Aceh Barat : Rizki Wiranda Pengurus IPERMANAR Meulaboh menyatakan keprihatinannya atas dugaan penganiayaan terhadap seorang remaja di Kabupaten Aceh Barat yang disebut melibatkan oknum TNI Angkatan Darat (AD).
Seorang siswa berinisial MAA (18) diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) di wilayah Kabupaten Aceh Barat. Peristiwa tersebut menimbulkan perhatian masyarakat dan diharapkan segera mendapat penanganan hukum secara transparan dan adil.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, kejadian tersebut menyebabkan korban mengalami luka fisik serta trauma psikologis. Hingga saat ini, pihak keluarga korban berharap adanya proses hukum yang objektif serta perlindungan terhadap korban sesuai ketentuan yang berlaku.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rizki Wiranda, sebagai anggota IPERMANAR Meulaboh, mengatakan kepada media ini, mengecam keras peristiwa tersebut dan menilai kasus ini harus diusut secara tuntas. Ia menegaskan bahwa proses penanganan perkara harus dilakukan secara adil, terbuka, dan transparan, bukan secara tertutup. Senin,23/2/2026.
“Kasus ini harus diusut tuntas secara adil dan terbuka. Tidak boleh ada proses yang dilakukan secara tertutup. Aparat penegak hukum harus menerapkan seluruh ketentuan hukum yang berlaku terhadap penyebab dan pelaku dalam peristiwa ini,” tegas Rizki Wiranda dalam pernyataannya.
Masyarakat juga meminta agar aparat berwenang segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh guna memastikan kebenaran peristiwa serta memberikan sanksi tegas apabila terbukti terjadi pelanggaran hukum maupun penyalahgunaan wewenang.
Kasus ini dinilai penting untuk ditangani secara serius demi menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara serta menjamin perlindungan hukum bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Ucapnya Rizki Wiranda
Pihak terkait diharapkan dapat memberikan klarifikasi resmi serta perkembangan penanganan perkara kepada publik guna menghindari informasi yang simpang siur di tengah masyarakat.
Perhatian dan sorotan publik terus menguat terkait dengan perkara ini. Masyarakat berharap penanganan kasus ini tidak hanya memberi keadilan bagi korban, tetapi juga menjaga kepercayaan terhadap institusi negara yang selama ini diharapkan menjadi pelindung rakyat. ( * )






































