GAYO LUES | Akses jalan utama menuju Kabupaten Gayo Lues kembali terputus akibat longsor yang dipicu oleh curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Jalur yang terdampak merupakan penghubung utama antara Gayo Lues dan Aceh Tenggara, yang selama ini berfungsi sebagai jalur vital untuk distribusi logistik, termasuk pangan, bahan bakar, dan kebutuhan lainnya.
Bupati Gayo Lues, Suhaidi, melaporkan bahwa kondisi ini menyebabkan arus barang masuk ke wilayahnya terganggu secara signifikan. Menurutnya, sejumlah titik rawan di sepanjang jalan penghubung dengan Aceh Tenggara mengalami longsor, memperparah situasi yang sejak sebelumnya telah terhambat oleh kondisi geografis dan cuaca ekstrem. Ia menyebut, satu unit alat berat telah disiagakan di lokasi terdampak untuk membuka kembali akses yang tertutup material longsor.
“Logistik beras juga sudah menipis, sudah kita cek di Bulog, stoknya habis. Kami sampaikan ke Pak Bambang bahwa jika tidak bisa di-drop langsung ke Gayo Lues, maka bisa ditempatkan di gudang terdekat di Aceh Tenggara. Bila jalan sudah memungkinkan untuk dilalui, maka segera akan kami distribusikan ke Gayo Lues,” ujar Suhaidi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ketahanan logistik di Kabupaten Gayo Lues kini tengah diuji. Bupati menyampaikan bahwa bukan hanya beras yang menjadi perhatian utama, namun juga pasokan LPG dan BBM yang mulai langka akibat putusnya jalur distribusi darat. Di sisi lain, gangguan terhadap jaringan komunikasi dan listrik juga dilaporkan terjadi di sejumlah kecamatan, memperburuk situasi masyarakat yang terdampak bencana.
Menanggapi laporan tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, melakukan koordinasi langsung melalui sambungan seluler dengan berbagai pihak terkait. Dalam komunikasinya, ia menegaskan bahwa distribusi logistik ke Gayo Lues harus segera diatasi, dengan upaya pengalihan pengiriman sementara ke Aceh Tenggara.
Suharyanto meminta agar seluruh komoditas penting, termasuk beras, LPG, dan BBM, diprioritaskan untuk masyarakat Gayo Lues. Jika pengiriman darat belum memungkinkan, Kepala BNPB mengusulkan agar barang-barang tersebut disimpan terlebih dahulu di lokasi penyangga di Aceh Tenggara, sehingga bisa segera dijemput dan dikirimkan begitu akses jalur darat kembali normal.
Selain jalur darat, pengiriman logistik lewat udara juga diperkuat. BNPB menginstruksikan agar tiga unit pesawat Susi Air digunakan untuk mengangkut beras, dengan kapasitas 1,5 ton dalam satu kali penerbangan. Upaya ini dinilai sebagai solusi cepat untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat di tengah keterbatasan akses transportasi.
“Pak Bupati juga cari alat berat untuk menormalisasikan air sungai, nanti biayanya kami yang tanggung. Pokoknya langsung dikerjakan saja untuk penanganan darurat agar akses Aceh Tenggara–Gayo Lues ini bisa dilalui dan logistik bisa masuk,” ujar Suharyanto dalam arahannya.
Pemerintah pusat menargetkan jalur darat antara Aceh Tenggara dan Gayo Lues dapat segera difungsikan kembali, sementara distribusi melalui jalur udara akan tetap berjalan selama akses darat belum stabil. Koordinasi antarinstansi dipastikan terus dilakukan guna menjamin keterpenuhan kebutuhan dasar warga serta menunjang kelangsungan hidup masyarakat terdampak di tengah situasi darurat. (*)







































