PDAM Tirta Sejuk Pastikan Ketersediaan Air Bersih, Diprioritaskan untuk Pengungsi Korban Banjir Bandang di Gayo Lues

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 14 Desember 2025 - 23:59 WIB

50472 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES — Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sejuk terus memastikan ketersediaan air bersih bagi para pengungsi yang terdampak banjir bandang akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Gayo Lues baru-baru ini. Prioritas utama diberikan kepada warga yang kehilangan tempat tinggal dan kini mengungsi di sejumlah lokasi, termasuk di Balai Latihan Kerja (BLK).

Kepala Bagian Umum Prumda Tirta Sejuk, Azman Prima Akbar, menyampaikan bahwa suplai air bersih ke lokasi pengungsian BLK saat ini telah normal kembali. Distribusi air tersebut berasal dari instalasi pipa transmisi Aih Sejuk, yang sebelumnya sempat mengalami kerusakan serius akibat bencana, namun beberapa jaringan masih dapat difungsikan untuk membantu kebutuhan mendesak para pengungsi.

“Untuk Hidran Umum (HU), tandon, dan toilet portabel sudah dikordinasikan dengan Kementerian PUPR, dan sudah kita suplai hingga penuh ke setiap tandon. Dengan itu, empat unit toilet portabel yang disediakan dapat digunakan secara maksimal oleh para pengungsi,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain air bersih yang dialirkan melalui pipa, fasilitas sanitasi juga telah ditingkatkan. Tiga unit penampungan air dengan kapasitas masing-masing 2.000 liter ditempatkan di sekitar dapur umum, guna memudahkan aktivitas sehari-hari para pengungsi, seperti mencuci, mandi, dan kebutuhan konsumsi lainnya.

Azman turut menjelaskan bahwa meskipun air bersih tersebut bisa digunakan untuk keperluan konsumsi, warga tetap dihimbau untuk merebus air terlebih dahulu sebelum diminum untuk memastikan keamanannya. Ia mengatakan, fokus utama pihaknya saat ini adalah menyalurkan air bersih secara stabil di titik-titik pengungsian agar para korban dapat menjalani hari-hari mereka dengan lebih layak meskipun dalam suasana darurat.

“Untuk sumber air sendiri di BLK berasal dari Aih Sejuk, yang mana kemarin mengalami kerusakan cukup berat akibat banjir. Tapi karena ada beberapa instalasi pipa transmisi yang masih bisa kami fungsikan, maka kami utamakan penyaluran air bersih ini untuk saudara-saudara kita yang sedang mengungsi,” ujarnya.

Upaya penanganan kebutuhan dasar ini tak dilakukan sendiri. Dukungan juga datang dari Tim Tanggap Darurat Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Aceh, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Koordinator lapangan, Sigit, mengatakan bahwa amanah untuk menjamin ketersediaan sanitasi dan pasokan air bersih selama masa tanggap darurat dilakukan dengan membagi sumber daya secara merata ke daerah-daerah terdampak.

Menurutnya, selain di BLK, toilet portabel juga telah dipasang di dua lokasi lain, yakni di SD Negeri 10 Palok dan di wilayah Rikit Gaib. Ketiga titik ini diprioritaskan karena keterbatasan fasilitas dan tingginya jumlah pengungsi. Sigit menambahkan bahwa pasokan air diperoleh tidak hanya dari sumber lokal, tetapi juga dibantu dari daerah lain seperti Riau dan Medan.

“Untuk kecamatan lain belum tersedia [toilet portabel], karena memang terbatas. Dari 23 kabupaten/kota ada 18 yang terdampak bencana, jadi kita harus membagi sumber daya seadil mungkin,” ungkap Sigit.

Hingga saat ini, pemerintah daerah dan sejumlah instansi terkait masih terus berkoordinasi untuk pemulihan pascabencana. Ketersediaan air bersih, infrastruktur sanitasi, dan kebutuhan pokok lainnya menjadi perhatian utama di tengah upaya penanganan dampak banjir bandang yang telah mengakibatkan kerusakan luas dan membuat ratusan warga harus mengungsi. Pemerintah daerah dan masyarakat berharap kondisi segera pulih dan para korban dapat kembali menjalani kehidupan secara normal. (ABDIANSYAH)

Berita Terkait

Kapolres Gayo Lues Dampingi Bupati Tinjau Lesten: Pantau Pemulihan Pascabencana dan Salurkan Bantuan Langsung ke Warga
Bupati Gayo Lues Menembus Lesten: Mengawal Pemulihan Pascabencana di Tengah Medan Berat
Peringatan Isra Mi’raj di Gayo Lues Jadi Momentum Doa, Refleksi Bencana, dan Seruan Perbaikan Diri di Tengah Ujian Alam
Video Misionaris Beredar di Gayo Lues, Warga Pertanyakan Etika dan Izin Kegiatan Keagamaan di Tengah Bencana
Gempa Bermagnitudo 2,7 Guncang Gayo Lues, Terasa hingga Langsa
Akses Vital Warga Pulih, Jalan Penghubung Kute Reje–Soyo Kembali Dapat Dilalui Berkat Sinergi Polsek Terangun, Pemerintah Desa, dan Masyarakat
Polsek Blangkejeren Hadiri Peringatan Isra’ Mi’raj di Ponpes Bunayya, Bangun Semangat Keagamaan di Kalangan Santri
Kapolres Gayo Lues Bersama Forkopimda Sambut Kedatangan Kapolda Aceh Tinjau Pengungsi Banjir dan Longsor

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 10:52 WIB

Pascabencana, ICU RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Kembali Beroperasi

Kamis, 22 Januari 2026 - 10:50 WIB

Akselerasi BOSP, Guru di Aceh Tamiang Apresiasi Menteri Pendidikan

Senin, 19 Januari 2026 - 20:08 WIB

Kolaborasi Bea Cukai Langsa dan Relawan Yayasan Masjid Al-Falah Surabaya Salurkan Bantuan hingga Dusun Sulit Akses di Aceh Tamiang

Kamis, 15 Januari 2026 - 08:20 WIB

Bea Cukai Langsa Bersama Tim Bea Cukai Peduli Kanwil DJBC Sumatera Utara Hadir Bantu Warga Aceh Tamiang

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:21 WIB

Bea Cukai Langsa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang

Kamis, 8 Januari 2026 - 00:51 WIB

Polri Bangun Ratusan Sumur Bor di Aceh Tamiang untuk Pulihkan Akses Air Bersih Pascabencana

Senin, 5 Januari 2026 - 01:17 WIB

Zona Anak Hadir Pascabencana di Aceh Tamiang, Wujud Kepedulian terhadap Pemulihan Psikososial Anak

Jumat, 2 Januari 2026 - 02:47 WIB

Presiden Apresiasi Pembangunan 600 Hunian Cepat untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang

Berita Terbaru