. Pembangunan huntap pun tidak mungkin dibebankan kepada masyarakat yang terdampak, karena secara ekonomi mereka tidak mampu melakukannya. Pemerintah Kabupaten Gayo Lues pun meminta solusi dari Pemerintah Pusat melalui perantara Pemerintah Provinsi Aceh.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyatakan akan segera membahasnya dengan pemerintah pusat guna mencari jalan keluar terkait 96 hektar lahan yang belum memiliki kepastian hukum untuk digunakan dalam pembangunan huntara dan huntap di Gayo Lues. Ia menegaskan pentingnya komunikasi lintas sektor dan lintas jenjang pemerintahan dalam menangani dampak bencana yang bersifat struktural seperti penyediaan lahan.

Di sisi lain, Wakil Gubernur juga menginstruksikan seluruh bupati dan wali kota yang daerahnya terdampak bencana untuk segera menetapkan surat keputusan (SK) terkait data kerusakan rumah warga. Kebijakan ini dimaksudkan untuk mempercepat proses realisasi bantuan, termasuk pencairan dana rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Bupati/Wali Kota meng-SK-kan terus, nanti kalau ada yang ketinggalan itu di gelombang kedua. Jadi, gelombang pertama ini supaya bisa dibayarkan dulu,” ujarnya.

Wakil Gubernur juga menjelaskan skema bantuan yang akan diberikan kepada korban berdasarkan data dan usulan dari pemerintah daerah serta perangkat kementerian terkait, seperti Kementerian Sosial. Bagi warga Aceh Utara dan Aceh Tamiang yang dokumen kependudukannya hilang akibat bencana, namun belum terdata secara administratif, diinstruksikan agar surat keterangan kehilangan disahkan oleh camat, kapolsek, atau danramil di tingkat kecamatan. Sementara di tingkat kabupaten, dokumen pengajuan dihimpun oleh bupati dan ditandatangani oleh kepala kejaksaan negeri serta kapolres setempat.

Keseluruhan langkah ini diarahkan untuk mempercepat penanganan pascabencana di Aceh, yang dalam beberapa bulan terakhir dihantam berbagai kejadian alam seperti banjir, longsor, dan pergeseran tanah. Pemerintah provinsi menegaskan komitmennya untuk terus mendorong percepatan pemulihan, termasuk dalam hal administratif, teknis, dan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Namun, persoalan status lahan seperti yang dihadapi Gayo Lues menunjukkan bahwa tantangan rekonstruksi tidak hanya menyangkut ketersediaan anggaran, tetapi juga aspek hukum dan tata ruang yang membutuhkan koordinasi lintas sektor. (*)

Berita Terkait

Siswi Kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Orang Tua Desak Sekolah Bertindak
7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Polres Gayo Lues Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran Desa Lukup Baru
Hasan G Aman Selena Berpulang Kerahmatullah di RS Adam Malik Medan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
Usai Rapat Siaga Karhutla, Damkar Gayo Lues Hadapi Dua Kebakaran dalam Hitungan Jam
Antrean Panjang di Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane, Warga Keluhkan Sistem Buka-Tutup
Kadis Damkar Gayo Lues Gelar Rapat Siaga Karhutla

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 19:39 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:34 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:07 WIB

130 mahasiswa/mahasiswi FKIP universitas gunung lauser siap terjun untuk pengabdian lapangan,PPL 2026

Rabu, 2 September 2026 - 16:59 WIB

Hardikda Aceh ke-67: SMAN 1 Badar Tanam Pohon, Rawat Budaya, dan Asah Akhlak Siswa

Rabu, 2 September 2026 - 12:58 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Beri Penguatan kepada Bhabinkamtibmas, Tekankan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

Selasa, 1 September 2026 - 17:23 WIB

Cegah Karhutla, Polsek Babul Makmur Sambangi Warga dan Sosialisasikan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 16:44 WIB

Harumkan Aceh Tenggara, Nadira Yana Hasmi Raih Juara 2 Olimpiade Bahasa Arab Aceh dan Melaju ke Tingkat Nasional

Selasa, 1 September 2026 - 16:34 WIB

HARUMKAN ACEH TENGGARA, Finalis OSN Dikdas 2026 Raih Emas Nasional, Sabet The Best Overall dan The Best Theory

Berita Terbaru