GAYO LUES | Di tengah proses pemulihan pascabanjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Gayo Lues, dukungan kemanusiaan terus mengalir menjelang bulan suci Ramadhan. Pada Sabtu (15/2/2026), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan 10 ekor sapi Meugang kepada masyarakat terdampak bencana melalui program nasional bertajuk Tarhib Ramadhan BAZNAS: Meugang Bersama Masyarakat Aceh, Zakat Menguatkan Indonesia.
Penyaluran bantuan tersebut berlangsung beriringan dengan distribusi sapi bantuan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Momentum ini menjadi simbol kehadiran negara dan solidaritas zakat nasional dalam memperkuat masyarakat yang tengah bangkit dari bencana.
Banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan kerusakan infrastruktur dan mengganggu aktivitas perekonomian warga di sejumlah kecamatan. Dalam situasi pemulihan tersebut, bantuan hewan Meugang dinilai tidak sekadar sebagai dukungan pangan menjelang Ramadhan, melainkan juga sebagai penguat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
PIC BAZNAS Kabupaten Gayo Lues, AlMisry Al Isaqi, M.I.Kom., CPM, yang hadir dalam kegiatan tersebut bersama Kepala Sekretariat Baitul Mal Gayo Lues, Wahidin, S.Pd., mengatakan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen zakat untuk hadir di wilayah yang membutuhkan perhatian khusus.
“Ini bukan hanya tentang Meugang. Ini adalah pesan bahwa masyarakat penyintas tidak dibiarkan berjalan sendiri. Negara hadir, zakat hadir, dan solidaritas hadir tepat pada saat yang paling dibutuhkan,” ujar AlMisry dalam sambutannya.
Menurut dia, program Tarhib Ramadhan tahun ini difokuskan pada daerah-daerah terdampak bencana sebagai bentuk afirmasi bahwa distribusi zakat harus responsif terhadap kondisi darurat. Bantuan 10 ekor sapi tersebut didistribusikan ke sejumlah desa terdampak di lima kecamatan, dengan melibatkan unsur pemerintah daerah dan Baitul Mal setempat guna memastikan penyaluran berjalan tepat sasaran.

Tradisi Meugang di Aceh, yang identik dengan pembagian dan konsumsi daging menjelang Ramadhan, memiliki nilai sosial yang kuat. Dalam konteks pascabencana, tradisi tersebut menjadi momentum mempererat solidaritas antarwarga sekaligus menjaga ketahanan sosial di tengah masa sulit.
Penyaluran sapi bantuan dari Presiden Prabowo Subianto pada kesempatan yang sama memperlihatkan sinergi antara kebijakan negara dan partisipasi publik melalui zakat. Kehadiran dua instrumen ini menunjukkan bahwa pemulihan tidak hanya bertumpu pada rehabilitasi fisik, tetapi juga pada penguatan sosial dan ekonomi masyarakat.
Masyarakat penerima manfaat menyambut bantuan tersebut dengan antusias. Bagi mereka, dukungan yang datang menjelang Ramadhan menghadirkan optimisme baru di tengah proses bangkit dari dampak bencana.
Dengan dukungan BAZNAS RI dan perhatian langsung dari Presiden, masyarakat Gayo Lues memasuki Ramadhan 1447 Hijriah dengan harapan yang diperbarui. Pemulihan pascabencana pun diharapkan terus bergerak melalui kolaborasi antara negara, lembaga zakat, dan masyarakat, sehingga ketahanan sosial dapat terjaga secara berkelanjutan. (red)






































