KPK Verifikasi Laporan ICW Dugaan Korupsi Haji 2025 Terkait Penyimpangan Layanan Masyair dan Katering Rp255 Miliar di Kementerian Agama

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 6 Agustus 2025 - 18:06 WIB

50858 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Baranews  — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah memproses verifikasi laporan dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025 yang diajukan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW). Laporan tersebut resmi diserahkan ke KPK pada Selasa (5/8/2025), memuat tuduhan penyimpangan dalam layanan umum haji (masyair) dan penyediaan katering bagi jemaah.

“Secara umum, setiap laporan pengaduan yang diterima KPK akan dilakukan verifikasi. Akan divalidasi informasi dan keterangan yang disampaikan pelapor,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo melalui pesan tertulis, Rabu (6/8/2025).

Budi menjelaskan, tahapan setelah verifikasi meliputi penelaahan dan analisis untuk memastikan ada atau tidaknya dugaan tindak pidana korupsi. Namun, ia menegaskan, detail proses pada tahap pengaduan masyarakat belum dapat dibuka ke publik. “Rangkaian proses di pengaduan masyarakat merupakan informasi yang dikecualikan,” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

KPK, kata Budi, juga masih menjalankan penyelidikan terpisah terkait dugaan korupsi kuota haji. Sejumlah pihak, termasuk pejabat internal Kementerian Agama serta pelaku usaha agen perjalanan, telah dimintai keterangan.

Dalam laporannya, ICW menyebut terdapat tiga terlapor yang seluruhnya berasal dari Kementerian Agama, terdiri dari satu penyelenggara negara dan dua pegawai negeri sipil. Pokok dugaan penyimpangan meliputi dua hal. Pertama, pelaksanaan masyair atau layanan umum bagi jemaah, yang diduga tidak sesuai ketentuan. Kedua, pengurangan spesifikasi katering, yang menurut ICW berakibat pada kerugian negara.

“Dari pengurangan spesifikasi makanan untuk jemaah haji saja, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp255 miliar,” kata peneliti ICW Wana di Kantor KPK, Jakarta. Ia menyebut temuan tersebut berasal dari uji gramasi—pengukuran berat dan porsi makanan—serta analisis dokumen kontrak penyedia katering.

ICW mendesak KPK segera menindaklanjuti laporan tersebut secara transparan dan akuntabel, mengingat skala penyelenggaraan ibadah haji yang melibatkan dana besar serta menyentuh kepentingan masyarakat luas. (*)

Berita Terkait

PJI Kaltim dan MIO Indonesia Soroti Pengamanan Demo Samarinda: Humanis, Profesional, dan Jaga Ruang Demokrasi
Jaga Desa Terintegrasi Siskeudes, Kejaksaan Perkuat Pengawasan Dana Desa Secara Real Time
PT Mahakarya Abadi Konsultan Tegaskan Komitmen Profesionalisme di Tengah Isu Negatif
Presiden Prabowo Bentuk Satgas Pertumbuhan Ekonomi, Dorong Sinergi Nasional untuk Percepatan Program Pemerintah
Komnas HAM Dorong Pembentukan TGPF, Dugaan Keterlibatan Pelaku Lain di Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
KontraS Tolak Hadiri Sidang Perdana Kasus Penyiraman Air Keras, Desak Proses di Peradilan Umum
Polri Bongkar Modus Haji Ilegal yang Kian Beragam, dari Visa Nonhaji hingga Skema Ponzi yang Menjerat Calon Jemaah
Desakan Peradilan Umum untuk Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: Ujian Transparansi Penegakan Hukum

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 00:18 WIB

Bea Cukai Meulaboh Edukasi Pelajar Abdya Lewat Program Customs Goes To School

Sabtu, 25 April 2026 - 19:50 WIB

Sasar Fisik dan Non Fisik, TMMD ke-128 Kodim Abdya Eratkan Kemanunggalan TNI-Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 - 19:22 WIB

Sasaran Fisik, TMMD ke-128 Kodim Abdya Buka Jalan 2,5Km di Gunung Cut

Sabtu, 25 April 2026 - 18:52 WIB

Keuchik Gunung Cut Apresiasi TMMD ke-128 Kodim 0110/Abdya

Sabtu, 25 April 2026 - 18:25 WIB

5 Rumah Warga Kurang Mampu di Abdya Direhab Satgas TMMD

Sabtu, 25 April 2026 - 17:48 WIB

Program TMMD 128 Sentuh Kebutuhan Dasar, 5 Rumah Direhabilitasi

Sabtu, 25 April 2026 - 17:05 WIB

Wawasan Kebangsaan Jadi Bekal Penting bagi Pramuka di Gunung Cut

Sabtu, 25 April 2026 - 16:36 WIB

TNI di Abdya Genjot Bedah 5 Unit RTLH Program TMMD ke-128 Kodim Abdya

Berita Terbaru