GAYO LUES, 23 Desember 2025 — Upaya penanganan bencana di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, terus dilakukan di tengah kondisi medan yang masih sulit akibat banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah tersebut pada akhir November lalu. Dalam situasi yang penuh tantangan, Bupati Gayo Lues Suhaidi, Wakil Bupati Maliki, bersama Kapolres Gayo Lues dan Komandan Kodim 0113 Gayo Lues, menempuh perjalanan darat ekstrem menuju Kecamatan Pining, salah satu kawasan paling terdampak sekaligus terisolasi akibat bencana.
Perjalanan menuju desa-desa terdampak, seperti Desa Pertik dan sekitarnya di Kecamatan Pining, bukan sekadar kunjungan kerja biasa. Rombongan harus menghadapi medan berat, dengan jalan licin dan berlumpur setinggi lutut, sejumlah jembatan yang putus, serta longsoran tanah yang masih aktif. Tak hanya itu, mereka juga menyusuri jalur tepi sungai dengan arus yang masih deras, mempertaruhkan keselamatan demi memastikan bantuan pemerintah menjangkau seluruh warga terdampak.
“Turah sawah ku Pining, dele warga ni kami butuh kami, hadir,” ucap Bupati Suhaidi dalam bahasa setempat, menyampaikan komitmen untuk hadir langsung menemui rakyatnya di tengah keterbatasan dan risiko yang tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedatangan rombongan yang menembus isolasi disambut haru oleh warga. Sejumlah masyarakat menyampaikan ungkapan syukur dan penghormatan atas kedatangan pemimpin daerah yang tidak hanya mengirim bantuan tetapi juga hadir secara langsung. “Berijin, kami gere i daten Pemerintah,” ucap seorang warga, yang menggambarkan rasa lega atas kehadiran pemerintah di saat-saat krusial.
Kunjungan ini sekaligus menjadi simbol semangat gotong royong antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Dalam keterbatasan logistik dan akses, mereka dengan sigap merespons kebutuhan warga di pelosok, mendengarkan langsung keluhan masyarakat, dan mendata berbagai kerusakan serta kebutuhan mendesak.
Rombongan juga memutuskan bermalam di Kecamatan Pining setelah menempuh perjalanan panjang, agar dapat melanjutkan koordinasi dan pemantauan langsung terhadap proses penanganan darurat di wilayah tersebut. Ini menjadi bentuk kehadiran aktif pemerintah di titik-titik terluar yang belum tersentuh secara optimal oleh bantuan luar.
Di tengah medan yang masih terputus dan akses yang sulit, kunjungan ini menunjukkan bahwa keberpihakan kepada rakyat tidak hanya diukur dari kebijakan, tetapi juga dari keberanian untuk hadir. Dalam masa pemulihan pascabencana yang penuh tantangan, tindakan nyata semacam ini memperkuat kepercayaan warga terhadap negara dan memastikan bahwa setiap wilayah, sekecil dan sejauh apa pun, tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari perencanaan pemulihan ke depan.
Dengan semangat *Tirmi Pulih Gayo Luesku*, warga dan pemerintah bahu membahu menata kembali kehidupan yang sempat terguncang. Harapan pun mulai tumbuh, seiring langkah para pemimpin yang menjejakkan kaki langsung di tanah lumpur bersama rakyatnya.
Red






































