Gayo Lues — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Binjai menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp75 juta bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Bantuan diserahkan langsung kepada pemerintah daerah setempat dan diperuntukkan bagi korban di dua kecamatan yang terdampak paling parah, yakni Rikit Gaib dan Pantan Cuaca.
Penyaluran donasi ini disampaikan oleh perwakilan MUI Kota Binjai, Wardika, yang turut serta dalam rombongan ke lokasi bencana, Jumat (26/12/2025). Menurutnya, sumbangan tersebut merupakan hasil penggalangan dana dari berbagai pihak, khususnya masyarakat dan jemaah di wilayah Kota Binjai yang tersentuh oleh kabar bencana di Aceh.
“Iya, donasi bantuan sudah disalurkan dari MUI Binjai untuk korban banjir di Aceh sebesar Rp75 juta,” ujar Wardika.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Staf Ahli Bupati Gayo Lues, Safaruddin, didampingi sejumlah pejabat pemerintah daerah lainnya. Pihak pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan solidaritas masyarakat Kota Binjai terhadap kondisi yang sedang dialami oleh warga Gayo Lues.
“Bantuan yang diberikan ini tentunya sangat bermanfaat untuk kami yang terdampak musibah banjir,” ucap Safaruddin.
Banjir bandang dan longsor yang melanda Gayo Lues dalam beberapa pekan terakhir telah menyebabkan kerusakan parah pada pemukiman warga. Berdasarkan data dari pemerintah kabupaten, sedikitnya 15 desa mengalami kerusakan berat akibat bencana, beberapa di antaranya bahkan hilang tersapu aliran air dan material longsoran. Tercatat, sekitar 30 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal setelah rumah mereka hanyut terbawa arus.
Warga yang terdampak saat ini masih ditampung di lokasi-lokasi pengungsian sementara, dengan kebutuhan mendesak mencakup logistik, air bersih, selimut, dan perlengkapan bayi. Pemerintah daerah terus berupaya melakukan pemulihan kondisi secara bertahap, termasuk relokasi rencana pemukiman bagi warga yang desanya dinyatakan tidak layak huni akibat potensi bencana susulan.
Kehadiran MUI Binjai dan penyerahan bantuan ini diharapkan turut memperkuat semangat solidaritas antarumat dan mempercepat proses pemulihan masyarakat di wilayah yang terdampak. Aksi ini juga menunjukkan peran aktif lembaga keagamaan dalam menjawab kebutuhan kemanusiaan lintas daerah, terutama di saat bencana melanda dan menimbulkan dampak sosial yang luas.
Pemerintah Kabupaten Gayo Lues mengimbau instansi lain, termasuk organisasi kemasyarakatan dan keagamaan dari berbagai wilayah, untuk ikut serta memberikan dukungan, baik dalam bentuk logistik, layanan medis, maupun bantuan psikososial bagi penyintas bencana.[*]






































