Kerusakan Infrastruktur Gayo Lues Meluas, PUPR Catat 105 Jembatan dan 60 Irigasi Rusak Berat

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 4 Januari 2026 - 22:35 WIB

50369 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES |  Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gayo Lues mencatat tingginya angka kerusakan infrastruktur akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir Desember 2025. Kepala Dinas PUPR Gayo Lues, Chairuddin Kasiman, mengungkapkan, setidaknya 55 ruas jalan, 105 unit jembatan, 60 sistem irigasi, serta puluhan bangunan pengaman tebing mengalami kerusakan serius dan membutuhkan penanganan secepatnya.

Menurut Chairuddin, skala kerusakan tersebar hampir merata di seluruh kecamatan, dengan titik terparah berada pada kawasan yang berdekatan dengan sungai dan jalur perbukitan. Ia menyebut, jembatan-jembatan rusak terdiri dari berbagai jenis konstruksi, yang sebagian besar mengalami kerusakan total karena diterjang arus deras dan tertimbun longsoran material.

“Total jembatan yang terdampak sebanyak 105 unit, terdiri dari 13 unit jembatan rangka baja, 21 unit jembatan baja komposit, 58 unit jembatan gantung, dan masing-masing tiga unit jembatan bailey serta 10 unit jembatan baja WF,” ujarnya di Blangkejeren, Ahad (4/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain infrastruktur penghubung, sistem pengairan pertanian juga turut terdampak parah. Dari hasil observasi sementara, Dinas PUPR mencatat sebanyak 60 irigasi mengalami kerusakan berat. Dampak ini berpotensi mengganggu aktivitas pertanian masyarakat, khususnya pada masa tanam mendatang yang memerlukan suplai air stabil dari irigasi teknis.

Tak hanya itu, sejumlah bangunan penahan erosi dan perlindungan tebing sungai yang selama ini menjadi pelindung pemukiman serta lahan produktif juga mengalami kerusakan serius. Chairuddin menyebut, setidaknya 58 titik bangunan pengaman tebing dilaporkan rusak atau hanyut terbawa arus saat debit sungai mencapai puncaknya.

“Bangunan-bangunan pengaman tebing yang selama ini mengamankan bantaran sungai, baik dari infrastruktur maupun pemukiman warga, tidak luput dari dampak banjir. Debit air yang luar biasa besar membuat sebagian besar bangunan hanyut atau mengalami kerusakan berat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tantangan dalam proses perbaikan cukup besar, mengingat banyak lokasi yang hanya bisa dijangkau dengan alat berat melalui jalur darurat atau harus menggunakan akses alternatif yang memakan waktu. Selain itu, beberapa titik longsor berada pada medan curam dan masih sangat labil sehingga menyulitkan mobilisasi peralatan.

“Kondisi badan jalan yang amblas dan terus terjadi longsor susulan, terutama di jalur utama Aceh Tenggara – Gayo Lues, membuat proses penanganan tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Kami harus mempertimbangkan aspek keselamatan bagi pekerja di lapangan,” katanya.

Dinas PUPR Gayo Lues telah melakukan pemetaan teknis untuk menentukan skala prioritas dalam proses rehabilitasi. Ia berharap dukungan dari pemerintah pusat, terutama dalam bentuk bantuan teknis dan pendanaan, bisa segera direalisasikan agar masyarakat tidak terlalu lama terdampak oleh kondisi ini. Menurut Chairuddin, kerusakan yang terjadi saat ini tidak hanya berdampak pada mobilitas, tapi juga berpotensi menghambat distribusi logistik, pelayanan kesehatan, dan aktivitas perekonomian warga.

“Kami sangat membutuhkan percepatan proses pemulihan, karena menyangkut keseluruhan sendi kehidupan masyarakat. Mulai dari akses pendidikan, ekonomi, hingga keselamatan warga. Koordinasi dengan kementerian telah kami lakukan, dan semoga tahap rehabilitasi segera berjalan,” tutupnya.

Dinas PUPR juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa pekan ke depan. Sebagai antisipasi, tim teknis dan alat berat terus disiagakan di sejumlah titik rawan untuk mendukung kesiapsiagaan apabila terjadi dampak susulan. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Melalui Gerakan Indonesia Asri, Brimob Aceh Bersihkan Terminal Kuta Panjang
Plang Larangan Sudah Berdiri, Aktivitas PT Rosin Tak Tersentuh—Siapa yang Melindungi?
Wujud Apresiasi dan Motivasi, Kapolres Gayo Lues Berikan Penghargaan kepada Personel Terbaik, Terima Apresiasi dari IDI
Keputusan Gubernur Aceh Jadi Dasar Baru, LIRA Desak PT Rosin Dibekukan Sampai Semua Kewajiban Dipenuhi
Satreskrim Polres Gayo Lues Bekuk Residivis Pelaku Pencurian di Blangkejeren
Klaim Sudah Patuh Tak Menjawab Surat Resmi dan Temuan Lapangan, LIRA Sebut PT Rosin Masih Bermasalah dari Hulu ke Hilir
Kapolres Gayo Lues Ajak Pekerja dan Masyarakat Bersatu untuk Kesejahteraan di Hari Buruh 2026
Kapolres Gayo Lues Tegaskan Pentingnya Sinergi Semua Pihak untuk Pendidikan Berkualitas dan Aman di Hari Pendidikan Nasional 2026

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 00:25 WIB

Diduga Cederai Sportivitas FLS3N,Ketua HIPELMABDYA Desak Kadisdik Aceh Copot Kacabdin Abdya

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:03 WIB

Satgas TMMD Kodim 0110/Abdya Bersama Warga Kebut Pembangunan MCK di Gunung Cut

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:18 WIB

Progres Rehab RTLH TMMD ke-128 Kodim Abdya Capai 60 Persen

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:10 WIB

Kejar Target, Satgas TMMD Abdya Intensifkan Distribusi Bahan Bangunan

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:44 WIB

Kejar Target, TNI Kebut Proyek MCK Program TMMD 128

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:08 WIB

Sentuhan Akhir TMMD: MCK di Gunung Cut Dicat dan Diberi Mural Kebanggaan

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:28 WIB

Kolonel Jon Heriko Pimpin Wasev TMMD Abdya, Pastikan Program Tepat Sasaran

Senin, 4 Mei 2026 - 20:41 WIB

Kebersamaan TNI dan Warga Percepat Rehab Rumah Nurhabibah

Berita Terbaru