LSM GAKORPAN Desak Kejari Gayo Lues Buka Kotak Pandora Korupsi Dana Kapitasi

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 8 Januari 2026 - 19:37 WIB

50550 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES |  Laporan resmi telah masuk ke Kejaksaan Negeri Gayo Lues. Isinya bukan sembarang pengaduan. Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Anti Korupsi dan Penyelamat Aset Negara (GAKORPAN) DPD Aceh secara terang dan lugas menyampaikan dugaan korupsi yang menggerogoti jantung layanan kesehatan di Kabupaten Gayo Lues. Bukan satu-dua rupiah yang digarong—angka yang tertera dalam dokumen terlampir menyentuh miliaran, dengan dugaan rekayasa, penggelembungan, hingga manipulasi dana kapitasi oleh pejabat di Puskesmas Kota Blangkejeren.

Dalam laporan setebal satu berkas itu, dana kapitasi senilai lebih dari Rp4,5 miliar selama rentang waktu 2021 hingga 2023 diduga kuat diselewengkan dengan ragam siasat koruptif. Nama puskesmas disebut, nama kepala puskesmas pun langsung ditulis. Ada indikasi kuat penggelembungan volume, harga, dan realisasi kegiatan fiktif. Laporan pengadaan yang diduga manipulatif tampil dalam bentuk yang diduga telah “disulap” seolah seluruh kegiatan berjalan sesuai juknis. Di atas meja audit mungkin rapi, tapi dokumen dan keterangan di lapangan berbicara lain—dan GAKORPAN mengantongi cukup banyak untuk menyerahkannya kepada jaksa.

“Semua berkas sudah kami serahkan, lengkap. Ini bukan lagi desas-desus. Ini soal uang negara yang digerogoti dalam situasi di mana rakyat butuh layanan kesehatan yang layak. Kejari Gayo Lues jangan main aman. Ini waktunya dibuka semua kotak pandoranya,” tegas Ketua GAKORPAN, Iskandar Muda, dalam keterangannya kepada publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

GAKORPAN tak meminta bijak. GAKORPAN mendesak. Sesuai mandat undang-undang dan intruksi presiden soal pemberantasan korupsi, ini bukan perkara teknis. Ini perkara bagaimana penyalahgunaan dana publik harus dibongkar sampai ke akar. Dan tidak cukup berhenti pada pelaku langsung di lapangan. LSM itu secara tegas menuntut Kejari Gayo Lues tidak hanya menjerat pelaku dengan pasal korupsi, tetapi juga membongkar potensi tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang mengalir dari dana yang digelapkan.

“Aset para pelaku harus dilacak! Harus dibekukan! Ini bukan sekadar penyalahgunaan wewenang administratif. Ada alur uang yang harus dibuka dan ditelusuri. Kami minta Kejari Gayo Lues buka transaksi keuangannya, seret semua yang menikmati aliran hasil korupsi ini. Usut TPPU-nya juga!” seru Iskandar lagi dengan nada lantang.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Gayo Lues, Ahmad Syafi’i Hasibuan, S.H., saat dihubungi melalui sambungan seluler pada 8 Januari 2026, memang membenarkan laporan telah diterima. Ia menyebut berkas pengaduan sudah masuk ke bidang tindak pidana khusus dan sedang dalam tahap telaah awal. GAKORPAN menanggapi ini dengan harapan sekaligus sinisme. “Jangan hanya telaah. Bertindaklah! Masyarakat sudah muak dengan pejabat yang merasa tak tersentuh hukum,” kata Iskandar.

Modus-modus yang dilaporkan bukanlah hal baru dalam dunia korupsi layanan publik. Tapi yang membuatnya tragis adalah pelakunya berada dalam sistem yang seharusnya melayani kesehatan masyarakat paling bawah. Ketika dana kapitasi yang mestinya menjadi tulang punggung puskesmas diselewengkan untuk kepentingan pribadi, maka itu bukan hanya pelanggaran hukum—itu adalah pengkhianatan sosial.

Dengan laporan ini, GAKORPAN menaruh tanggung jawab besar di pundak Kejaksaan Negeri Gayo Lues. Jika laporan ini hanya berakhir di rak berdebu tanpa tindakan yang konkret, maka bisa dipastikan itu mencederai kepercayaan masyarakat terhadap lembaga hukum. Korupsi di sektor kesehatan bukan hanya soal angka, tapi tentang bagaimana aparat negara mempermainkan nyawa rakyat dengan menjarah hak atas pelayanan medis yang bersih dan memadai.

“Kalau hari ini Kejari tidak serius mengusut, maka kami anggap diamnya sebagai bentuk pembiaran. Tanggung jawab moral dan hukum hari ini ada di tangan Kejaksaan Negeri Gayo Lues. Jangan kompromi, bongkar habis, usut korupsi dan TPPU-nya sekaligus!” pungkas Iskandar.

Kini, semua mata menatap tajam ke arah lembaga hukum di Blangkejeren. Langkah apa yang akan diambil? Membidik tuntas atau membungkam perlahan? Waktu dan keberanian hukum akan menjawab. (TIM)

Berita Terkait

Siswi Kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Orang Tua Desak Sekolah Bertindak
7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Polres Gayo Lues Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran Desa Lukup Baru
Hasan G Aman Selena Berpulang Kerahmatullah di RS Adam Malik Medan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
Usai Rapat Siaga Karhutla, Damkar Gayo Lues Hadapi Dua Kebakaran dalam Hitungan Jam
Antrean Panjang di Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane, Warga Keluhkan Sistem Buka-Tutup
Kadis Damkar Gayo Lues Gelar Rapat Siaga Karhutla

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 19:39 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:34 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:07 WIB

130 mahasiswa/mahasiswi FKIP universitas gunung lauser siap terjun untuk pengabdian lapangan,PPL 2026

Rabu, 2 September 2026 - 16:59 WIB

Hardikda Aceh ke-67: SMAN 1 Badar Tanam Pohon, Rawat Budaya, dan Asah Akhlak Siswa

Rabu, 2 September 2026 - 12:58 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Beri Penguatan kepada Bhabinkamtibmas, Tekankan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

Selasa, 1 September 2026 - 17:23 WIB

Cegah Karhutla, Polsek Babul Makmur Sambangi Warga dan Sosialisasikan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 16:44 WIB

Harumkan Aceh Tenggara, Nadira Yana Hasmi Raih Juara 2 Olimpiade Bahasa Arab Aceh dan Melaju ke Tingkat Nasional

Selasa, 1 September 2026 - 16:34 WIB

HARUMKAN ACEH TENGGARA, Finalis OSN Dikdas 2026 Raih Emas Nasional, Sabet The Best Overall dan The Best Theory

Berita Terbaru