Mendagri Tinjau Langsung Dampak Banjir Bandang di Gayo Lues, Prioritaskan Pemulihan Infrastruktur dan Pertanian

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 11 Januari 2026 - 20:41 WIB

50339 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES,BARANEWS | Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengunjungi langsung dua desa terdampak banjir bandang di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Minggu, 11 Januari 2026. Setibanya di Bandar Udara Blangkejeren, ia bersama rombongan yang terdiri dari Bupati Gayo Lues, unsur Forkopimda, serta pejabat daerah lainnya, langsung menuju Desa Badak dan Desa Rigeb untuk meninjau langsung kerusakan wilayah, yang dijadikan representasi dari lokasi terdampak bencana lainnya di kabupaten tersebut.

Di Desa Badak, Mendagri melihat langsung hamparan sawah milik warga yang kini telah berganti lumpur dan puing banjir. Tumpukan kayu besar sisa banjir masih tampak jelas, mengisi lahan pertanian, aliran sungai, dan area permukiman di sekitarnya. Ia kemudian bergerak ke Desa Rigeb, lokasi jembatan Aih Bobo yang rusak parah usai diterjang derasnya air sungai saat banjir bandang terjadi beberapa waktu lalu. Jembatan tersebut diketahui merupakan akses vital yang menghubungkan dua kecamatan di wilayah pedalaman Gayo Lues.

Dalam pernyataannya di lokasi, Mendagri menyampaikan keprihatinan mendalam atas kerusakan yang terjadi dan menyebutkan bahwa aliran sungai yang sebelumnya mengalir normal, kini bergeser arah akibat curah hujan ekstrem yang melanda kawasan itu selama beberapa pekan terakhir. Ia juga menyoroti kondisi jembatan Aih Bobo yang saat ini hanya dapat dilalui kendaraan roda dua melalui jembatan darurat dari kayu, hasil gotong royong warga bersama personel TNI. Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, kata dia, telah mengusulkan agar jembatan tersebut dibangun secara permanen mengingat fungsinya yang sangat strategis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terkait kerusakan lahan pertanian akibat bencana, Mendagri juga merespons langsung dengan menyatakan akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian. Ia mengatakan, pemerintah pusat sedang memetakan lahan-lahan persawahan yang terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pendataan ini akan menjadi bagian dari program nasional ketahanan pangan melalui skema bantuan pertanian dari Presiden.

Menurut Mendagri, ada dua pendekatan utama yang akan digunakan dalam program pemulihan pertanian, yakni optimalisasi lahan dan cetak sawah baru. Dalam konteks wilayah terdampak banjir seperti di Gayo Lues, solusi yang akan diutamakan adalah optimalisasi lahan. Hal ini meliputi pembersihan lumpur melalui metode pertanian khusus, pemberian bantuan benih, pupuk, perbaikan irigasi, serta dukungan alat dan mesin pertanian lainnya guna memastikan petani bisa kembali produksi.

Selain peninjauan fisik di lapangan, kunjungan ini juga mencerminkan upaya koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam percepatan penanganan pascabencana, termasuk pengumpulan data kerusakan yang akurat. Mendagri menegaskan akan menyampaikan temuan dan kebutuhan mendesak dari Gayo Lues kepada pihak-pihak terkait dalam rapat koordinasi nasional yang akan digelar dalam waktu dekat.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah atau yang akrab disapa Dek Fadh, turut mendampingi kunjungan Mendagri ke wilayah terdampak. Ia menyampaikan bahwa kehadiran Mendagri ke Gayo Lues merupakan bagian dari agenda Satgas Nasional Penanganan Pascabencana untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan mengetahui kendala-kendala yang terjadi selama lebih dari 40 hari sejak banjir melanda. Ia juga menyampaikan kabar baik bahwa Transfer ke Daerah (TKD) untuk Aceh telah dipulihkan oleh pemerintah pusat, sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan layanan publik di daerah.

Disebutkan bahwa Gayo Lues menjadi salah satu dari tujuh kabupaten/kota di Aceh yang kini menjadi fokus utama Satgas Penanggulangan Bencana. Dengan perhatian ini, sejumlah infrastruktur vital dan program pemulihan diyakini akan mendapat dorongan realisasi lebih cepat sesuai dengan kebutuhan warga terdampak.

Bupati Gayo Lues, Suhaidi, yang ikut mendampingi kunjungan tersebut, menyampaikan harapannya agar kunjungan Mendagri dapat mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi sarana serta prasarana yang hancur akibat bencana. Ia mengakui bahwa masa tanggap darurat di daerahnya hampir berakhir dan kini pemerintah daerah tengah berfokus pada pemutakhiran data kerusakan. Data-data tersebut, katanya, menjadi syarat utama bagi pencairan bantuan dari pemerintah provinsi maupun pusat.

Bupati juga menginformasikan bahwa ada empat jembatan yang saat ini tengah diusulkan untuk dibangun secara permanen, dan proses perencanaannya berada dalam tahap akhir penyusunan di pemerintah daerah. Salah satu prioritas adalah Jembatan Aih Bobo karena berperan sebagai akses alternatif menuju rumah sakit umum, markas TNI, serta jalur penghubung ke sejumlah fasilitas publik lainnya di Kecamatan Dabun Gelang. Ia meminta masyarakat untuk bersabar, seraya menyatakan optimisme bahwa pembangunan jembatan secara permanen dapat dimulai pada tahun 2026.

Kunjungan langsung pejabat pusat ke Gayo Lues ini menjadi sinyal bahwa perhatian pemerintah terhadap daerah terdampak di pedalaman Aceh tetap tinggi. Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendata kebutuhan dan menyusun langkah pemulihan yang tepat, masyarakat diharapkan segera bangkit dari keterpurukan akibat bencana dan kembali menjalani kehidupan secara normal. Pemerintah memastikan bahwa pemulihan dilakukan tidak sekadar darurat, tetapi juga berorientasi pada pembangunan jangka panjang yang berkelanjutan. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Siswi Kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Orang Tua Desak Sekolah Bertindak
7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Polres Gayo Lues Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran Desa Lukup Baru
Hasan G Aman Selena Berpulang Kerahmatullah di RS Adam Malik Medan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
Usai Rapat Siaga Karhutla, Damkar Gayo Lues Hadapi Dua Kebakaran dalam Hitungan Jam
Antrean Panjang di Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane, Warga Keluhkan Sistem Buka-Tutup
Kadis Damkar Gayo Lues Gelar Rapat Siaga Karhutla

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 19:39 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:34 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:07 WIB

130 mahasiswa/mahasiswi FKIP universitas gunung lauser siap terjun untuk pengabdian lapangan,PPL 2026

Rabu, 2 September 2026 - 16:59 WIB

Hardikda Aceh ke-67: SMAN 1 Badar Tanam Pohon, Rawat Budaya, dan Asah Akhlak Siswa

Rabu, 2 September 2026 - 12:58 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Beri Penguatan kepada Bhabinkamtibmas, Tekankan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

Selasa, 1 September 2026 - 17:23 WIB

Cegah Karhutla, Polsek Babul Makmur Sambangi Warga dan Sosialisasikan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 16:44 WIB

Harumkan Aceh Tenggara, Nadira Yana Hasmi Raih Juara 2 Olimpiade Bahasa Arab Aceh dan Melaju ke Tingkat Nasional

Selasa, 1 September 2026 - 16:34 WIB

HARUMKAN ACEH TENGGARA, Finalis OSN Dikdas 2026 Raih Emas Nasional, Sabet The Best Overall dan The Best Theory

Berita Terbaru